Segala Sesuatu Ada Waktunya

0
587

OLEH:  DR. DR. LIE STEFANUS WIJI SURATNO SE , MM.

Pengkhotbah 3:1, 17 (TB)  Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.

Berkatalah aku dalam hati: “Allah akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil, karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya.”

Salomo adalah seorang raja yang sangat terkenal. Baik terkenal karena hikmatnya, kekayaannya maupun jumlah isteri yang dimilikinya serta kasih Tuhan kepadanya.

Pada akhir hidupnya dia menyadari dengan tulisan-tulisan yang sangat indah buat umat Kristen bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini ada waktunya. Ada siang ada malam, ada waktu sehat ada waktu sakit dan banyak lainnya. Intinya agar kita menggunakan sebaik baiknya masa atau waktu yang sedang terjadi. Saat kita hidup senang, bahagia nikmati dengan sebaik baiknya karena suatu saat akan datang masa yang sulit, susah dan sengsara. Ya kita juga nikmati saja karena itulah jalan kehidupan kita.

Di saat kita masih muda banyak kesempatan yang kita harus syukuri bahwa itulah masa terindah kita karena nanti kita akan memasuki masa tua yang penuh dengan keputusasaan, kesepian dan kehampaan hidup. Di masa muda badan kita sehat gunakan waktu untuk mendekatkan diri pada Tuhan agar Tuhan berkenan akan ibadah kita sehingga berkatNya terus berlimpah atas kita. Bila kita terus bertahan sampai tua kita akan bisa menikmati keindahan masa tersebut. Bila kita gagal ditengah jalan maka masa tua akan menjadi masa yang kelam dan penuh dengan penyesalan.

Seperti kata Ibrani 9 : 27 bahwa manusia hanya hidup sekali dan setelah itu manusia akan mati dan dihakimi dengan adil sesuai dengan track record kita. Bila ditimbang banyak yang berat ke kehidupan yang benar maka Sorga nan indah tempat kita di kemudian hari dan sebaliknya bila ditimbang terlalu ringan maka neraka tempat siksaan abadi yang harus dilalui dimasa kehidupan nanti. Hal ini pernah ditampakkan dalam mimpi raja Belsyazar  ( Daniel 5 : 13-30 ). Karena Belsyazar meninggikan diri tidak belajar dari ayahnya akhirnya hidupnya diakhiri Allah dan menjadi peringatan buat umat Tuhan saat ini untuk merendahkan diri dihadapan Tuhan. Tinggi hati adalah musuh dari Tuhan ( I Petrus 5 : 5, Ykobus 4 : 6 ).

Dari pemaparan diatas  bisa ditarik kesimpulan bahwa gunakan waktu yang Tuhan berikan kita dengan sebaik-baiknya agar kita bisa terus menikmati kasih karunia Allah karena bila terjadi pelanggaran akan perintah Tuhan kita akan mengalami masa yang sebaliknya yaitu masa yang sulit dan sukar. Oleh sebab itu dekatlah pada Allah senantiasa maka sukacita dan bahagia akan kita rasakan sepanjang masa..

Kesimpulan dan Doa :

Tuhan ajarilah kami untuk menggunakan waktu yang ada dengan baik agar kasih karuniamu senantiasa menyertai hidup kami sepanjang masa. Engkau ganti waktu yang sulit dan sukar menjadi waktu yang mudah, sukàcita dan bahagia senantiasa di masa hidup kami di dunia ini.

Salam kasih,

DR. DR. LIE STEFANUS WIJI SURATNO SE , MM.

DOSEN PROGRAM DOKTOR THEOLOGY AND MINISTRY

HARVEST INTERNATIONAL THEOLOGICAL SEMINARY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here