Bisakah Manusia Bersabar?

0
462

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

*Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar  sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.”

*Yakobus 5:7*

 

Sabar adalah merupakan  suatu nilai yang positif (virtue). Namun selama kita hidup di dunia, kesabaran adalah merupakan tantangan yang berat. Anda pasti pernah mengalami kemacetan lalu-lintas, menunggu seseorang yang terlambat datang, mendapat rezeki, keluar dari penderitaan, sakit yang tidak kunjung sembuh dll, yang menimbulkan emosi negatif yakni emosional. Dalam keadaan emosional orang dapat   merasa tidak sabar, stress, marah, frustrasi, depresi dll. Kita juga sering mendengar orang yang bunuh diri karena panyakitnya tidak kunjung sembuh.

Buah-buah ketidak sabaran akan mendorong kita ke dalam dosa.

Berikut beberapa contoh yang terdapat dalam Perjanjian Lama:

√ Sarah yang mendorong Abraham untuk mengambil Hagar sebagai selir, sehingga melahirkan Ismael dengan keturunannya.

 

√ Patung anak lembu emas yang dibuat oleh Harun.

 

Ada pilihan apakah kita ingin hidup menurut daging atau menurut Roh (baca Galatia 5:16~26).

Pilihan ini juga tidak mudah dan pada kenyataannya lebih banyak orang yang memilih malakukan perbuatan kedagingan seperti percabulan, narkoba, korupsi,     perseteruan, iri hati, egois, mencari kemewahan dan kesenangan duniawi, dll.

Firman mengingatkan kita bahwa bila kita melakukan perbuatan-perbuatan di atas, kita tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

*”Buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran. . . . .”*

*Galatia 5:22~23*

 

Kita harus memiliki sikap untuk mengembangkan kesabaran:

• kita harus meneguhkan hati, menguatkan mental kita untuk tetap setia kepada Tuhan sampai kedatangan-Nya.

*”Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat.”*

*Yakobus 5:8*

Kita juga harus menghindari persungutan dan tidak saling menyalahkan (Yakobus 5: 9).

 

Tokoh dalam Perjanjian Lama yang menunjukkan kesabaran yang luar biasa dalam penderitaannya adalah Ayub yang patut kita teladani.

Amin

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here