MENANGIS DI HADAPAN TUHAN.

0
489

 

 

Diwaktu petang, pagi dan tengah hari, aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku.

Maz 55:18.

 

Saya tidak setuju dengan pandangan yang melarang orang Kristen menangis, bahkan saat berdukacita kehilangan orang yang dikasihi. Atau, pandangan yang menganggap menangis sebagai bentuk kelemahan dan ketidakberdayaan.

 

Ada masa ketika kita perlu menangis. Entah karena berduka, karena kesulitan hidup, entah karena alasan lain.

 

Menangis dapat melegakan perasaan. Melampiaskan dan menyalurkan beban yang sedang dirasakan.

 

Mazmur 56 isi dan strukturnya sama dengan Mazmur 57. Daud menulisnya saat menghadapi orang-orang yang memusuhinya. Ia merasakan ketakutan karena ada pihak-pihak yang menginginkan kehancuran dan kematiannya. Tetapi, ia juga meneguhkan keyakinannya pada Tuhan, tempat ia bersandar dan berharap. Tuhan, yang ia percaya akan menolong dan menyelamatkannya. Di dalam ketakutan dan sekaligus keyakinan ini, Daud menyampaikan perkaranya kepada Tuhan, bahkan dalam tangisan minta tolong.

Ia percaya Tuhan tahu apa yang dihadapinya dan memperhatikan air matanya yang jatuh.

 

Saat kita mengalami penderitaan yang berat, dada terasa sesak dan sulit bernapas, Tuhan adalah tempat pelarian dan perlindungan yang pasti. Kita dapat menangis di hadapan-Nya dan menyampaikan segala perkara yang membebani hidup kita, seraya meminta pertolongan-Nya. Percayalah, Tuhan tidak akan berdiam diri. Dia adalah Tuhan yang peduli dengan keadaan anak-anak-Nya. Setiap tetes air mata yang jatuh diperhitungkan dan diperhatikan- Nya. Dia mau kita kuat dan menantikan dengan sabar pertolongan- Nya. –

BILA KITA MENANGIS, MENANGISLAH DI HADAPAN TUHAN.

DIA PEDULI DAN MEMBERIKAN KELEGAAN PADA KITA.

“….SEPANJANG MALAM ADA TANGISAN, MENJELANG PAGI MENDENGAR SORAK SORAI”…MAZMUR 30:6..

CURHAT KEPADA TUHAN JAUH LEBIH BAIK DARIPADA KEPADA MANUSIA..

TUHAN MEMBERKATI.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here