SATU TAHUN JOKOWI-MA’RUF

0
38

SATU TAHUN JOKOWI-MA’RUF

 

Oleh:
Yonge Sihombing, SE., MBA
Prof. Dr. Gimbal Dolok Saribu MM
Prof. Dr. Laurence A. Manullang MM, SE, SP
Dr.med.dr. Sarmedi Purba SpOG
Dr. Haposan Siallagan, SH., MH
Dra. Murniati Tobing, M.Si
Amistan Purba, SE., S.Si, MM
Ir. Hamonangan Manurung, MM

 

A. Pendahuluan

 

Hari ini 20 Oktober 2020 genap usia pemerintahan Jokowi-Ma’ruf satu tahun. Pelantikan kedua Jokowi sebagai Presiden ke-7 Indonesia digelar di Gedung DPR/MPR, Jakarta pada tanggal 20 Oktober 2019. Pasangan calon ini memenangi pemilihan umum presiden dengan persentase suara 55,50%. Adapun visi dan misi yang diusung oleh Jokowi-Ma’ruf adalah sebagai berikut:

Visi:

“Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong.”

Misi:

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia.
2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.
3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan.
4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.
5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.
6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.
7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.
8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya.
9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.

B. Hadir Pada Acara Pelantikan Jokowi-Ma’ruf

Hadir Pada Acara Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, yaitu: Iriana, Ibu Negara Republik Indonesia, Mufidah Jusuf Kalla, istri Jusuf Kalla, Ibu Wakil Negara Republik Indonesia, Wury Estu Handayani, istri KH Ma’ruf Amin, Ibu Wakil Negara Republik Indonesia terpilih, Megawati Soekarnoputri Presiden Republik Indonesia ke-5 dan Wakil Presiden Republik Indonesia ke-8, Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI ke-8 Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9, Boediono Wakil Presiden ke-11. Hadi Tjahjanto, Panglima TNI Tito Karnavian, Kapolri, Puan Maharani, Ketua DPR La Nyalla Mattalitti.

Ketua Ketua DPD Anwar Usman, Ketua Mahkamah Konstitusi Akbar Tanjung, Ketua DPR ke-13 Agung Laksono, Ketua DPR ke-14 Ginandjar Kartasasmita, Ketua DPD ke-1 Irman Gusman. Ketua DPD ke-2 Oesman Sapta Odang, Ketua DPD ke-4 Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan, Basuki Tjahaja Purnama, mantan Gubernur DKI Jakarta Prabowo Subianto, Calon Presiden nomor urut 2 yang sebelumnya bersaing dengan Jokowi dan Ma’ruf Amin Sandiaga Uno, Calon Wakil Presiden yang mendampingi Prabowo Subianto.

Dari Luar negeri hadir: Scott Morrison, Perdana Menteri Australia Hassanal Bolkiah, Sultan Brunei Hun Sen, Perdana Menteri Kamboja Wang Qishan, Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok Mswati III, Raja Eswatini (Swaziland, Afrika) Norihiro Nakayama, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang (perwakilan khusus) Saleumxay Kommasith. Menteri Luar Negeri Lao Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia Henry Van Thio, Wakil Presiden Myanmar Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Singapura, Noh Young-min, Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan (perwakilan khusus) Teodoro Locsin Jr., Sekretaris Luar Negeri Filipina (perwakilan khusus), Soewarto Moestadja, Menteri Ketenagakerjaan Suriname (perwakilan khusus) Wissanu Krea-ngam. Wakil Perdana Menteri Thailand Nahyan bin Mubarak Al Nahyan, Menteri Toleransi Uni Emirat Arab (perwakilan khusus). Elaine Chao, Menteri Perhubungan Amerika Serikat (perwakilan khusus) Đặng Thị Ngọc Thịnh, Wakil Presiden Vietnam.

C. Pidato Jokowi

Berikut Pidato Jokowi Usai Dilantik Jadi Presiden RI 2019-2024 (Detiknews.com, 20/10)

Bapak, Ibu, Saudara-Saudara sebangsa dan setanah air. Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2045, pada satu abad Indonesia merdeka, mestinya, Insya Allah, Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan, menurut hitung-hitungan, Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita. Itulah Target kita bersama. Mimpi kita di tahun 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai US$ 7 triliun. Dan Indonesia sudah masuk ke 5 besar ekonomi dunia, dengan kemiskinan mendekati nol persen. Kita harus menuju ke sana. Kita sudah hitung-hitung, kita sudah kalkulasi, target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai.

Namun, semua itu tidak datang otomatis, tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras, dan kita harus kerja cepat, harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif. Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Harusnya inovasi bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya. Ini cerita sedikit, 5 tahun yang lalu, tahun pertama saya di istana, saya mengundang pejabat dan masyarakat untuk halalbihalal, protokol meminta saya untuk berdiri di titik itu, saya ikut. Tahun kedua, ada halalbihalal lagi, protokol meminta saya berdiri di titik yang sama, di titik itu lagi.

Langsung, saya bilang ke Mensesneg, “Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, ini akan menjadi kebiasaan di titik itu lagi. Dan itu akan dianggap sebagai aturan dan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang. Duduknya apa, berdirinya di titik itu terus.” Ini yang namanya monoton dan rutinitas. Sekali lagi, mendobrak rutinitas adalah satu hal. Meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas. Jangan lagi kerja kita berorientasi pada proses, tapi harus berorientasi pada hasil, hasil yang nyata. Saya sering ingatkan ke para menteri, tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi tugas kita adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati pembangunan.

Seringkali birokrasi melaporkan bahwa program sudah dijalankan, anggaran telah dibelanjakan, dan laporan akuntabilitas telah selesai. Kalau ditanya, jawabnya “Program sudah terlaksana Pak.” Tetapi, setelah dicek di lapangan, setelah saya tanya ke rakyat, ternyata masyarakat belum menerima manfaat. Ternyata rakyat belum merasakan hasilnya. Sekali lagi, yang utama itu bukan prosesnya, yang utama itu adalah hasilnya. Cara mengeceknya itu mudah. Cara mengeceknya itu mudah. Lihat saja ketika kita mengirim pesan melalui SMS atau WA. Di situ ada sent, artinya telah terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima. Tugas kita itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent.

Saya tidak mau birokrasi pekerjaannya hanya sending-sending saja. Saya minta dan akan saya paksa, bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi kita itu menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat. Para hadirin dan seluruh rakyat Indonesia yang saya banggakan. Potensi kita untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah sangat besar. Saat ini, kita sedang berada di puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif, jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif.

Baca juga  FILM THE RAID: REDEMPTION DAN THE RAID 2: BERANDAL SUDAH BISA DITONTON DI BIOSKOP ONLINE

Ini adalah tantangan besar dan sekaligus juga sebuah kesempatan besar. Ini menjadi masalah besar jika kita tidak mampu menyediakan lapangan kerja. Tapi akan menjadi kesempatan besar jika kita mampu membangun SDM yang unggul, Sumber Daya Manusia yang unggul. Dan, dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan dengan didukung ekosistem ekonomi yang kondusif. Oleh karena itu, 5 tahun ke depan yang ingin kita kerjakan. Pertama, pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama kita. Membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama dengan kita.

Itu pun tidak bisa diraih dengan cara-cara lama, cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita. Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan, dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri. Yang kedua, pembangunan infrastruktur akan kita lanjutkan. Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.

Yang ketiga, segala bentuk kendala regulasi harus kita sederhanakan, harus kita potong, harus kita pangkas. Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Yang pertama, Undang-undang Cipta Lapangan Kerja. Kedua, Undang-undang Pemberdayaan UMKM. Masing-masing undang-undang tersebut akan menjadi Omnibus law, yaitu satu undang-undang yang sekaligus merevisi beberapa undang-undang, bahkan puluhan undang-undang. Puluhan undang-undang yang menghambat penciptaan lapangan kerja, akan langsung direvisi sekaligus. Puluhan undang-undang yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi sekaligus.

Yang Keempat, penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong. Birokrasi yang panjang harus kita pangkas. Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa enggak kebanyakan? Saya akan minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, yang menghargai kompetensi. Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat dan para birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan. Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, sekali lagi, saya pastikan, pasti akan saya copot.

Pada akhirnya, yang kelima adalah transformasi ekonomi. Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Para hadirin dan seluruh rakyat Indonesia yang saya muliakan, pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya, atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin, dan atas nama seluruh rakyat Indonesia, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Muhammad Jusuf Kalla, yang telah bahu-membahu menjalankan pemerintahan selama 5 tahun terakhir.

Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh lembaga-lembaga negara, kepada jajaran aparat pemerintah, TNI dan Polri, serta seluruh komponen bangsa yang turut mengawal pemerintahan selama 5 tahun ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Mengakhiri pidato ini, saya mengajak Bapak, Ibu dan saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk bersama-sama berkomitmen: “Pura babbara’ sompekku…Pura tangkisi’ golikku.”

“Layarku sudah terkembang…Kemudiku sudah terpasang.” Kita bersama Menuju Indonesia maju. Terima kasih, Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia.

C. Kabinet Indonesia Maju

Usai dilantik, Presiden Jokowi mengumumkan daftar para menteri di Istana Negara Jakarta, Rabu (23/10/19). Berikut nama-nama menteri Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 (tribunnews.com, 20/10):

1. Menko. Bidang Politik Hukum dan Keamanan: Mohammad Mahfud
2. Menko. Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menko. Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Muhajir Effendy
4. Menko. Bidang Kemaritiman dan Investasi: Luhut Binsar Pandjaitan

5. Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
6. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
7. Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
8. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Marsudi
9. Menteri Agama: Fachrul Razi
10. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasonna Laoly

11. Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati
12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
13. Menteri Kesehatan: dokter Terawan
14. Menteri Sosial: Juliari Batubara
15. Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziah
16. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
17. Menteri Perdagangan: Agus Suparmanto

18.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arifin Tasrif
19. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
20. Menteri Perhubungan: Budi Karya
21. Menteri Komunikasi dan Informatika: Johnny G. Plate
22. Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
23. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
24. Menteri Kelautan dan Perikanan: Edhy Prabowo

25. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Abdul Halim Iskandar
26. Menteri Agraria, Tata Ruang, dan Kehutanan: Sofjan Jalil
27. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
28. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Tjahjo Kumolo
29. Menteri BUMN: Erick Thohir
30. Menteri Koperasi dan UKM: Teten Masduki

31. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Wishnutama
32. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Gusti Ayu Bintang Darmavati
33. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
34. Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali
35. Kepala Staf Kepresidenan: Moeldoko
Sekretaris Kabinet: Pramono Anung
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Bahlil Lahadalia
Jaksa Agung: ST Burhanuddin

D. Capaian Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Di Tengah Pandemi Covid-19

Berikut ini adalah capaian-capaian Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf selama satu tahun.

I. Capaian Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

1. Penanganan Covid-19 semakin baik. Hingga 11 Oktober, rata-rata kasus aktif Covid-19 di Indonesia 19,97 persen, lebih rendah dari rata-rata aktif Covid-19 dunia yang mencapai 22,1 persen (jpnn.com, 12/10/2020);
2. Awal November, akan dimulai vaksinasi Covid-19. (detikhealth.com, 12/10/2020).
3. Presiden Joko Widodo, telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. (Antaranews.com, 7/10/2020);
4. Pemulihan Ekonomi Nasional telah membuah hasil yang signifikan, hingga tanggal 12 Oktober 2020, subsidi gaji/upah telah tersalurkan kepada 11,9 juta pekerja. (Liputan6.com, 13/10/2020);
5. Penyerapan pagu anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai 48 persen, atau Rp331,9 triliun dari pagu sebesar Rp695 triliun. “Di September terjadi kenaikan sebesar Rp315 triliun, dan sampai dengan 7 Oktober juga terjadi kenaikan sebesar 16,46 persen. (Beritasumut.com, 13/10/2020);

Baca juga  Doni Monardo: Kerumunan Manusia Menimbulkan Penularan COVID-19 dan Dapat Berakibat Fatal

II. Capaian Untuk Mengantisipasi Resesi Ekonomi

1. Di kuartal kedua, sektor pertanian tumbuh positif sebesar 16,24 persen (Merdeka.com, 6/8/2020);
2.Investasi semester I/2020 mencapai Rp402,6 triliun atau 49,3 persen dari target pada tahun ini (Kompas.com, Rabu, 22/07/2020);
3. Kinerja industri manufaktur mulai merangkak naik pada kuartal III tahun 2020 (Republika. co.id, 16/10);
4. Indeks Manufaktur Indonesia di kuartal III-2020 sebesar 44,91 persen (Bisnis.com,14/10/2020);
5. Belanja pemerintah secara umum telah mencapai Rp. 1.068,9 triliun (39%) per bulan Juni 2020 dari total anggaran sebesar Rp. 2.739,2 triliun (Setkab.go.id, 8/9/2020);
6. Belanja Kementerian/Lembaga per bulan Juni 2020 telah terserap sebesar Rp. 350,4 triliun atau 41,9% dari total anggaran (Setkab.go.id, 8/9);
7. Secara umum neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari – Juni 2020 berada dalam kondisi surplus sebesar US$ 5,5 miliar, dengan total ekspor sebesar US$ 76,4 miliar (Setkab.go.id, 8/9/2020);
8. Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk usaha mikro sudah tersalurkan 100 persen atau kepada 9 juta penerima (Tempo.co, 7/10/2020);
9. Sedang dikembangkan sejumlah model koperasi bagi nelayan dan petani di berbagai bidang, seperti beras, garam, ikan, dan kelapa sawit; (KabarFaktual.com,7/10/2020);
10. Mendorong petani dan nelayan berkelompok dalam jumlah besar agar mempunyai skala ekonomi yang efisien sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan (Meidaemiten.com, 7/10/2020);

11. Telah dilakukan pendampingan dalam pembangunan model-model usaha berkelompok untuk para nelayan, baik di bidang budidaya, perikanan tangkap, dan juga pemasaran (Radarbangsa. com,7/10/2020);
12. Mendorong produksi garam yang sesuai standar garam industri di tanah air;
13. 18 Lembaga dibubarkan, separuhnya dibentuk pada era SBY;
14. UU Cipta Kerja (Omnibus Law) disahkan;
15. Bank Dunia dukung Omnibus Law Pemerintahan Jokowi dan DPR (CNN Indonesia, 16/10/2020);
15. Bank Dunia dukung langkah PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) (CNN Indonesia, 16/10/2020);

III. Capaian Pembangunan

1. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan perbatasan di Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), Di Provinsi Kalimantan, secara bertahap terus membangun jalan paralel perbatasan Indonesia-Malaysia sepanjang 1.910,11 Km yang berada di tiga provinsi yakni Provinsi Kalimantan Barat sepanjang 811,32 Km, Kaltim sepanjang 412,59 Km, dan Kaltara sepanjang 770,25 Km. (Sindonews.com, 6/10/2020);
2. Pembangunan Tol Manado-Bitung Ruas Manado-Danowudu Sepanjang 26 Kilometer. Direktur Utama PT JMB George I.M.P. Manurung menjelaskan bahwa jalan tol Manado—Bitung akan dioperasikan secara bertahap. Ruas yang direncanakan dioperasikan dalam waktu dekat adalah Manado—Danowudu sepanjang 26,35 Km. (Bisnis.com, 8/9/2020);
3. Peresmian Tol Pekanbaru-Dumai, Basuki mengatakan peresmian tol sepanjang 131 kilometer itu membuat jaringan Trans Sumatra yang telah beroperasi semakin bertambah. (Medcom.id, 25/9/2020);

4. Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya bakal mulai beroperasi pada akhir 2022. Adapun tahapan konstruksi proyek pembukaan jalur kereta semi cepat ini bakal dimulai pada tahun 2020. (Kompas.com, 6/8/2020)
5. Pangkas Proses Transaksi dan Efisiensikan Biaya. Efisiensi biaya dari National Logistic Ecosystem (NLE) besarnya Rp1,5 triliun dari daerah Batam dan saat ini importir melakukan sampai 17 transaksi layanan, namun dengan NLE hanya diputuskan 1 kali. Pernyataan tersebut disampaikan Menko. Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Konferensi Pers Bersama Ekosistem Logistik Nasional secara virtual, Kamis (24/9). (beritaterkini.co.id, 26/9/2020);
6. Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet 2020. (suara.com, 24/9/2020);

7. Pembangunan Pendidikan dan pelatihan vokasi industri 4.0 (sindonews.com, 6/3/2019);
8. Pembangunan Science Techno Park (bbpt.go.id, 9/5/2015);
9. Percepatan penurunan kematian ibu dan stunting. (sonora.id, 29/9/2020);
10. Pembangunan Infrastruktur TIK untuk transformasi digital (timesindonesia.co.id, 24/9/2020);
11. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra Aceh-Lampung (cnbcindonesia.com, 1/10/2020);
12. Pembangunan KA Kecepatan Tinggi Pulau Jawa (Jakarta-Semarang dan Jakarta-Bandung). (detikfinance.com, 5/2/2019);
13. Pembangunan KA Makassar Pare-Pare. (antaranews.com, 5/4/2019);

14. Pembangunan Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu. (maritim.go.id, 8/3/2019);
15. Pembangunan 18 Waduk Multiguna, diperkirakan menelan investasi sebesar Rp142,70 triliun. (bisnis.com, 10/1);
16. Pembangunan Pembangkit Listrik 27.000 MW, Transmisi 19.000 KMs, Gardu Induk 38.000 M/A. (sonora.id, 29/9/2020);
17. Pembangunan dan pengembangan kilang minyak;
18. Pembangunan Pipa gas bumi Trans Kalimantan;
19. Pembangunan sistem angkutan umum massal di 6 wilayah kota metropolitan;

20. Pembangunan pengamanan pesisir lima kota pantura Jawa;
21. Pembangunan Infrastruktur jaringan gas kota untuk 4 juta sambungan;
22. Pemulihan 4 daerah aliran sungai kritis;
23. Pembangunan Jembatan udara 37 rute di Papua;
24. Pembangunan Jalan trans pada 18 pulau tertinggal, terluar, dan terdepan;
25. Pembangunan Jalan Trans Papua Merauke-Sorong Akses air minum perpipaan 10 juta sambungan;

26. Pembangunan Akses sanitasi limbah domestik;
27. Pembangunan Rumah susun perkotaan 1 juta;
28. Pembangunan Penguatan sistem peringatan dini bencana;
29. Pembuatan fasilitas pengolahan limbah B3;
30. Pembangunan Proyek Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Unitisasi Gas – Jambaran Tiung Biru (JTB), Bojonegoro, Jawa Timur, milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) – anak perusahaan PT Pertamina (Persero). (cnbcindonesia.com, 30/9/2019).

IV. Proyek Prioritas

41 proyek prioritas strategis nasional yang akan dibangun pada 2021(Bisnis.com, 24/2/2020):

1. 10 Destinasi wisata prioritas (Danau Toba, Borobudur, Lombok-Mandalika, Labuan Bajo, Manado-Likupang, Wakatobi, Raja Ampat, Bromo-Tengger-Semeru, Bangka-Belitung, Morotai);
2. 9 Kawasan industri luar Jawa dan 31 Smelter ;
3. Penguatan jaminan usaha dan 350 korporasi petani-nelayan;
4. Industri 4.0 di lima subsektor prioritas;
5. Pembangunan energi terbarukan berbasis kelapa sawit;

6. Revitalisasi tambak di sentra produksi Udang dan Bandeng;
7. Integrasi pelabuhan perikanan dan fish market bertaraf internasional;
8. Pembangunan wilayah Batam-Bintan;
9. Pengembangan wilayah metropolitan Palembang, Banjarmasin, Makassar, dan Denpasar;
10. Pengembangan Kota Baru Maja, Tanjung Selor, Sorong;

11.  Ibu Kota Negara (IKN);
12. Pemulihan Pasca-Bencana;
13. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN);
14. Wilayah adat Papua;
15. Pendidikan dan pelatihan vokasi industri 4.0;
16.  Pembangunan Science Techno Park;
17. Integrasi Pembangunan Sosial;
18. Percepatan penurunan kematian ibu dan stunting;

Baca juga  Pdt. Bernard T.P. Siagian, M.Th. (Calon Sekjen HKBP): Kalau Terpilih Menjadi Sekjen HKBP, Saya akan Memajukan Kembali Institusi Pendidikan HKBP & Bangun Universitas HKBP di Jakarta

19. Infrastruktur TIK untuk transformasi digital;
20. Jalan Tol Trans Sumatra Aceh-Lampung;
21. KA Kecepatan Tinggi Pulau Jawa (Jakarta-Semarang dan Jakarta-Bandung);
22. KA Makassar Pare-Pare;
23. Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu;
24.  18 Waduk Multiguna;
25. Pembangkit Listrik 27.000 MW, Transmisi 19.000 KMs, Gardu Induk 38.000 M/A;
26. Pembangunan dan pengembangan kilang minyak;
27. Pipa gas bumi Trans Kalimantan;

28. Sistem angkutan umum massal di 6 wilayah kota metropolitan;
29. Pengamanan pesisir lima kota pantura Jawa;
30. Infrastruktur jaringan gas kota untuk 4 juta sambungan;
31. Pemulihan 4 daerah aliran sungai kritis;
32. Jembatan udara 37 rute di Papua;
33. Jalan trans pada 18 pulau tertinggal, terluar, dan terdepan;

34   Jalan Trans Papua Merauke-Sorong;
35. Akses air minum perpipaan 10 juta sambungan;
36.  Akses sanitasi limbah domestik;
37. Rumah susun perkotaan 1 juta;
38. Penguatan sistem peringatan dini bencana;
39.  Pembuatan fasilitas pengolahan limbah B3;
40. Penguatan NSOC-SOC dan pembentukan 121 CSRT;
41. Penguatan keamanan laut Natuna;

Proyek-proyek ini dibangun untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

V. Proyek Strategis Nasional (PSN)

89 proyek direkomendasikan masuk ke daftar baru Proyek Strategis Nasional (PSN). Total nilai proyek tersebut mencapai Rp1.422 triliun.

* 15 project terkait jalan dan jembatan,
* 5 project kawasan industri,
* 5 project bandara senilai Rp5,66 triliun,
* 13 project bendungan irigasi,
* 1 project tanggul laut,
* 2 project smelter,
* 1 project penyediaan lahan, yaitu lahan gambut untuk pangan yang ada di Kalimantan Tengah,
* 5 project pelabuhan,
* 6 project kereta api,
” 13 project kawasan perbatasan,
” 13 project energi,
* 6 project air bersih,
* 1 project pengelolaan sampah,
” 3 project pengembangan teknologi termasuk drone senilai Rp7,17 triliun.

VI. Pertemuan Dengan Para Tokoh

1. Terima Sejumlah Tokoh Bangsa, Presiden Jokowi Pertimbangkan Terbitkan Perppu KPK (Setkab.go.id, 24/9/20).
2. Presiden Jokowi Terima Tokoh Lintas Agama Berharap Aksi Penyampaian Pendapat Dilakukan Dengan Kedepankan Etika. (lensanasional.co.id, 27/9/2020).

VII. Pujian dan Apresiasi dari Luar Negeri:

1. Jokowi masuk dalam daftar jajaran 20 tokoh pria di dunia yang paling di kagumi (riset YouGov);

2. Jokowi dinobatkan sebagai Tokoh Asia Paling Berpengaruh 2019 oleh harian The Straits Times; sebelumnya Pusat Studi Islam Strategis Kerajaan Yordania merilis 500 tokoh Muslim berpengaruh di dunia untuk edisi 2020 mendatang. Dalam daftar itu, di urutan 50 besar, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berada di urutan 13, di bawah Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid Al-Thani.

3. Indonesia menjadi tuan rumah forum kebencanaan dunia Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) Tahun 2022.

4. Indonesia terpilih kembali sebagai anggota Dewan IMO Kategori C periode 2020 – 2021, dan pada kesempatan itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga terpilih sebagai External Auditor IMO periode 2020 – 2023.

5. Kembali Jadi Anggota Dewan IMO, Menhub: Kita Manfaatkan Untuk Menguatkan Pembangunan Maritim

6. Peringkat RI Naik Jadi “Negara Berpendapatan Menengah ke Atas”. (voaindonesia.com, 2/7/2020);

7. Pujian terhadap Pidato Jokowi di Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) ke-75. Jokowi menyampaikan pidatonya pada Selasa (22/9) waktu New York atau Rabu (23/9) waktu Indonesia.‎ Pidato tersebut disampaikan secara virtual seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 23 September 2020. (jawapos.com, 23/9/2020);

8. Pujian dari Pemimpin Negara yang hadir pada saat Pelantikan Presiden Jokowi;

9. Pujian terhadap Jokowi dari Pemimpin Negara Sahabat pasca dilantiknya Jokowi sebagai Presiden RI, seperti halnya pujian dari Raja Salman, Raja William Alexander (Belanda), dan lainnya;

10. Pujian terhadap ketegasan Jokowi dalam menyikapi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja;

11. Pengusulan nama Jokowi sebagai nominator peraih nobel ekonomi tahun 2020. (youtube.com, liputan6tv. com, republika.co.id, hariansib. com, medanbisnisdaily. com, waspada. com, kopitimes.id, sentralberita. com, gramediapost. com, cendikiawanprotestan. com, digtara. com, gatra. com, suarakristen. com, sindonews. com, wordpress. com, suara. com, protestantpost. com, dailyclik.id, jaringannews. com, harianaceh. co.id, jelajahkepri. com, newsidak.id, beritaekspres. com, bhayangkaraperdana. com, jitunews. com, kaskus. co.id, tart jawapers. co.id, patrolinews. com, eramuslim. com, target24jamnes.com dan media lainnya)

F. Penutup

Demikianlah tulisan ini ditulis, sebagai bentuk apresiasi kami terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf yang senantiasa sungguh-sungguh melaksanakan pembangunan Indonesia untuk menuju kemajuan. Meskipun badai Covid-19 melanda Indonesia, namun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tidak berhenti dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Demikian halnya dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh profesi di Indonesia senantiasa bahu membahu dalam memperjuangkan cita-cita bangsa dan negara Indonesia. Akhirnya kami tutup tulisan ini dengan sebuah kata bijak yang mengatakan untuk mengingatkan seluruh komponen masyarakat, bangsa, dan negara: “jangan tanyakan apa yang akan diberikan negara kepadamu, tetapi tanyakan apa yang dapat anda berikan kepada negaramu”. Mari kita saling bekerjasama dalam membangun bangsa dan negara kita tercinta ini, dan mari kita untuk saling bekerjasama dalam mengatasi Covid-19 dan memacu pemulihan ekonomi nasional. Terimakasih, Merdeka, Salam Indonesia Maju.

Selamat Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf, semoga semakin maju dalam mendayung bahtera pembangunan Indonesia.

Medan, 20 Oktober 2020
Hormat Kami
Penulis

Yonge Sihombing

Yonge Sihombing, SE., MBA
(Dosen FE UNPRI Medan, Penulis Buku Jokowinomics,
Mantan Staf Ahli Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara)

 

Prof. Dr. Gimbal Dolok Saribu, MM
(Ketua STIE IGI/International Golden Institute, Jakarta, Guru Besar Universitas Mercu Buana (UMB), Ketua Umum Persatuan Guru Besar Indonesia (PERGUBI))

 

Prof. Dr. Laurence A. Manullang., MM, SE, SP
(Pendiri dan Rektor Universitas Timbul Nusantara
(STIE IBEK), Jakarta)

 

Dr.med.dr. Sarmedi Purba SpOG
Direktur PT VITA INSANI SENTRA MEDIKA Pematangsiantar

 

Dr. Haposan Siallagan, SH.,MH
Rektor Univ. HKBP Nommensen

 

Dra. Murniati Tobing, M.Si
(Kandidat Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Sumatera Utara,
Ketua Parfi Sumut)

 

Amistan Purba, S.Si, SE., MM
Dosen STIE Pengembangan Bisnis Dan Manajemen), Jakarta

 

Ir. Hamonangan Manurung, MM
(Pensiunan ASN Pemprov DKI Jakarta)
Bapak Hamonangan Baju Coklat
Dok. Di Kantor MNCTV Group, CNBC Indonesia, TransTV Jakata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here