HAAK (Hubungan Antar Agama Dan Kemasyarakatan) Paroki Cilandak Gelar Webinar: Pancasila Filosofi Dasar Implementasi Semangat Gotong Royong di Masa New Normal

0
281

HAAK (Hubungan Antar Agama Dan Kemasyarakatan) Paroki Cilandak Gelar Webinar: Pancasila Filosofi Dasar Implementasi Semangat Gotong Royong di Masa New Normal

 

Jakarta, Suarakristen.com

Pada hari Sabtu tanggal 20 Juni 2020 di adakan sebuah acara secara online melalui zoom dan you tube.Acara ini di selenggarakan oleh Seksi HAAK (Hubungan Antar Agama Dan Kemasyarakatan) Paroki Cilandak.Acara ini di bawakan oleh moderator yang bernama Heru Krisna sebagai Ketua Seksi HAAK Paroki Cilandak dan Ketua DPD ISKA JABODETABEK.Sebelum memulai acara kita semua menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kata Sambutan dari Romo Paroki Cilandak yang bernama Romo Petrus Cipto Nugroho,SCJ adalah semoga dengan pertemuan online ini kita semua tetap bersatu dan memiliki kepedulian terhadap negara Indonesia.Setiap menyanyikan lagu Indonesia Raya ia sangat terharu karena kita harus membangun jiwa-jiwa yang sehat karena Pancasila sungguh-sungguh hidup kembali dan memiliki semangat gotong royong dan membuat orang semakin mencintai Pancasila maka Pancasila Filosofi Dasar Implementasi Semangat Gotong Royong Di Masa New Normal dapat di wujudkan di tengah-tengah masyarakat.

Pembicara yang bernama Hariyono sebagai BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) ialah menurut kutipan dari Mohammad Hatta yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa tidak lagi sekedar hormat-menghormati agama masing-masing, melainkan jadi dasar yang memimpin ke jalan kebenaran,keadilan,kebaikan, kejujuran, persaudaraan dan lainnya.Negara itu memperkokoh fundamennya.Pancasila sebagai dasar negara harus bisa mengatur tata kelola negara dan kebijakan regulasi negara harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Pancasila sebagai pandangan hidup harus di miliki oleh semua masyarakat karena draft lagu Indonesia Raya yang bangunlah jiwanya sebenarnya bangunlah rakyatnya karena semua rakyat memiliki nilai-nilai Pancasila.Dimensi kebudayaan memungkinkan kita memahami bahwa pelbagai aspek,mulai dari ide, struktur sosial dan produk kebudayaan (materi) saling mempengaruhi.Konsekuensinya wabah covid-19 akan mempengaruhi mindset,relasi sosial serta aktivitas sosial,ekonomi dan lain-lain.

Pembicara yang bernama Romo Paulus Christian Siswantoko,Pr sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam KWI (Konferensi Wali Gereja Indonesia)/JKMC (Jaringan Katolik Melawan Covid-19) dan Ketua UNIO (Paguyuban Para Romo Diosesan) Indonesia.Pada pidato Soekarno 1 Juni 1945 adalah “Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga,dan yang tiga menjadi satu,dapatlah satu perkataan Indonesia yang tulen,yaitu perkataan gotong royong.Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah Negara Gotong Royong.Alangkah hebatnya Negara Gotong Royong”.Jadi Pancasila dan gotong royong merupakan satu kesatuan dan kata gotong royong ini lahir murni dari bangsa Indonesia.”Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama,pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu binatu bersama.Amal semua buat kepentingan semua,keringat semua untuk kebahagiaan semua”.Jadi gotong royong ialah kerja keras bersama,lintas iman bersama bukan untuk kepentingan sendiri atau kelompok tertentu tetapi kerja bersama untuk kepentingan bersama.Terkait dengan Pancasila ini Gereja Katolik sudah menerima Pancasila 100% sebagai ideologi bangsa Indonesia paling tidak ada sebuah dokumen terkait Pancasila ialah dokumen Gereja Katolik Indonesia tahun 1995 yang berbunyi “Kita mengakui Pancasila sebagai ideologi sebab dalam Pancasila kita menemukan syariat nilai-nilai yang mempersatukan bangsa kita dan terus menerus di isi,di hayati dan di amalkan.Ada 4 nilai gotong royong yaitu kerelaan hati,kerja sama bukan karena mendapat bayaran,bukan karena pamrih tetapi gotong royong adalah kerja sama setiap pribadi yang saling membantu,ingin meringankan beban orang lain,kesetaraan dan dalam gotong royong semua sama kaya,miskin dan kebaikan bersama.Gotong royong mempunyai kekuatan dalam tiga zaman adalah sebelum kemerdekaan para pahlawan berjuang dengan keterbatasan yang ada pada waktu itu dengan modal bambu runcing tetapi mereka mau melawan Belanda dengan senjata lengkap dan menang,zaman hari kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebelum Soekarno memproklamasikan kemerdekaan mereka semua rapat terlebih dahulu dan orang-orang yang mempersiapkan kemerdekaan bermusyawarah orang-orang yang beda agama,politik,suku tetapi mereka bisa menyumbangkan saran,pendapat sehingga lahirlah teks proklamasi itu sehingga Negara Indonesia menang yang kita nikmati sampai sekarang ini dan zaman setelah Indonesia merdeka dan masih menghadapi pemberontakan seperti G30S-PKI yang merongrong bangsa Indonesia tetapi ada semangat gotong royong para pemberontak bisa di musnahkan dan kalah.Gotong royong akan kita bawa dalam masa new normal.New normal yaitu perilaku hidup dan mental yang baru.Selama pandemi ini kita mempunyai kebiasaan baru adalah pakai masker,jaga jarak,cuci tangan sesering mungkin dengan air sabun yang mengalir.Kebiasaan ini akan di perluas dalam keluarga,tempat ibadah,bekerja,belajar,belanja,olahraga dan berkendaraan.Harus ada mental untuk bertahan di tengah kebiasaan ini ialah mampu bertahan dalam kesulitan,peduli dan solider dengan sesama,rendah hati dan patuh pada protokol dan kreatif dan selalu punya harapan.Kalau perilaku dan mental ini berjalan bersama maka akan menjadikan kita semua sehat dan produktif.Gotong royong dalam masa new normal ini mempunyai kekuatan sosial adalah gotong royong itu dapat menghubungkan dan mempersatukan orang-orang yang berbeda agama,suku,golongan,warna kulit,dan status sosial untuk saling tolong menolong dalam kenormalan baru dan kekuatan spiritual ialah gotong royong mendorong orang menghormati,menghargai dan merawat kehidupan yang di anugerah kan Tuhan secara bersama-sama.Manusia di ciptakan Tuhan tidak untuk merusak tetapi untuk mengembangkan dan melindungi kehidupan.Gotong royong sebagai semangat new normal ada beberapa ciri yang di harapkan muncul dalam kehidupan bersama yaitu disiplin untuk mentaati peraturan protokol kesehatan agar membantu orang lain tetap sehat,solidaritas dan kita bisa membantu dalam masker,alat pelindung diri,bibit tanaman,dana,termogun dan lain-lain,membentuk relawan lintas iman,suku,dan golongan, menggunakan media sosial untuk sosialisasi dan training kemandirian pangan,pasar digital untuk home industri,membuka konseling dan bimbingan gratis untuk masyarakat yang stress,keluarga yang retak karena pandemi ini dan ketegasan penegak hukum juga gotong royong membantu yang salah agar sadar dan melindungi yang benar agar tetap aman.Ada tantangan gotong royong dalam semangat implementasi adalah materialisme,sektarianisme, individulisme,kemajuan teknologi (orang malas bertemu),hedonisme,konflik yang tidak di selesaikan secara tuntas,kesibukan, konsumtif,berbeda pilihan politik dan generasi millenial jarang mendapatkan contoh soal gotong royong.

Baca juga  "Komando Moeldoko" Kembali Membagikan Masker Gratis kepada Masyarakat di Jawa Timur dan DKI Jakarta

Pembicara yang bernama Joanes Joko sebagai KSP (Kantor Staf Presiden)/Satgas Percepatan Penanganan Covid-19.Hampir semua negara tidak siap dengan covid-19 ini.Virus covid-19 ini akan panjang penyelesaiannya sampai ditemukan vaksin baru tetapi penyediaan vaksin baru bukan hal yang mudah karena dengan jumlah penduduk sebesar Indonesia ada 250 juta selama 2-3 bulan ditemukan vaksin covid-19 ini dan Indonesia butuh waktu.Sementara satu abad ini tidak ada orang yang terkena spanish flu dan hampir semua orang pernah mengalami covid-19 ini.Kasus covid-19 ini terus naik dan kita belum sampai pada titik puncaknya sehingga menjadi krisis kesehatan dan ancaman krisis ekonomi.Di Indonesia ada 43.803 kasus positif covid-19;dalam perawatan 24.081;sembuh covid-19 17.349 dan 2373 meninggal karena covid-19.Ada faktor Indonesia demam covid-19 dari segi kesehatan:penyebaran covid-19 yang mudah,cepat dan luas menciptakan krisis kesehatan dengan belum di temukan ya vaksin,obat,serta keterbatasan alat dan tenaga medis;sosial: langkah untuk flattening the curve memiliki konsekuensi berhentinya aktivitas ekonomi yang menyerap tenaga kerja di berbagai sektor,tak terkecuali sektor-sektor informal;ekonomi:kinerja ekonomi menurun tajam:konsumsi terganggu,investasi terhambat,ekspor-impor terkonstraksi.Pertumbuhan ekonomi melambat atau menurun tajam dan keuangan:volatilitas sektor keuangan muncul seiring turunnya investor confidence dan terjadinya flight to quality.Sektor keuangan juga terdampak karena penurunan kinerja sektor riil;NPL,profitabilitas dan solvabilitas perusahaan mengalami tekanan.Ekonomi Indonesia terpapar dari sektor potential losers seperti pariwisata; konstruksi;transportasi darat,laut,udara;pertambangan.Pemerintah manapun tidak akan sanggup berlama-lama dalam kondisi pembatasan,baik pembatasan total atau lockdown atau karantina wilayah (Amerika demo;Brazil demo;Denmark;Swedia;Jerman membuka lockdown),karena selain menanggung biaya kesehatan,juga menanggung:biaya ekonomi:bansos,subsidi,pajak dan lain-lain;biaya sosial:naiknya tingkat kriminalitas dan biaya tranmisi ke pasar keuangan:capital outflow di pasar saham dan pasar obligasi,serta potensi tekanan terhadap sektor perbankan (NPL naik).Di Indonesia dari awal bulan Maret-Juni 2020 penjualan motor,mobil,retail group semua manufaktur terjun bebas.Manufacturing,kedatangan wisata mancanegara yang total hampir di katakan mati suri.Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar 695 triliun lebih untuk dampak 6 fokus covid-19 ini mulai dari kesehatan,perlindungan sosial,insentif usaha,UMKM,pembiayaan korporasi dan sektoral dan pemda.Ada tiga hal yang harus di perhatikan dalam covid-19 ini adalah penangan bagaimana menyembuhkan yang sakit,pencegahan menjaga tetap sehat dan masyarakat terdampak yang melibatkan gerakan pemerintah gugus tugas covid-19.Ketika kita mengalami covid-19 dan masuk dalam new normal seperti yang di sampaikan oleh Presiden Joko Widodo ialah bagaimana tugas kita belum berakhir apalagi menyerah atau kalah.Ada 5 hal yang harus kita pikirkan bersama yaitu naiknya angka kemiskinan,penambahan pengangguran,percepatan disrupsi sosial,ancaman kelangkaan pangan dan orang akan membatasi mobilitas.Apa upaya sederhana yang bisa kita lakukan pada covid-19 adalah kita harus mencuci tangan,memakai masker,program jaga jarak.Hari ini pemerintah dengan kebijakan new normal baru yang harus kita atasi bersama ialah adanya kejenuhan,ekonomi,tuntutan untuk keluar rumah sehingga pemerintah menerapkan new normal akan menjadi euforia sehingga berakibat tragedy of common sehingga terciptalah second wave outbreak.Pemerintah sendiri melalui gugus tugas bergerak dengan konsep pentahelix dengan komunitas,dunia usaha,akademisi dan media bersama-sama bergandengan tangan untuk menghadapi covid-19 ini.Ketika covid-19 ini kita melihat banyak masyarakat melakukan gotong royong seperti memberikan sumbangan,berbagi makanan gratis dan lain-lain.Covid-19 ini kita maknai dengan filosofi Pancasila ialah kita ini manusia makhluk yang lemah di hadapan Tuhan,mendisiplinkan diri dan sesama dengan adil dengan cara menjaga protokol kesehatan,konsolidasi untuk semua persatuan elemen bangsa,kebijaksanaan para tokoh atau pimpinan publik untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik untuk rakyat dan kebersamaan atau kesadaran untuk berbuat dan berpikir adil di tengah pandemi.

Baca juga  DPP Perindo Soroti Kasus Perempuan Disiram Air Keras dan Istri Dipidana karena Laporkan Suami

Pembicara yang bernama Irwan Hidayat sebagai Pengusaha Sido Muncul.Indonesia ini beruntung punya Pancasila karena kalau Pancasila ini di terapkan di Negara Indonesia ini maka akan maju.Pancasila itu Ketuhanan Yang Maha Esa seperti beragama artinya berdoa dan beriman kita belas kasih sehingga mewujudkan mencintai sesama dan tanah air di negara Indonesia mendapatkan kedamaian hati dan masuk surga.

Pembicara yang bernama Achmad Nurcholish sebagai Koordinator Pelaksana JIC (Jaringan Lintas Iman Tanggap Covid-19)/Direktur Deputy ICRP (Indonesian On Conference Religion And Peace).74 Tahun silam,bahkan istilah tersebut telah di cetuskan pertama kali oleh Ir.Soekarno saat menyampaikan pidatonya pada 1 Juni dalam sidang BPUPKI “Gotong-royong adalah pembantingan-tulang bersama,pemerasan-keringat bersama,bantu-membantu bersama.Amal semua kepentingan semua,keringat semua untuk kebahagiaan semua.Ho-lapis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!Itulah gotong royong!Prinsip gotong royong di antara yang kaya dan tidak kaya,antara orang Islam dan Kristen,antara yang bukan Indonesia tulen antara peranakan yang menjadi bangsa Indonesia”.
Sedangkan merajuk pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) gotong royong memiliki pengertian bekerja bersama-sama,tolong menolong,bantu membantu.Ngacau Gelamai di artikan sebagai tradisi gotong royong warga Bengkulu untuk membuat kudapan atau aktivitas mengocok adonan bernama gelamai.Dalam arti luas,sambatan di lakukan dalam rangka membantu sesama warga yang terkena musibah.
Gotong royong hadapi covid-19 dan nilai-nilai Pancasila ialah dia bersama,toleransi dan kepedulian sosial.Di sisi lain,negara tidak mempunyai jaring sosial untuk menjamin kebutuhan setiap warga negaranya.New normal perlu di maknai sebagai momen untuk terus membangun nilai gotong royong di struktur masyarakat baik perkotaan maupun di pedesaan.Di samping itu,budaya baru gotong royong yang terbangun selama pandemi ini dapat terus terjaga dengan baik sebagai bentuk jaring sosial masyarakat.

(Susan Sandy)

Baca juga  Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bamsoet Mendukung Penuh Perhelatan Formula E. Digelar di Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here