Tuhan Yesus Naik ke Surga

0
436

 

 

Oleh: Pdt. Stefanus Hadi Prayitno

 

Nas. :  “Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.”

(2 Korintus 5:1)

 

Kita mungkin ingat lagu Indonesia berjudul ‘Rumah Kita’ yang dinyanyikan grup “God Bless”. Lagu ini bercerita tentang rumah sederhana di desa, hanya dari bambu, beratap jerami, beralas tanah, tanpa hiasan, berpagar tumbuhan.

 

Lagu itu memang menyoroti derasnya urbanisasi, ketika orang desa berbondong-bondong pindah ke kota guna mengadu nasib padahal di desa sebenarnya mereka sudah hidup damai. ‘Lebih baik disini, rumah kita sendiri’, demikian kata lagu itu.

 

Bicara rumah memang tidak hanya bicara bangunan. Jutawan yang punya puluhan rumah pun hanya menyebut satu tempat saja sebagai rumahnya.

 

“Rumah” adalah tujuan saat kita pulang. “Rumah” adalah tempat kita beristirahat, menemukan kedamaian, keamanan dan penerimaan. Di dunia kita punya tempat bernama rumah, entah kecil atau besar, baru atau sudah tua, bersih atau berantakan, tapi kita tetap selalu lega saat sudah tiba di sana.

 

Namun, kita tahu tak selamanya kita hidup di dunia ini. Setelah itu? Ke manakah kita akan pergi? Apakah kita akan berakhir begitu saja? Inilah kegelisahan banyak orang.

 

Puji Tuhan, bagi orang percaya, kita punya Yesus.  Ia berjanji bahwa tujuan kenaikanNya ke sorga, yang kita peringati hari ini, salah satunya adalah untuk menyiapkan tempat tinggal bagi kita (ay 2-3). Artinya, kita tidak perlu khawatir apa yang terjadi saat kita meninggalkan dunia ini nanti. “Kematian bagi orang percaya bukanlah akhir, tapi kepulangan”.

 

“Kematian” adalah momen kita kembali ke rumah, tempat kita diterima, mengalami kedamaian, keamanan, dan bersuka cita kekal bersama Bapa.

 

Maka, kepergian Yesus dari dunia ini dan naik ke sorga bukanlah akhir sebuah masa indah. KenaikanNya justru adalah satu hal yang mengingatkan kita bahwa kita punya pengharapan, tidak hanya selama di dunia ini saja, tapi juga saat kita meninggalkan dunia ini kelak.

 

Peganglah pengharapan ini ketika penderitaan dan masalah di dunia ini terasa menekan. Ingatlah bahwa itu tidak berlangsung selamanya. Lakukanlah yang terbaik selama menjalani hidup ini, berjalanlah dalam iman percaya kita kepada Nya, karena akan ada waktunya kita menikmati kemuliaan bersama Yesus (2Kor 4:16, 5:10). Amin.

 

Selamat memperingati Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here