Yesus Kristus Sangat Peduli Terhadap Penderitaan Orang yang Dikasihi-Nya

0
149

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Karena Ia sendiri menderita ketika dicobai, maka Ia dapat menolong mereka yang sedang dicobai.”_*

*Ibrani 2:18*

 

 

Penderitaan itu relatif ditinjau dari bobot dan durasi waktunya. Orang ada yang menderita, cukup menderita dan sangat menderita. Penderitaan juga bisa bersifat sesaat/sementara, cukup lama dan penderitaan seumur hidup. Penderitaan juga tidak mengenal usia dan gender, mulai dari anak-anak (yatim-piatu, akibat gizi buruk, dll) sampai usia senja, baik laki-laki maupun perempuan. Orang berlimpah harta juga bisa menderita karena sakit, kesepian dan lain-lain.

 

Percayalah, tanpa kita mengadu kepada Tuhan dan minta roh kita sudah berdoa kepada-Nya dan yang pasti, Tuhan mengetahui penderitaan kita orang perorang maupun kelompok (seperti umat Kristen di Timur Tengah yang dikejar-kejar, disiksa dan dibunuh).

*”Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman.”*

*2 Petrus 2:9*

 

Penderitaan, siksaan dan pencobaan-pencobaan yang telah dialami oleh Kristus Yesus menjelang penyaliban-Nya, tidak tertandingi oleh manusia yang manapun. Jauh sebelum Yesus turun ke dunia, nabi Yesaya sudah bernubuat bahwa Yesus rela menderita dan bahkan mengorbankan nyawa-Nya justru bagi kita yang sangat dikasihiNya.

*”Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan, ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah”*

*Yesaya 53:3~4*

 

Sekitar tahun 2004 sebelum saya tergerak untuk membaca Firman Tuhan, ada anak buah saya yang bertanya:

Baca juga  *“ALLAH PASTI SELALU MENOLONGMU”*

“pak, apa betul setiap orang Kristen harus ikut menderita bersama Kristus?”

Tanpa pikir panjang dan hanya mengandalkan logika, saya mengatakan:”wah itu nggak benar, kalau memang benar, siapa yang mau jadi Kristen??!”

Malam ini, pada saat saya mendalami Alkitab, saya sangat terkejut dan malu karena saya temukan dua ayat yang menyatakan:

¹ *”Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.”*

*2 Timotius 2:3*

 

² *”Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga menderita bagi Dia.”*

*Filipi 1:29*

Waduh, apa makna dari kedua ayat di atas? Saya tolak pikiran saya berdasarkan logika (kapok), seperti di bawah ini:

*’ kalau seseorang sangat mencintai orang lain, maka ia harus berani ikut menderita dan sehidup semati seperti Romeo dan Juliet atau  Mimi lan Mintuno versi Jawa ‘*

 

Saya harus menelusuri ayat-ayat yang relevan dan yang bisa dijadikan jawaban atas pertanyaan di atas. Mohon bantuan para Theolog untuk memberi jawaban yang benar.

Beberapa ayat yang dapat saya temukan adalah seperti di bawah ini sebagai dasar saya memberi pendapat yang benar.

 

¹ *” Bergembiralah sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu – yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”*

*1 Petrus 1:6~7*

 

² *”Saudara-saudara ku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tidak kekurangan suatu apapun.”*

Baca juga  PDT. WEINATA SAIRIN: *"MEWUJUDNYATAKAN KEKRISTENAN ELEGAN MEMBANGUN PERADABAN MASA DEPAN"*

*Yakobus 1:2~4*

 

³ *”Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan  ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.*

*Dan pengharapan tidak mengecewakan,* *karena kasih Allah telah dicurahkan di*

*dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”*

*Roma 5:3~5*

 

⁴ *”Jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.”*

*Roma 8:17*

 

Berdasarkan ke-empat ayat di atas, dapat saya simpulkan bahwa kita memang harus menderita bersama Kristus agar:

 

* kita dapat memurnikan iman kita

 

* Kita memperoleh ketekunan dalam menjalani hidup yang berkenan kepada Tuhan.

 

* Ketekunan menghasilkan tahan uji dan pengharapan.

 

* Kita dapat melihat janji-janji Allah.

 

Ada dua ayat yang dapat menghibur kita bila kita menderita:

¹ *”Karena itu, aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesengsaraan karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”*

*2 Korintus 12:10*

 

² *”Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.”*

 

Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak seharusnya kecewa dan gentar menghadapi berbagai penderitaan bersama Kristus.

Amin

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here