Ketika Tak Ada Pilihan

0
291

 

 

Oleh: Christian T

 

 

*Renungan BGA ( Baca Gali Alkitab )*

 

*Kejadian 43*

 

 

*Syallom, sahabat-sahabat setia pembaca BGA yang terkasih dalam Kristus Yesus,*

 

Ayah saya bercerita bahwa ia datang merantau dan terdampar di pulau Belitung, Indonesia pada usia 12 tahun dipaksakan oleh orang tuanya mengingat keadaan negeri kelahirannya, Tiongkok sangat susah dan demi meneruskan hidup. Sejak itu ia tidak berjumpa lagi dengan kedua orang tuanya sampai akhir hayatnya. Tentu kisah ini dialami umumnya oleh banyak orang keturunan Tionghoa di seluruh dunia yang menjadi perantau karena keadaan yang terdesak dan tak ada pilihan lain demi meneruskan hidup.

 

*Sahabat-sahabat yang terkasih dalam Yesus,* demikianlah yang dialami Yakub dalam pembacaan pada perikop BGA ini. Yakub sangat susah hati setelah Yusuf tiada karena terpaksa melepaskan Benyamin, adik Yusuf pergi ke Mesir untuk menghadap Yusuf, karena sangatlah hebat kelaparan itu dan sudah tidak ada lagi bahan makanan di rumahnya. Saudara-saudara Yusuf sangat takut untuk kembali ke Mesir selain karena faktor takut kehilangan Benyamin, juga takut dituduh mencuri uang yang merupakan uang pembayaran atas pembelian gandum sebelumnya yang ada di mulut karung itu.

Namun karena keadaan sudah sangat memaksa, akhirnya Yakub menyerah dan merelakan Benyamin ikut pergi ke Mesir dan bahkan sudah berserah jikalau memang harus kehilangan putra bungsunya itu, namun ia tetap berharap agar Allah Yang Maha Kuasa menaruh belas kasihan kepada penguasa Mesir itu agar membiarkan semua anak-anaknya kembali (14).

Mereka membawa kembali uang yang terbawa oleh mereka sebanyak dua kali lipat untuk dikembalikan, dan juga uang untuk melihat gandum, serta  membawa persembahan-persembahan lainnya (11-12).

Baca juga  DUNIA TERANCAM RESESI

Dan apa yang dikuawatirkan dan ditakutkan setibanya mereka di Mesir di istana dan berjumpa dengan Yusuf tidak terjadi, bahkan sebaliknya mereka disambut dengan perjamuan yang besar.

 

*Sobat yang terkasih,* untuk kita renungkan bahwa kadangkala kita diperhadapkan pada keadaan yang tidak memberikan kesempatan untuk mempertimbangkan atau memilih lagi ( tidak ada pilihan ). Keadaan inilah yang mau tak mau dan suka tak suka harus kita lakukan dan yang membuat kita merelakan apapun dan bahkan yang terburuk sekalipun yang tidak kita inginkan dan harapkan terjadi. Kita harus merelakan kehilangan segala sesuatu bahkan nyawa kita atau orang yang sangat kita kasihi seperti Benyamin yang sangat dikasihinya setelah kakaknya dianggapnya sudah tiada.

 

*Sobat,* bersiaplah kita menghadapi situasi yang terburuk ! Itulah ujian iman yang sesungguhnya agar kita naik kelas.

 

*” Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya ” ( 1 Kor 10:13 )*

 

*” Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya ” ( 1 Pet 1:7 )*

 

Selamat berjuang !

 

Tuhan Yesus menolong dan memberkati.

 

Salam dan doa

Christian T

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here