Seri Kepemimpinan Kristen: Bagian III

0
465

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

*Servant Leadership*

 

*”Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.”*

*Yohanes 13:5*

 

Orang begitu mudah mengatakan ingin mengikuti keteladanan Kristus dalam melayani umat manusia. Namun, maukah anda sebagai pemimpin organisasi apapun dan sebagai pemimpin rumah tangga bersedia membasuh kaki office boy atau asisten rumah tangga anda??.

Perbuatan Kristus untuk membasuh dan menyeka kaki para murid-Nya adalah merupakan bukti nyata bawa Ia datang ke dunia ini

*bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani.*

 

Pada tahun 1970, muncul konsep baru tentang *Kepemimpinan Pelayan/Servant Leadership* yang diperkenalkan oleh

Robert K. Greenleaf.

Dalam bukunya :

“Servant Leader: A Journey Into The Nature of Legitimate Power and Greatness”

dan juga buku:

“The Culure Engine” karya S. Chris Edmund, di mana dalam kedua buku tersebut mengulas Servant Leadership yang diinspirasi dari keteladanan Kristus dalam pelayanan kepada umat manusia, sayangnya

prinsip-prinsip dari Servant Leadership lebih bernafaskan ilmu manajemen/leadership dan behavioral science.

Berikut ini beberapa prinsip dari servant leadership dari Robert Greenleaf:

• Mengembangkan para pemimpin yang lain

• Membantu orang lain yang mengalami masalah hidup

• Mau mendengar orang lain

• Punya rasa empati

• Lebih mengandalkan persuasi daripada kekuasaan (persuasiveness)

• Punya konsep

• Memahami masa lalu, realitas masa kini dan konsekuensi dari keputusan-keputusan yang diambil untuk masa depan (foresight)

• Punya komitmen untuk pertumbuhan orang lain.

• Membangun komunikasi

• Stewardship – menaruh kepercayaan kepada orang lain.

 

Kita kesampingkan konsep servant leadership dari Robert K. Greenleaf di atas, saya akan mengajak anda untuk bersama-sama menggali kepemimpinan pelayan sebagaimana difirmankan dalam Alkitab.

Baca juga  Mari Menunda Mudik Demi Keselamatan Sanak Saudara

Bentuk-bentuk pelayanan kepada Tuhan yang sekaligus juga melayani sesama adalah:

• Berdoa

• Membina hubungan baik dengan sesama

• Menjadi Worship Leader, guru sekolah minggu dan last but not least adalah menjadi pemimpin keluarga, perusahaan, yayasan, organisasi gereja, dll.

Bukankah kasih sudah dicurahkan kepada kita, sehingga kita wajib memancarkan kasih Kristus kepada orang-orang di sekitar kita termasuk orang-orang yang anda pimpin di suatu organisasi.

*”Pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”*

*Roma 5:5*

 

Kasih merupakan penggerak dan motivasi agar kepempinan anda berjalan secara efektif.

Namun, tujuan anda harus jauh dari mencari ketenaran pribadi tapi hanya untuk memuliakan Tuhan.

Kita harus melakukan kepemimpinan pelayan (service leadership) sebagaimana yang Tuhan kehendaki.

*”Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejaknya.”*

*1 Petrus 2:21*

 

Kepemimpinan pelayan dalam praktek berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya adalah sebagai berikut:

• Memperlakukan semua orang yang berada di bawah koordinasi anda, secara manusiawi, adil dan membangun  kesejahteraan material dan mental mereka.

• Melakukan motivasi dan inspirasi untuk memberdayakan mereka agar dapat menunjukkan/menghasilkan capaian yang lebih tinggi.

• Bersedia mendengar pendapat orang lain.

• Memberi penghargaan dan imbalan secara adil. Tidak ada penganakemasan.

• Bersedia memberi maaf dan tidak menaruh kebencian kepada siapa saja.

• Sebagai pemimpin harus ramah dan tidak arogan.

• Memperhatikan kehidupan sosial bagi para karyawan

(menerapkan  Work -Life Balance) termasuk memberi kesempatan kepada para karyawan untuk menjalankan ibadah mereka.

Baca juga  Mari Menunda Mudik Demi Keselamatan Sanak Saudara

• Tidak emosional dan mengumbar amarah yang berdampak negatif terhadap mentalita para karyawan (menimbulkan stress, frustrasi, depresi dan penyakit psikosomatik, serta membunuh karakter dan karir mereka).

 

Oleh sebab itu, pemimpin yang mau menjadi pelayan harus:

• meninggalkan beban dosa dan membawa imannya pada kesempurnaan – Ibrani 12:2

• Menjadi pengikut Kristus (menyangkal diri, memikul salib)

• terus berdoa agar roh dan jiwa kita  terus diperbarui oleh Roh Kudus – Efesus 4:23.

• memiliki kewenangan untuk pelayanan yakni penundukan diri –

Yakobus 4:7.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here