Kita Harus Memilih: Terang atau Gelap

0
3066

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

Efesus 5:1-21

(1) Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih (2) dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. (3) Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. (4) Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. (5) Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. (6) Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. (7) Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. (8) Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, (9) karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, (10) dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. (11) Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. (12) Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. (13) Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. (14) Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” (15) Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, (16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (17) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. (18) Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, (19) dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. (20) Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita (21) dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Baca juga  Intip Pasar Indonesia, Protech Tawarkan Produk Ramah Difabel

 

Kalau kita termasuk golongan orang percaya atau orang Kristen yang rajin dan dengan penuh ketekunan membaca Firman Tuhan, maka di sana kita menemukan hal-hal yang sangat indah, yang dapat membangun Rohani dan iman kita kepada Tuhan. Firman Tuhan itu memberikan kepada kita suatu perasaan yang segar dalam hidup ini, memberi kita kedamaian dan sejahtera. Dalam 2 Tesalonika 3:16 dikatakan bahwa Firman itu merupakan ilham dari Allah yang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, untuk menuntun (mendidik) ke dalam kebenaran. Bukan itu saja, dalam Firman Tuhan juga banyak hal mulia yang kita temui, seperti nasihat-nasihat, sapaan-sapaan Tuhan Yesus terhadap murid-murid-Nya.

Semua yang terkandung dalam Firman Tuhan itu mengandung nilai Missio Christy (Misi Kristus) yang harus kita lakukan sebagai orang-orang yang telah menerima Kristus atau sebagai orang Kristen di zaman sekarang. Dalam Injil Matius 5:13-16 misalnya, Yesus menginginkan kita menjadi garam dan terang dunia. Sedangkan dalam bacaan hari ini, Efesus 5:1-21, Rasul Paulus mengingatkan kita untuk hidup sebagai ‘anak-anak Terang’. Artinya, hidup kita harus tampil dengan kekhasannya (sebagai pengikut Kristus) yang jauh berbeda dengan gaya anak-anak kegelapan (orang-orang yang masih berkancah dalam dosa).

Sekarang timbul pertanyaan: Mengapa banyak orang Kristen tidak mampu menjadikan dirinya sebagai terang? Jawaban yang jelas ialah bahwa banyak orang masih memilih dan hidup dalam perbuatan-perbuatan kegelapan (Efesus 5: 11-13). Kalau masih ada orang Kristen yang masih hidup seperti itu, maka perlu dipertanyakan kualitas kekristenannya. Malah dapat dikatakan dia telah kehilangan ciri-ciri kekristenannya. Apakah ciri-ciri kekristenan itu? Di sini dapat disebutkan beberapa hal saja, yaitu kejujuran, kebenaran, kesopanan dan kasih.

Baca juga  DUNIA TERANCAM RESESI

Jika disebutkan bahwa “Kita harus memilih Terang atau Gelap”, itu berarti, kita diharuskan untuk memilih; kita harus punya komitmen yang tepat dan tetap. Kita bukan orang yang tidak punya pendirian. Kalau kita yakini bahwa kita percaya kepada Kristus, maka kita terhitung sebagai anak Terang. Sebagai anak Terang, kita harus menyadari ciri hidup kita yang harus kita amalkan. Ingat, masih banyak orang Kristen berkata: Aku anak-anak Terang, tetapi hidupnya masih bernafaskan kegelapan. Tentu ini keliru. Kita harus memilih antara terang dan gelap. Pilihan kekristenan adalah terang dan sungguh-sungguh hidup di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here