PETRUS DAN KORNELIUS DUA TOKOH TOLERANSI

0
3812

 

 

 

Oleh: Milton Napitupulu, STh

 

Nas Pembimbing :Kisah Para Rasul 10:44-48

 

 

Petrus adalah representasi dari warga Yahudi dan Kornelius dari non-Yahudi. Keduanya adalah tokoh toleransi. Memahami maksud nats ini sebaiknyalah membaca mulai dari ayat 1-48.

 

Nas ini merupakan narasi  toleransi, muncul di situasi sosial intoleransi yang melarang Yahudi dan non-Yahudi bergaul (ay 28). Dua tokoh berpengaruh didatangi Allah melalui Roh Kudus dan menyuruh keduanya bertemu. Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia (ay 1), tokoh non-Yahudi. Petrus adalah tokoh Yahudi dan murid Yesus.

 

Kornelius menyuruh beberapa orang menjemput Petrus untuk datang ke rumahnya. Petrus menurut dan dia datang ke rumah Kornelius. Ia disambut sukacita oleh Kornelius. Keduanya saling menerima di dalam Roh dan perbuatan. Mereka saling memberikan hormat satu sama lain. Terjadilah sebuah suasana persaudaraan antara Petrus beserta rombongannya dengan Kornelius beserta keluarga dan teman-temannya.

 

Disaat Petrus sedang bermarturia (bersaksi mengenai Yesus adalah Tuhan dari semua orang: ay 36) di rumah Kornelius, Roh Kudus turun kepada (semua) mereka (ay 44). Rombongan Petrus melihat Roh Kudus juga turun kepada “bangsa-bangsa yang lain”.

 

Teks ini membantah klaim bahwa Yesus hanya untuk Yahudi. Klaim demikian sangatlah tidak berdasar. Yang benar adalah bahwa Allah tidak membedakan orang (ay 34); bahwa Yesus adalah Tuhan dari semua orang (ay.36). Setiap orang yang takut akan Dia dan mengamalkan kebenaran berkenan kepadaNya (ay.35). Jangan menyebut seseorang najis atau tidak tahir (ay.28). Setiap orang yang percaya kepadaNya mendapat pengampunan dosa karena namaNya (ay.43). Antusias merayakan toleransi membuat Petrus dan rombongannya menginap di rumah Kornelius (ay.48).

 

Nas ini populer digunakan sebagai dasar berdirinya gereja, ekklesia: dipanggil keluar untuk menjadi murid Yesus. Kata “Gereja” (ditulis dengan “G” /Gereja bukan “gereja”) mengacu kepada komunitas / persekutuan orang yang percaya kepada Yesus bukan kepada fisik gedungnya.

 

Peristiwa turunnya Roh Kudus di rumah Kornelius ini terjadi 50 hari setelah Yesus bangkit dari kubur. Diperkirakan ada 3000 orang yang bertobat pada saat itu. Kalender gereja saya, HKBP, menamai minggu ini, 20.5.18, Pentakosta, Peringatan Turunnya Roh Kudus.

 

Nas ini mengajak kita untuk bermarturia, berteman dan mengunjungi orang-orang yang tidak sesuku dan tidak seiman dengan kita sebagai wujud turunnya Roh Kudus kepada kita.  Semoga kita bersama seluruh manusia di dunia ini dapat secara bersama-sama hidup saling menyapa, saling mendahului memberi hormat dan memelihara cinta kasih persaudaraan. Semoga Roh Kudus melanda selurun umat di dunia.

 

Mari kita kembangkan semangat hidup toleransi di dalam diri kita pribadi per pribadi demi persaudaraan bangsa kita: Indonesia. Semoga Roh Tuhan menyertai saya menyampaikan catatan ini dan menjadi berkat bagi setiap pembacanya. Saya menutup catatan ini dalam nama Yesus. Amin.

 

Catatan ini mungkin saja ada kekurangan maupun kesalahan, silahkan disempurnakan. Harapan saya sederhana, baiklah semua umat di dunia ini menolak permusuhan dan intoleransi tetapi marilah saling mengasihi dan berlomba membangun kesejahteraan dan perdamaian dalam suasana toleransi.

 

Salamku, Milton Napitupulu, warga HKBP Martoba P.Siantar. Penggagas Gerakan Individu untuk Persaudaraan Indonesia (GIPI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here