Pengharapan kepada Kristus Tidak Pernah Sia-sia.

0
1002

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN !”

*Mazmur 31:24″

 

Beberapa tahun terakhir, dalam doa syafaat saya selalu mohon kepada Tuhan untuk memberi jodoh kepada delapan sahabat dan Tuhan juga memberi keturunan kepada enam orang yang sudah bertahun-tahun menikah tapi belum dikarunia anak. Saya tahu, mereka pasti dengan bercucuran air mata juga selalu berdoa agar Tuhan memenuhi pengharapan mereka.

 

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, oleh sebab itu nas di atas mengatakan bahwa siapa saja yang berharap kepada Tuhan harus tetap teguh hatinya. Sara istri Abraham yang sudah mati haid telah mengandung dan melahirkan seorang anak pada usia 90 tahun.

Putri sulung saya setelah menikah 10 tahun baru dikaruniai anak.

 

Pengharapan adalah keinginan terhadap sesuatu yang belum terjadi dan akan menjadi kenyataan bila kita bertekun tiada henti untuk memohon kepada Tuhan.

Renungan ini saya tujukan untuk para perempuan yang takut dikejar usia tapi belum mendapat pasangan hidup. Juga kepada pasutri (pasangan suami istri) yang sudah bertahun-tahun belum dikaruniai anak.

Namun, secara umum kita dapat meyakini bahwa berharap kepada Kristus, tidaklah sia-sia.

 

Tidak jarang ada perempuan cantik yang sexy, punya pendidikan tinggi dan karir yang bagus, tapi mengapa masih hidup sendiri?. Terkecuali dia seorang lesbian, ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Di antaranya adalah individual traits (sikap individu) yang negatif: sombong, cerewet, suka pilih-pilih, tidak setia/suka berganti pacar, pembosan, dan lain-lain; mental attitude (sikap mental) dan behavior (perilaku) serta akhlak yang kurang baik.

Ia merasa kecantikannya adalah jaminan untuk memperoleh pasangan hidup yang ideal, padahal laki-laki yang baik lebih mengutamakan *inner beauty* yang menampilkan traits, mental attitude dan behavior yang positif. Sayangnya perempuan semacam ini tidak pernah introspeksi diri, sehingga ia *stuck in the middle* (macet/terjebak di tengah-tengah usianya yang semakin ranum).

 

Allah menghendaki manusia hidup berpasang-pasangan, sesuai dengan Firman-Nya berikut ini:

*”Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya.”*

*Kejadian 2:18*

Tuhan akan menetapkan jodoh berdasarkan keselarasan sehingga akan tercipta ketenteraman dalam pernikahan. Ia tidak ingin manusia hidup sendiri.

 

Pasutri yang belum dianugerahi keturunan dalam jangka waktu yang lama, cenderung melakukan berbagai upaya, mulai dari upaya medis sampai pergi ke dukun, secara mitos mengadopsi anak agar secara psikologis dapat menular untuk mempunyai anak sendiri. Yang paling tragis adalah mereka saling tuduh bahwa pasangannya yang mandul, dan lebih parah lagi bila mertua ikut campur, sehingga berujung pada perceraian.

 

Bagi orang percaya, mereka harus tanpa putus-putusnya berharap kepada Tuhan berdasarkan Firman dan janji-Nya berikut ini:

# *”Allah Yang Maha Kuasa, yang akan memberkati engkau dengan berkat dari langit di atas, dengan berkat samudra raya yang letaknya di bawah, dengan berkat buah dada dan kandungan.”*

*Kejadian 49:25*

 

# *”Ia akan mendudukkan perempuan yang mandul di rumah sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita.”*

*Mazmur 113:9*

 

# *”Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk* *istrinya, sebab istrinya itu mandul*

*sehingga Ribka istrinya itu mengandung.”*

*Kejadian 25:21*

 

# *”Lalu ingatlah Allah akan Rahel;* *Allah mendengarkan permohonannya* *serta membuka kandungannya.* *Maka mengandunglah  Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki.*

*Berkatalah ia:*

*”Allah telah menghapuskan aibku.”*

*Kejadian 30:22~23*

 

# *”Malaikat itu berkata kepadanya: “jangan takut, hai Zakharia sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.”*

*Lukas 1:13*

(Elisabet mandul dan ia bersama suaminya telah lanjut umurnya. Baca Lukas 1:5~25, tentang kelahiran Yohanes Pembaptis).

 

Dalam berdoa, kita harus mendengarkan Allah dengan cara merenungkan Firman-Nya seperti di atas.

Agar doa kita dikabulkan, maka kita harus menaati perintah dan melakukan kehendak Tuhan. Kita harus berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan dan memasrahkan harapan kita kepada-Nya.

Amin

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here