Kesucian Hati

0
1465

 

Oleh: Pdt. John Manopo

 

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah

…MATIUS 5:8….

 

 

 

Sobatku, melalui kebenaran ini Yesus ingin membebaskan umat Tuhan dari sifat orang farisi yg hanya menekankan tentang kesucian lahiriah semata.

Umat Tuhan yang terpengaruh dengan sifat-sifat orang Farisi akan terlihat sebagai orang-orang yang sangat taat beribadah, saleh dan rajin melayani tetapi sesungguhnya ia tidak mau bertobat, sikap dan perilakunya sehari-hari tetap saja sama dengan orang-orang dunia.

 

Yesus menegur dengan keras orang-orang yang seperti ini: “kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalamnya penuh rampasan dan kejahatan.”

 

Bahkan Yesus menggambarkan bahwa orang-orang seperti ini seperti kuburan yang dilabur putih, diluar kelihatan bersih tapi di dalam hanya tulang-beluang dan kotor.

 

Sobatku, Kesucian hati yang dimaksud Tuhan Yesus dalam hukum kebahagiaan adalah bukan kesucian seperti ini. Tuhan Yesus menilai kesucian hidup kita  dimulai dari hati kita, bukan perbuatan kita.

 

Hati yang suci adalah hati yang  murni, tidak munafik dan tidak mendua, ya katakan ya dan tidak katakan tidak.

Orang yang suci hatinya adalah orang yang lugu dan tidak bersandiwara, segala kesalehannya benar-benar mengalir dari hatinya yang murni.

 

Orang yang suci hatinya melakukan ibadahnya tanpa motivasi lain selain menyenangkan dan mentaati Tuhan.

 

Mazmur 24:4

Mengatakan: Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya adalah org yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan (pergi kedukun-dukun) dan tidak bersumpah palsu.

 

Sobatku, untuk menikmati kebahagian dalam hidup, Yesus telah mengajarkan  prinsip kebahagiaan ini kepada kita.

Baca juga  Jangan Takut. Allah Selalu Hadir bagi Kita

Bila kita teliti dengan cermat, maka segala ketidakbahagiaan yang kita alami bermula karena  kita tidak memiliki kesucian hati.

 

Mulut kita memuji Tuhan, tetapi sekaligus kita juga mengejar ambisi-ambisi pribadi, kita memberikan persembahan, tetapi menghindari tanggung jawab.

 

Kesucian hati itu bukan hanya kunci kebahagiaan, tetapi juga kunci untuk melihat Allah. Kalau kita ingin mengalami kehadiran Allah secara nyata dalam hidup kita, dalam ibadah, dalam pelayanan, dalam keluarga dan dalam pekerjaan, MAKA kita HARUS menjaga HATI kita tetap SUCI.

 

Tinggalkan segala kepalsuan dan berhentilah jadi orang munafik.Hidup sucilah di hadapan Allah, jangan berbuat jinah, cabul dan jangan turuti keinginan daging, hawa nafsu dunia lagi.  Pujilah Tuhan dengan sepenuh hati, berikan persembahan dengan ketulusan, layanilah Tuhan dengan sukarela, maka kita akan melihat kemuliaan Allah dalam kehidupan kita.

 

SUDAHKAH KITA MEMILIKI KESUCIAN HATI YANG SESUNGGUHNYA…?

 

Amsal 4:23

Jagalah Hatimu dengan  SEGALA KEWASPADAAN, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 

Renungkanlah..!

 

Selamat Berkarya bagi Yesus dan jadilah Berkat bagi org lain.

…Tuhan Yesus Berkati…

**Rise and Shine Ministry**

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here