Perlukah Bukti Agar Kita Percaya??

0
371

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

“Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang besar untuk_* *_mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu. layak di hadapanNya serta berkenan kepadaNya dalam segala hal, dan kamu memberi_* *_buah dalam segala pekerjaan yang_**_baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.”

*Kolose 1:9~10*

 

 

Orang yang berpendidikan pasti tahu makna dari *_speak with data,* yakni bila kita berbicara hendaknya dilandasi dengan data dan fakta, dan bukan atas dasar opini dan asumsi yang belum tentu kebenarannya.

Terutama bila anda berbicara di media sosial tanpa didukung oleh data/fakta, maka akan menuai kritik dan cemooh dari para netizen dan masyarakat umum.

 

Pola pikir modern di atas, sama sekali tidak salah, namun tidak bisa dituntut pada saat kita berbicara tentang kepercayaan kita kepada Tuhan karena berdasarkan iman.

 

Apakah iman itu?

Iman adalah percaya akan hal-hal yang tidak kelihatan.

¹ *”Kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedang yang tak kelihatan adalah kekal.”*

*2 Korintus 4:18*

 

² *”Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kelihatan.”*

*Ibrani 11:1*

 

Percaya karena melihat bukti seperti yang ditunjukkan oleh Thomas, bukanlah percaya yang dikehendaki Tuhan.

 

Tomas seorang dari keduabelas murid Yesus tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit. Tomas berkata:

*”Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”*

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

*”Kata Yesus kepadanya: “karena engkau telah melihat Aku maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”*

*Yohanes 20:25,29*

 

Kemarin di beberapa TV telah disiarkan seorang anak berusia 16 tahun yang dengan membawa foto Presiden Joko Widodo, sambil menunjuk-nunjuk foto tersebut telah menghujat Presiden serta mengancam untuk membunuhnya. Motif dari anak tersebut katanya adalah ingin *membuktikan* bahwa polisi tidak bisa menangkapnya. Kemarin polisi telah meringkus anak tersebut dan ayahnya meminta maaf kepada presiden dan masyarakat dengan mengatakan bahwa anaknya baru berusia 16 tahun, dan tindakannya merupakan kenakalan anak-anak. Penilaian saya, tindakan anak tersebut bukan bentuk kenakalan, tapi ia tidak bermoral dan sangat kurangajar.

Setiap orang tua harus mengajar dan mendidik anak-anaknya agar tidak ada generasi muda Kristen yang beriman seperti Tomas.

 

Iman adalah sangat penting bagi kita karena kita diselamatkan oleh iman dan dapat hidup hidup dalam damai sejahtera.

¹ *”Dosamu telah diampuni. Imanmu telah menyelamatkan engkau.”*

*Ringkasan dari Lukas 7:47~50*

 

² *”Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah.”*

*Roma 5:1*

 

Kita harus meminta hikmat dan pengetahuan dan iman untuk mengetahui kehendak Tuhan, tanpa harus meminta bukti, sehingga pikiran kita tidak dibutakan oleh ilah zaman ini.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here