KASIH MENGALAHKAN SEGALANYA

0
2177

Oleh: Pdt. Dr. Anna Ch. Vera Pangaribuan.

Sahabat-sahabatku, marilah kita mempersiapkan diri dalam ibadah Minggu.
MINGGU 18 NOVEMBER 2018
EV : ROMA 12: 9-21

KASIH MENGALAHKAN SEGALANYA
Karakter orang Kristen yang sesungguhnya adalah hidup didalam kasih. Kasih itu berasal dari Allah yang diberikan kepada manusia yang percaya kepada Allah. Kasih Allah yang sempurna itu ditunjukkan dengan kedatangan AnakNya yaitu Yesus Kristus ke dunia. Yesus Kristus yang telah mengosongkan diriNya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia (Fil 2 : 7) dan dalam keadaan sebagai manusia, ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati dikayu salib artinya kasih Allah itu ditunjukkan kepada manusia, bukan dengan kata-kata tetapi tindakan langsung yakni kerelaan,kepatuhan, kerendahan hati dan pengorbanan ini sangat terlihat.

Semua tindakan Allah itu memiliki tujuan yakni agar manusia diselamatkan baik Yahudi maupun non Yahudi. Menurut Paulus orang Yahudi maupun non Yahudi telah berdosa dan berada dibawah murka Allah. Mereka gagal mengenal siapa Allah sesungguhnya dan menyembah berhala. Paulus juga mengingatkan bahwa hukum taurat dan sunat memang baik tetapi tidak dapat dipakai untuk membenarkan manusia dihadapan Allah. Bagi Paulus manusia dibenarkan bahwa bukan karena perbuatannya tetapi oleh iman. Orang beriman adalah orang yang mengalami penderitaan tetapi memiliki pengharapan akan pemenuhan janji Allah.

Nas minggu ini juga ditujukan pada orang-orang beriman yang menerapkan kasih Allah itu. Sebagaimana rasul Paulus menasehati jemaat Roma. Ada 4 prinsip-prinsip yng harus jemaat Roma lakukan sebagai bukti bahwa mereka memiliki hidup yang bermakna dalam nas 12 :9 – 21.
1. Mengasihi orang jangan pura-pura (9-10).
2. Semangat kuat dalam melayani Tuhan (11-12).
3. Berkat bagi orang lain (13-15).
4. Penguasaan diri (16-21).
Ke-empat prinsip hidup ini masih sangat relevan dalam kehidupan kekinian. Ke-empat diatas memiliki tantangan yang besar dikala kita hendak mempraktekkannya. Tantangan-tanganan apa saja yang ada didepan mata kita :
– Tingkat kriminalalitas/kejahatan semakin tinggi
-hidup individualistik semakin meningkat sehingga kurang kepeduliaan sosial, komunikasi.
– Generasi era milineal
-kehancuran dalam keluarga.

Baca juga  SUKACITA DI SORGA

Mengapa pentingnya hidup dalam kasih Allah? Karena Allah mengajarkan kita tentang kasihNya, ini dapat dibaca dalam Yoh 13 : 34, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Tujuan Yesus menyampaikan ajaran kasih yakni agar dapat menghasilkan buah bagi kemuliaan Allah dan bagi semua makhluk ( Yoh 15 :16-17)
Artinya gereja hadir ditengah dunia bukan untuk dirinya sendiri tetapi menjadi garam dan terang (Mat 5 :13-14). Secara khusus ayat 16, “demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu disorga. Pada kenyataannya, gereja hanya mampu mengatakan kasih dengan semangat dalam pemberitaan khotbah atau percakapan namun pada pelaksanaan gereja tidak banyak berbuat apa-apa. Terlebih gereja menyikapi kejahatan dengan kebaikan Sehubungan dengan thema minggu ini yakni Mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Kejahatan apa saja yang telah terjadi terhadap gereja?
-Maraknya demo atas nama agama.
-Pengrusakan dan penutupan rumah ibadah.
-Pengeboman.
-Pelarangan ibadah.
– Penganiayaan ( Mat 10 :17-20).
– Muncul Isis.
– Manusia akan mencintai diri sendiri dan menjadi hamba uang.
-Manusia membual, menyombongkan diri.
– Pemfitnah
-Anak-anak berontak terhadap orangtua dan tidak berterimakasih.
-Tidak memperdulikan agama.
-Tidak tau mengasihi, berdamai, suka menjelekkan orang lain.
-Secara lahiriah beribadah tetap pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatan ibadah.
-dll

Lalu bagaimana gereja menyikapi ini semua?
KASIH tetap dikedepankan.Kasih yang mempersatukan untuk kehidupan yang utuh.
Amin.

HAVE A GOOD WEEKEND.
Salam Marturia
Pdt. Dr. Anna Ch. Vera Pangaribuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here