PDT. WEINATA SAIRIN: PANCA INDRA ANUGERAH TUHAN DEMI KEBESARAN NAMA TUHAN

0
485

 

 

“Visus, tactus, gustus, odoratus ac auditus homini utiles iuste sunt, ne autem rationis expertes sint. Memang indera penglihatan, perabaan, rasa; penciuman dan pendengaran berguna bagi manusia namun hendaknya itu semua jangan sampai digunakan tanpa akal waras”.

 

Manusia sebagai makhluk sosial, hidup dalam sebuah relasi dan interaksi. Melalui relasi dan interaksi itulah manusia makin _mature_ , mandiri dan mampu berkontribusi bagi orang lain, dan bagi zamannya. Selalu saja hadir dalam konteks relasi, orang-orang yang pro dan kontra, orang-orang yang memuji dan mempersekusi. Dualitas kelompok orang dalam kapasitas seperti itu mesti bisa dikelola dengan baik, agar baik pujian maupun cercaan yang datang, kesemuanya menghadirkan kepribadian yang kukuh dan teruji.

 

Memang setiap orang atau pemimpin memiliki tafsir dan pemahaman sendiri seputar pujian atau kritikan (bahkan cerca, fitnah) yang datang kepadanya. Tafsir dan pemahaman itu yang kemudian menginspirasi dalam merespons dan menghadapinya. Konon menurut orang bijak bahaya bisa mengancam kita jika kita terbenam pada pujian-pujian yang diarahkan kepada kita. Bagaimana kita sebagai pemimpin mengatasi kritik yang datang menyerang lewat media, medsos dan sarana-sarana modern lainnya? Count Witte Perdana Menteri Rusia menugaskan sekretarisnya membuat daftar nama penulis yang menulis di media yang isinya mengeritik dirinya. Daftar yang berisi ribuan nama diperlihatkan kepada Witte. Ia kemudian bertanya : “berapa banyak yang membri pujian kepadaku?” “Ada tiga orang pak!”. “Bagus sekali” kata PM dan ia kemudian memerintahkan agar dipilih penulis yang paling menghina dan paling pedas kritikannya. Sekretarisnya bertanya apakah daftar itu perlu dilaporkan kepada jaksa penuntut umum karena hal itu telah melanggar UU Pers. PM Witte menyatakan bahwa hal itu tidak akan dilakukan. Ia bahkan akan memilih para penulis kritis itu untuk menjadi juru bicara dan pembelanya. “Akan kutawarkan kepada mereka untuk menjadi editor koranku. Pengalaman mengajarku bshwa juara terbaik dan pembela yang paling setia adalah orang ysng pernah menjadi musuhmu yang paling berbahaya”.

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

 

PM Count Witte mungkin saja tidak populer dengan mengambil sikap seperti itu karena penuh dengan risiko, namun ia berani mengambil sikap itu berdasarkan pengamalan empiriknya yang ternyata berhasil. Ada preseden, ada jurisprudensi sehingga Witte berani memutuskan untuk menetapkan keputusan. Witte punya catatan lengkap tentang kasus-kasus yang terjadi di masa lalu dan rekaman kronologis berbagai peristiwa yang amat menbantu dalam memutuskan langkah kedepan. Rekaman dan analisis Witte tentu saja amat dibantu dengan pemberdayaan kesegenapan panca indera yang Tuhan anugerhkan kepadanya.

 

Panca indera, lima macam indera, _panca budi indriya_ adalah anugerah Allah bagi manusia yang memungkinkan manusia menampilkan kehidupan yang lebih baik dan berkualitas. Mata, telinga, hidung, kulit, lidah sebagai panca indera berfungsi menerima segala jenis rangsangan tertentu. Menurut Montesorri panca indera adalah pintu gerbang masuknya ilmu pengetahuan. Oleh karena itu panca indera manusia mesti dijaga, dirawat dan dipelihara dengan baik.

 

Selain itu panca indera harus difungsikan dengan baik untuk mewujudkan kehidupan yang berkualitas, dalam arti sebuah kehidupan yang mengacu pada ketentuan agama dan ketentuan peraturan perundangan.

 

Pepatah yang dikutip dibagian awal tulisan ini mengingatkan agar panca indera kita itu digunakan dengan “akal waras”. Jangan digunakan dengan sia-sia yang bisa merendahkan harkat dan martabat manusia: melakukan perbuatan yang penuh aib dan amoral, tindakan melawan hukum, pembunuhan karakter, korupsi, teror, intoleransi, pelanggaran HAM, dan sebagainya, dan sebagainya .

 

Sebagai umat beragama kita bersyukur kepada Tuhan, karena Ia menganugerahkan panca indera kepada kita sehingga kita dapat berkiprah memberi kontribusi bagi kehidupan yang lebih luas. Mari gunakan panca indera kita dalam tanggungjawab kepada Allah. Ukir sejarah dengan komitmen kuat untuk memuliakan Allah dikekinian dunia.

Baca juga  FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

 

Selamat berjuang. God bless

 

*Weinata Sairin*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here