Jaringan Muda Nahdlatul Ulama Gelar Diskusi Publik: “Gus Dur Di Mata Anak Muda Milenial”, Peringatan Sewindu Haul Gus Dur”

0
677

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

“Gus Dur atau KH. Abdurahman Wahid Presiden Republik Indonesia Ke 4 yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah sosok fenomenal dan pemikiran pemikirannya yang maju melintasi zaman.

 

Sehingga terkadang dengan lompatan berpikirnya yang melewati sejarah, orang lain di sekitarnya, publik luas khususnya ummat Islam sebagai basis tradisional gus dur terkadang terkaget – kaget dengan ide, lompatan dan gagasan besar Gus Dur.

 

Ide besarnya tentang ‘Pluralisme” dalam konteks keadilan sosial dan keberpihakannya yang nyata kepada yang tertindas dan terpinggirkan serta keberpihakannya kepada suku, ras dan agama minoritas terkadang membuat gus dur jadi musuh banyak pihak terutama dari kelompok fundamentalis berbasis narasi teks kitab suci yang kaku.

 

Di bidang politik saat menjadi Presiden RI, ide nya tentang pencabutan TAP MPR soal Bung Karno, pemisahan TNI dan Polri dan demokratisasi, pengurangan peran negara yang mengatur kehidupan beragama dan sosial kemasyarakatan dengan membubarkan Departemen Sosial, Depatemen Penerangan serta komitmennya pada gerakan anti KKN membuatnya di musuhi berbagai kelompok dan partai politik sehingga Gus Dur di jatuhkan.

 

Di zaman Gus Dur pula arah kebijakan negara menjadi lebih berwawasan kelautan dan sebelumnya sejak orde baru lebih ‘heavy’ pembangunan di darat.

 

Kemudian di bidang ekonomi, Gus Dur dengan tim ekonomi Rizal Ramli (RR), Kwik Kian Gie (KKG), Menkeu Bambang Sudibyo dan kawan-kawan berhasil meningkatkan “growt” tinggi, menurunkan jumlah utang, gini ratio terbaik (terendah) selama Indonesia merdeka dengan tingkat kohesi sosial yang kuat.

 

Di bidang hubungan internasional, Gus Dur sangat ‘open mindid’ dan pergaulan yang luas dan di segani pemimpin negara lain. Idenya yang ingin membuka hubungan diplomatik dengan Israel dengan tujuan ada komunikasi dan jaringan ketika sedang bermasalah dalam kasus Palestin juga di tentang banyak pihak.

Baca juga  Tingkatkan Pelayanan, Asuransi Jasindo Gandeng Blibli Untuk Kemudahan Kepada Para Pelanggan

 

Dan masih banyak lagi pemikiran pemikiran dan langkah gerak Gus Dur yang cemerlang dan berorientasi masa depan yang akan jadi pegangan bagi anak bangsa meski terkadang kontroversi karena pola pikir Gus Dur yang melewati lintasan sejarah manusia.”demikian pokok-pokok pikiran dan intisari dari diskusi publik ”

 

“Gus Dur Di Mata Anak Muda Milenial”, Peringatan Sewindu Haul Gus Dur”, yang diselenggarakan oleh Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (JMNU), di Cleva Room Hotel Mega Proklamsi Jln. Proklamasi, Pegangsaan Jakarta (22/12/17).

 

Menurut Alan Christian Singkali (Sekjen Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia/GMKI),” Sosok Gus Dur merupakan keberkahan bagi Indonesia, khususnya bagi umat Kristen dan umat non-Muslim.  Gus Dur merupakan seorang pemimpin yang visioner, humanis, moderat, inspiratif, nasionalis dan transformatif. Gus Dur merupakan penganjur utama dan pembela Islam yang ramah, damai, toleran, inklusif, moderat dan rahmat bagi alam semesta. Pemikiran Gus Dur masih sangat relevan dipelajari dan direvitalisasi oleh generasi milenial. Masyarakat Indonesia perlu sosok dan profil pemimpin besar seperti Gus Dur.”

 

Tampil sebagai pembicara dalam diskusi tersebut antara lain Ketum PP GPII     Masri Ikoni;  Ketum Hima PERSIS Nizar Ahmad Saputra; Ketum DPP Gemura       Oktasari Sabil; Koord Presidium GMNI Roybatullah; Ketum PII Husin Tasrik M; Sekjend GMKI  Alan Christian Singkali; Perwakilan dari PMII ;Sekjend PB HMI  Amijaya; Ketum PP KAMMI Irfan Ahmad.

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here