Renungkan Kembali: Kita Harus Menghormati Orang Tua

0
1786

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

Ulangan 5:16

Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

 

“Hormatilah ayahmu dan ibumu.” Perintah ini patut diingat dan dijunjung setinggi-tingginya oleh setiap anak. Yang perlu kita perhatikan di sini adalah Tuhan menghendaki setiap anak menghormati orang tuanya. Kedua-duanya, baik ayah maupun ibunya.

Janji Allah bagi setiap anak yang hormat kepada orang tua adalah: “Supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” Bagi umat Israel, tanah yang dimaksudkan adalah tanah Kanaan. Bagi kita sekarang ini, sebagai umat Israel yang baru, tanah itu tak lain adalah surga yang abadi. Mengenai hal ini Paulus berkata: “Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka (Ibrani 11:16). Camkanlah: kerinduan kita untuk masuk surga, dipertaruhkan melalui sikap hormat kita kepada orang tua. Karena itu, wahai anak-anak, hormatilah orang tuamu!

Setiap orang tua, apa pun keadaannya, harus dihormati. Tidak pandang apakah seorang anak kini jauh lebih pandai, lebih kaya, lebih terpandang dari orang tuanya, hukum ini tetap berlaku. Ia harus menaruh rasa hormat yang dalam. Orang tua tetaplah harus dihormati, bukan saja ketika mereka masih kuat tetapi juga ketika mereka mulai renta dan lemah.

Ayat-ayat berikut ini kiranya dapat membantu kita untuk melihat betapa perintah menghormati orang tua harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya dan sepenuh-penuhnya.

Imamat 19:3: “Setiap orang di antara kamu haruslah menyegani ibunya dan ayahnya …”

Baca juga  ALLAH HAKIM YANG ADIL

Imamat 20:9: “Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri” (bnd. Imamat 24:15).

Amsal 20:20: “Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.”

Amsal 30:17: “Mata yang mengolok-olok ayah, dan enggan mendengarkan ibu akan dipatuk gagak lembah dan dimakan anak rajawali.”

Efesus 6:1-3: Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.”

Kolose 3:20: Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.”

Jika kita perhatikan perintah Tuhan di atas dengan ayat-ayat yang disebutkan maka kita melihat janji Tuhan yang dahsyat: “Supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan kepadamu.” Inilah berkat yang berharga bagi setiap anak, karena dapat mengalami masa depan dalam kemurahan Tuhan.

Tapi juga perhatikanlah hukuman Tuhan bagi mereka yang tidak menghormati orang tuanya. Dahsyat juga bukan? Orang yang durhaka terhadap orang tuanya setara dengan orang yang dihukum mati!

Tuhan Yesus, dari usia kanak-kanak sampai dewasa berbakti bagi orang tuanya. Yesus mulai melakukan pekerjaan pelayanan-Nya mulai dari usia 30 (Ia mati di kayu salib pada umur 33 tahun, setelah 3 tahun melayani). Selama 30 tahun ia berbakti bagi keluarga-Nya. Ia mewujudkan rasa hormat pada orang tua-Nya dengan membantu mereka.

Jika Tuhan memberi perintah agar anak-anak menghormati orang tuanya, maka orang tua harus mengingat hal ini sebagai pesan penting bagi dirinya juga. Mereka bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya. Orang tua sejak dini harus menanamkan disiplin ini kepada anaknya. Rasa hormat anak lahir dari sebuah hubungan kasih antara orang tua dan anak.

Baca juga  Tak Sekalipun Tuhan Ingkar Janji (2)

Anak adalah ‘titipan’ Tuhan yang harus dibina dan diperlakukan secara manusiawi. Apa yang dilakukan orang tua kepada anak tidak boleh dianggap ‘utang’ yang kemudian dituntut untuk ‘dibayar’. Segala pengorbanan orang tua adalah kewajiban yang harus diberikan. Jika hal ini dilakukan dengan sepenuh hati, maka anakpun tanpa dituntut akan menunjukan sikap respeknya.

Janganlah membuat hati anak-anak menjadi tawar. Orang tua harus mendorong mereka terus-menerus ke arah yang baik. Ajarilah mereka tanpa henti untuk mengenal dan merasakan kasih Tuhan. Bagaimana caranya? Kita sendiri hidup dalam kehangatan kasih Tuhan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here