YCCR Jakarta Gelar Webinar “Bebas dari Luka Batin”

0
331

YCCR Jakarta Gelar Webinar “Bebas dari Luka Batin”

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Pada tanggal 16-21 April 2020 diadakan sebuah acara rekoleksi online yang diberi nama “Bebas Dari Luka Batin”.Rekoleksi online ini persembahan dari YCCR Jakarta karena pandemi covid19 terselenggara lewat live on instagram karena lewat instagram jangkauannya lebih luas apalagi free.Jadi lebih banyak orang terberkati oleh rekoleksi online ini.

Rekoleksi online ini adalah sebuah upaya untuk membantu kita melepaskan beban-beban batiniah yang selama ini kita genggam erat-erat, sehingga hidup kita menjadi terbelenggu, kita kurang happy dan enjoy life.

Pembicara pada sesi 1 yang bernama Maria Tjiumena dengan tema “Apa Itu Luka Batin Dan Sebab Terjadinya”.Luka batin ialah pengalaman pahit yang terjadi di masa lalu sehingga menimbulkan luka (traumatis)bagi seseorang.Namun tidak semua pengalaman pahit menjadi luka batin.Tidak ada yang kebal dari hal ini.Selain itu dapat di akibatkan dari banyak faktor dan di segala macam lingkungan.Pada dasarnya manusia hanya dapat mengingat 10% kehidupannya secara sadar,selebihnya,90% ingatan akan tersimpan di dalam alam bawah sadar.Trauma akan terjadi apabila ada kebutuhan manusia yang tidak terpenuhi.Transparansi yaitu kunci penyembuhan.

Pembicara pada sesi 2 yang bernama Bram Wongkar dengan tema “Akibat Luka Batin”.Satu orang yang terluka dapat membawa luka pada orang lainnya,bahkan orang-orang yang ia sayangi.Akibat yang ditimbulkan seperti efek domino,yang mempengaruhi satu orang kepada orang lainnya.Luka batin dapat menjadi seperti kanker yang melahap habis diri kita dan pribadi kita.Kenangan kita dari kecil sampai dewasa tersimpan rapi dalam alam bawah sadar kita.Namun,ketika itu adalah kenangan-kenangan buruk secara tidak langsung maka hal itu akan muncul dan mempengaruhi tindakan kita.Selain itu,kita juga harus bisa mengampuni diri sendiri,mengampuni tuhan dan mengampuni oranglain.

Baca juga  Hasil Koordinasi Penanganan Anak Korban TPPO Maumere KPAI Serukan Pemerintah Daerah Pro Aktif

Pada sesi 3 pembicara yang bernama Vinsensius Chandra Tjen dengan tema “Pengampunan”.Terdapat tiga macam kemarahan dan kebencian yang bisa timbul dari pengalaman itu:marah kepada diri sendiri,marah kepada orang lain dan marah kepada Tuhan.Banyak orang yang kelihatannya bebas tetapi sebenarnya ia terpenjara oleh kemarahan.Kemarahan tidak hanya merusak kedamaian diri tetapi juga merusak relasi-relasi kita dengan oranglain.Proses penyembuhan luka batin ini adalah melalui pengampunan.Ingat,Yesus sendiri yang mengajarkan kita untuk mengampuni.Tidak hanya berbicara,Yesus juga mencontohkan bagaimana ia begitu berlapang hati dan mengampuni mereka yang telah menghancurkan tubuh dan jiwa-Nya.Dia mendoakan mereka:”Ya Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat!”.Tetapi ada tiga prinsip dasar pengampunan yang bisa kita terapkan agar kita bisa mengampuni dengan sungguh-sungguh:pengampunan adalah sebuah keputusan,pengampunan adalah proses dan pengampunan adalah doa.

Pembicara pada sesi 4 yang bernama Patricia Hasni dengan tema “Doa Penyembuhan Luka Batin”.Hadirkan Allah bersamamu.Tiba-tiba engkau rasakan saat ini,sekali lagi engkau rasakan,sakit itu,marah itu,jengkel itu,frustrasi itu,perasaan tidak berdaya yang membuat engkau MENJERIT dan tubuhmu bergetar kuat.Engkau memandang wajah Yesus,engkau lihat kedalam mataNya dan kau lihat kesungguhan dan kasih sayang.Engkau lihat lagi orang itu,kejadian itu.Masih terasa sakit dan perihnya.Tapi engkau ingin bebas,lepas,sungguh-sungguh merdeka.Dengan iman dan kasih sayang,bersama Yesus yang tidak melepaskan genggaman tangannya padaMu,engkau katakan,”Aku mengampunimu…..Aku ampuni apa yang jahat dan kejam yang telah kau lakukan kepadaku.Aku melepaskan pengampunan kepadamu.Halleluya kau bebas,kau merdeka……Lihat Yesus tersenyum,Dia bersuka,CintaNya padamu tak lagi terhalang.Teriakan Halleluya…..

Pembicara pada sesi 5 yang bernama Anastasia,S M,Psi,Psi-Psikolog dengan tema “Bulletproof My Live From Next Wave Of LB”.Trauma yang paling membekas dan mempengaruhi fisik,emosi,kepribadian,konsep diri dan bagaimana kita berelasi romantik dimasa dewasa adalah trauma masa kecil (childhood trauma).Dalam pendekatan holistik health,kesehatan fisik,kesehatan spiritual,kesehatan emosi dan kesehatan mental tidak dipisahkan.Oleh karena itu penting untuk kita juga memahami bahwa kesehatan mental,sama seperti kesehatan fisik adalah SEBUAH SPEKTRUM.Diperlukan bantuan pula dari profesional dibidang kesehatan mental.

Baca juga  Akatara 2021 The Biggest Indonesian Film Business Forum & Film Market, Hadirkan Roadshow di Bandung dan Masih Membuka Kesempatan untuk Pendaftaran Proposal Proyek Film

Karena itulah awal kesembuhan dimulai dari diri kita sendiri.Harus ada langkah kedepan untuk maju dan mau sembuh.Tuhan telah menyiapkan sarana-sarana kesembuhan kita itu,tinggal kita mau mengambilnya atau tidak.

(Susan Sandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here