Siap Memikul Salib

0
372

Oleh: Stefanus Widananta

 

Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” Lukas 9:23.

Penderitaan, sesuatu yang dihindari dan tidak disukai oleh semua orang, apalagi oleh “anak-anak Tuhan”, sebaliknya berkat, kenyamanan, aman tenteram, itulah yang selalu didambakan menjadi bagian dari hidup ini.

Penderitaan yang dialami manusia, bisa berupa penderitaan fisik (aniaya atau sakit penyakit), penderitaan secara psikis (tertekan, stress) dan penderitaan secara rohani (bergumul menghadapi peperangan rohani).

 

Yesus mengatakan, untuk menjadi murid-Nya, maka dia harus memikul salibnya dan mengikuti Dia. Paulus mengatakan, “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia” Kita tidak bisa memilih, penderitaan itu bukan pilihan yang boleh ada atau tidak ada, penderitaan itu bagian dari hidup orang percaya, bagian dari hidup murid Kristus.

Rasul Paulus pernah mengirimkan surat kepada Timotius, yang salah satu perikopnya diberi judul, “Panggilan untuk ikut menderita”, karena pemberitaan Injil, Paulus mengalami penderitaan, dibelenggu seperti seorang penjahat dan sederet penderitaan-penderitaan lainnya yang dia alami selama memberitakan Injil.

 

Namun, dia sabar menanggung semuanya, dia menguasai dirinya dalam segala hal. Ada ungkapan yang mengatakan, “To accept Christ cost nothing, to follow Christ cost something, to serve Christ cost everything”. Ada harga yang harus dibayar sebagai orang percaya, sebagai murid Kristus.

 

Penderitaan seringkali menjadi alat Tuhan untuk menguji, memurnikan dan menyempurnakan iman kita, Yakobus mengatakan , anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

 

Kitab Ibrani juga memuat hal yang sama, “Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita, tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya”.

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here