Sukacita di balik Penderitaan

0
1614

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

Yohanes 16:16-24

(16) “Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku.” (17) Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?” (18) Maka kata mereka: “Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya.” (19) Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: “Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? (20) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. (21) Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. (22) Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. (23) Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. (24) Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu.

Baca juga  ALLAH HAKIM YANG ADIL

 

Penderitaan seringkali membawa kedukaan, kekecewan, keputusasaan, dan bahkan kematian bagi manusia. Secara psikologis tak mungkin orang bersukacita dalam penderitaan.

Manusia selalu menganggap penderitaan hanyalah bencana bagi dirinya. Orang selalu mempunyai anggapan bahwa menjadi orang Kristen adalah hidup dalam kesenangan dan tanpa penderitaan. Hal itu kini menjadi trend dalam hidup kebanyakan orang Kristen. Mereka cenderung menganut teologi kemakmuran, di dalam Tuhan semua menjadi beres, tidak perlu menderita.

Namun, di sinilah letak kelemahan kita dalam menghayati firman Tuhan. Kita lupa bahwa dalam Alkitab banyak dikisahkan orang-orang yang mengalami penderitaan namun hidup dalam sukacita atau pada akhirnya mengalami sukacita. Dapat disebutkan di sini misalnya, Petrus dan murid-murid Yesus lainnya, Rasul Paulus, dan Bapa-Bapa Gereja yang mengalami penganiayaan pada zamannya. Mereka menderita tapi tetap bersukacita. Tuhan Yesus sendiri telah menunjukkan bukti yang jelas bahwa kesengsaraan dan penderitaan membuahkan kemenangan. Itulah sukacita yang tak ternilai harganya.

Boleh dikatakan dalam konteks masyarakat dewasa ini, baik dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat maupun dalam kehidupan bergereja, sepertinya kita diselimuti oleh berbagai penderitaan yang tidak pernah berhenti, lalu mencoba menafsirkan penderitaan itu dari berbagai sudut tanpa ada kesimpulan yang pasti. Kita jangan hanya menghakimi keadaan, tetapi perlu mencari solusi terhadap penderitaan ini, dan tetap bersyukur bahwa penderitaan-penderitaan itu tidak hanya membuahkan dukacita semata tetapi juga sukacita. Sebab penderitaan mempunyai dua sisi. Sisi yang pertama adalah penderitaan itu muncul karena kesalahan manusia sendiri. Sisi yang kedua adalah Tuhan mengizinkan penderitaan itu berlangsung, supaya di dalamnya kita menemukan sukacita ketika kita tekun menghadapinya.

Marilah kita belajar menghayati semua penderitaan yang kita alami saat ini. Biarlah kita tetap bersabar dalam penderitaan itu, bersyukur dalam segala hal dan bersukacita senantiasa dalam Tuhan. Karena orang yang senantiasa bersyukur kepada Tuhan akan dapat berdiri tegak menghadapi penderitaan apa pun. Kasih dan kedamaian akan selalu menyertai kita. Amin.

Baca juga  ALLAH HAKIM YANG ADIL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here