Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty Sebuah kemenangan didalam setiap pertandingan, umumnya membawa sukacita yang luar biasa. Ada semacam euforia yang mengikuti mereka yang mengalaminya, dan itu bisa berhari-hari, berminggu-minggu bahkan kadang berbulan-bulan. Sepintas memang kelihatan wajar dan manusiawi, tetapi kalau ditelisik lebih jauh maka sebenarnya sebuah kemenangan itu punya konsekuensi yang tidak ringan. […]
Kategori: Renungan
Yesus Selalu Bertindak Tepat
Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi Yohanes 2:1-11 (1) Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; (2) Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. (3) Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” (4) Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, […]
Panggilan Gereja: Membawa Damai Sejahtera
Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi Mazmur 85:9-14 (9) Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? (10) Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. (11) […]
Lalu Ia Berkata Kepada Mereka: Hai Kamu Orang Bodoh, Betapa Lambannya Hatimu Sehingga Kamu Tidak Percaya Segala Sesuatu Yang Telah Dikatakan Para Nabi
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Peristiwa duka seputar kematian Yesus yang menghunjam kedirian para murid, agaknya hampir menghapus berbagai memori penting yang tersimpan dalam filling pemikiran para murid. Mereka melupakan hal-hal fundamental berhubungan dengan iman mereka, mereka terfokus pada peristiwa kematian Yesus yang bagi mereka adalah sang hero yang menjanjikan pembebasan dan masa depan. […]
Pikirkan Sesamamu
Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty Kecenderungan kuat utama manusia dimanapun, selalu memikirkan diri sendri, kepentingan sendiri dan ujung-ujungnya adalah.. ingat diri. Karena dirinya dianggap sangat berharga dan karena itu harus menjadi prioritas utama/primer, dan dengan demikian sesama menjadi yang sekunder. Ini sangat-sangat wajar dan sangat manusiawi, tetapi tidak Rokhani dalam perspektif Iman. Mengapa? Karena Allah […]
Refleksi Pdt. David Tong Tentang Kegagalan Ahok dalam Pilgub Putaran ke-2
Upaya Ahok yang gagal dalam Pilgub DKI Putaran ke-2 masih tidak ada bedanya dengan kegagalan yang dialami oleh beberapa pemimpin besar lainnya dalam kehidupan. Sebagai pertimbangan, misalnya, Abraham Lincoln: 1832 Dikalahkan untuk badan legislatif negara bagian 1833 Gagal dalam berbisnis 1835 Istri tersayang meninggal 1836 Mengalami gangguan saraf […]
Semper Avarus Eget: Orang Yang Serakah Selalu Menuntut.
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Manusia yang tengah menapaki kehidupan di kefanaan dunia sekarang ini benar-benar manusia yang amat majemuk dan beragam dilihat dari berbagai aspek. Kultur, etnik, agama, afiliasi politik, aliran keagamaan, edukasi, kesemuanya memberi warna tersendiri bagi kedirian seorang manusia. Oleh karena itu manusia diberi sebutan atau predikat yang bermacam-macam. Ada orang yang dicap […]
Our Greatest Glory is Not in Never Failing, But in Rising Up Every Time We Fail (R.W. Emerson)
Oleh: Pdt. Weinata Sairin Dimanakah letak “kebesaran” seseorang? Pertanyaan ini bisa mendapat jawaban yang beragam dari setiap orang. Tergantung dari perspektif, sudut pandang, angle mana seseorang memberi jawab. Jawaban itu juga amat ditentukan oleh _siapa_ yang menjawab, kulturnya, etnik dan pendidikannya. Ada yang berpandangan bahwa ‘kebesaran’ atau ‘kehebatan’ seseorang itu tergantung pada aspek genetiknya. […]
Kebaikan Tidak Pernah Jatuh di Tanah
Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty. Setiap kontestasi dalam “perebutan kekuasaan” adalah bagaikan sebuah pertandingan, yang tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Karena itu, kemenangan pasti disyukuri tetapi tidak perlu jumawa dan berlebihan sampai lupa diri. Karena yang menang ditunggu untuk memberi diri melayani orang banyak, bukan hanya untuk dinikmati dalam pesta pora […]
Pesta Sudah Usai, Mari Siap-Siap Kerja Lagi
Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty Selama hampir 3 bulan lebih, sebagai warga Jakarta kita semua disibukkan oleh kemeriahan “pesta pora demokrasi” Pilkada DKI-Jakarta. Begitu banyak energi telah dikeluarkan, bahkan kadang terbuang sia-sia dan hampir mempolarisasi warga ibukota yang terkotak-kotak sebagai pemilih. Sekarang kita harus legowo dan rasional menerima hasil nyata yang sudah ada […]
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.




