Jangan Iri kepada Orang Fasik yang Jahat

0
1509

 

 

Oleh: Stefanus Widanata

 

Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.

Mazmur 37;1-2

 

Setiap manusia mempunyai persoalan hidupnya masing-masing, ada yang ringan dan ada yang berat.

Dalam Mazmur 73, kita bisa membaca pergumulan hidup yang dialami Asaf (dia adalah seorang pelayan pujian) ketika melihat keberadaan orang fasik yang secara kasat mata tampak lebih mujur hidupnya dibandingkan mereka yang takut akan Tuhan.

 

Mungkin saat ini kita juga sedang mengalami pergumulan hidup yang berat, baik itu persoalan pekerjaan atau usaha, persoalan rumah tangga, sakit penyakit dan kita melihat, ada orang-orang yang hidupnya “kacau”, bahkan cenderung jahat, kok hidupnya hepi hepi saja, kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka, mereka tidak mengalami kesusahan manusia, mereka menambah harta benda dan senang selamanya.

 

Sama seperti Asaf yang merasa galau dan gundah, bahkan dia sempat berpikir, “Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah dan kena hukum setiap pagi”

 

Akhirnya Asaf menyadari bahwa kebahagiaan orang fasik itu semu, kemujuran yang diperoleh hanya sesaat, “Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!”

Karena itu Daud mengingatkan kita agar jangan iri, jangan marah kepada orang yang berbuat jahat, yang berbuat curang, karena sedikit waktu lagi, maka lengaplah orang fasik, jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi.

 

Akhirnya Asaf berkata, “Tetapi aku tetap di dekat-Mu, Engkau memegang tangan kananku, dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan”

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

Dia bahkan mau menceritakan segala pekerjaan Tuhan atas hidupnya.

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here