Dibalik Sebuah Kemenangan

0
398

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty

 

 

Sebuah kemenangan didalam setiap pertandingan, umumnya membawa sukacita yang luar biasa. Ada semacam euforia yang mengikuti mereka yang mengalaminya, dan itu bisa berhari-hari, berminggu-minggu bahkan kadang berbulan-bulan. Sepintas memang kelihatan wajar dan manusiawi, tetapi kalau ditelisik lebih jauh maka sebenarnya sebuah kemenangan itu punya konsekuensi yang tidak ringan.

 

Karena dibalik kemenangan itu, sang pemenang harus bersiap diri dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi tugas dan tanggungjawab yang tidak ringan.Itulah sebabnya ada ungkapan, “lebih mudah merebut daripada mempertahankan”. Lain soalnya kalau motivasi untuk menang itu hanya untuk memuaskan nafsu kekuasaan, dan bukan untuk melayani secara bertanggungjawab.

 

Apa yang baru saja terjadi di Pilkada DKI-Jkt yang menyita begitu banyak energi kita semua, memberi sebuah pelajaran berharga baik bagi yang kalah maupun yang menang. Yang kalah harus jadikan moment ini sebagai kesempatan introspeksi diri dan mawas diri. Sedangkan yang menang harus sudah mulai persiapkan diri dan mental untuk tugas tugas yang maha berat untuk ukuran Jakarta sebagai Ibukota negara yang masalahnya multi dimensional. Apalagi pejabat yang lama telah meletakkan sebuah standart tinggi didalam kinerja, sistem kerja, mental bersih, jujur, berani melawan korupsi yang bisa disebut sebagai “prima legazy”.

 

Sebagai warga Jakarta yang sudah ikut serta didalam Pilkada pada tanggal 19 April 2017 yang lalu, tentu kita semua harus bersiap diri untuk terus memberi dukungan bagi pejabat baru, dan memberi penghargaan bagi pejabat lama yang sudah berprestasi. Yang merasa menang tidak usah terlalu lupa diri, sedangkan bagi yang merasa kalah sudah harus “move-on” dan bersama menatap masa depan.

Baca juga  FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

 

Kita beri kesempatan bagi pejabat baru minimal 1(satu) tahun kedepan, apakah mampu meneruskan prestasi hebat pejabat lama, atau cuma janji-janji kosong yang tidak sanggup dikerjakan, karena terlalu muluk, tidak rasional atau memang karena kemampuannya tidak setara. Disinilah rahasia dibalik judul akan terjawab, “Dibalik Sebuah Kemenangan”. Ada 2(dua) hal yang akan terjadi, kalau berhasil dan mampu meneruskan bahkan meningkatkan dianggap biasa saja. Tetapi kalau gagal dan tidak mampu, maka akan menimbulkan kekecewaan yang luarbiasa terutama bagi yang sudah memilihnya. Mari kita doakan bersama, agar semua yang terbaik bagi Ibukota Jakarta akan menjadi kenyataan. Semoga!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here