Oleh: Oka Bagas S
Kita tiba pada bagian yang terpenting. Setiap orang yang mau diampuni dosanya, harus memakai cara yang ditetapkan Allah. Orang yang memakai caranya sendiri, atau cara yang diajarkan oleh orang yang sebenarnya tidak tahu, atau terjebak ke dalam cara yang diciptakan oleh iblis, pasti akan berakhir seperti Kain. Ia ditolak oleh Allah. Kain tidak percaya kepada Allah, oleh sebab itu ia tidak mau menuruti jalan yang ditentukan Allah.
Biasanya orang-orang seperti Kain tidak berusaha mengetahui jalan yang benar. Kelihatannya dia tidak peduli, apakah akan masuk Surga atau masuk Neraka. Salomo berkata, “Ada jalan disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Oh, banyak sekali orang yang seperti Kain di dunia ini. Tetapi orang-orang seperti Habel juga ada. Mereka menaruh perhatian terhadap hal-hal rohani, suka menyelidik, dan ingin mengetahui jalan yang benar. Mereka berusaha menyelidiki tanda-tanda yang Allah berikan. Tentu mereka akan mendapatkannya, karena tanda yang telah diberikan itu sangat jelas. Tanda-tanda itu bukan disediakan untuk orang pintar atau terpelajar saja, melainkan untuk setiap orang yang ingin diselamatkan dari penghukuman kekal di Neraka.
Disamping Allah berusaha keras untuk menyelamatkan manusia dari penghukuman, iblis juga berusaha keras untuk menghalangi usaha itu. Ia berusaha menyebarkan issue bahwa kitab Taurat, Zabur/Mazmur, dan kitab yang ditulis oleh Nabi-nabi itu telah dipalsukan. Tentu maksudnya ialah agar orang-orang tidak percaya pada tanda-tanda yang telah dituliskan. Sayang sekali, sebagian orang termakan oleh jebakannya. Seharusnya mereka berpikir sedikit. Kalau Allah sanggup menciptakan langit dan bumi, tentu Dia juga sanggup menghindarkan kitab yang telah diilhaminya dari pemalsuan. Seharusnya mereka juga berpikir bahwa kalau seseorang menyatakan sesuatu palsu, seharusnya dia pernah melihat atau memiliki yang asli. Kalau dia tidak pernah melihat atau memiliki yang asli, ada kemungkinan tindakannya dilatarbelakangi tujuan yang tidak murni. Celakanya, banyak orang hanya ikut saja, tanpa berkeinginan untuk mengetahui fakta yang sebenarnya. Seharusnya mereka tahu, bahwa tidak ada hal yang lebih penting dari hal ini. Sekali mereka salah beriman, maka akan berakibat kekal di Neraka.
Alkitab maupun sejarah, bersama-sama membuktikan bahwa hanya ada satu orang saja yang memenuhi semua tanda sebagai Penyelamat sebagaimana tertulis dalam kitab Taurat, Zabur dan Para Nabi. Orang itu dilahirkan dari keturunan Daud, di Kota Betlehem, oleh perawan yang bernama Maria, dijual oleh muridnya, disalibkan dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga dibangkitkan Allah. Tentu bukanlah suatu kebetulan kalau orang itu ternyata menggenapi semua tanda yang ditulis oleh Musa, Daud, dan Nabi-nabi jauh sebelumnya. Penghitungan tahun yang dipakai secara international, yaitu 1995, adalah tahun yang dihitung mulai dari kelahiranNya. Sebelum kelahiranNya, malaikat menampakkan diri kepada Maria untuk memberitahukan bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak. Tentu dia sangat heran karena dia tahu bahwa dirinya belum menikah. Tetapi malaikat menenangkannya sambil memberitahukannya bahwa itu akan terjadi oleh Roh Allah, dan Anak itu akan disebut immanuel, yang berarti Allah beserta kita. KelahiranNya membawa penyertaan Allah kepada kita. Maria telah bertunangan dengan seorang yang bernama Yusuf, yang secara hukum bertindak sebagai ayah dari Anak yang akan lahir. Karena itu malaikat datang dan memberitahu kepadanya, bahwa Anak itu harus diberi nama Ιησου (baca Iesou). Ιησου adalah kata bahasa Yunani yang berarti Penyelamat. Bahasa lain hanya mengambil bunyinya saja. Misalnya, dalam bahasa Indonesia Ia dipanggil Yesus, orang Arab menyebutnya Isa, bahasa Inggris menyebutnya Jesus, bahasa Tionghoa menyebutnya Yeshu.
















