Mengapa Engkau Masih Ragu-ragu?

0
417

 

Oleh: Pdt Martunas P. Manullang

 

Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

Inilah pertanyaan pribadi, yang mesti kita jawab juga secara pribadi.

 

Pertanyaan itulah yang muncul pada ayat renungan hari ini.

 

Selengkapnya berbunyi sebagai berikut: “Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru-seru kepada nama Tuhan!”.(Kis. 22:16).

 

Ini adalah bagian dari kesaksian Paulus tentang dirinya, terutama menyangkut pertobatannya.

 

Bertobat dari mana?

 

Dari seorang yang mengejar dan menganiaya “para pengikut Yesus Kristus” menjadi seorang “saksi (bagi/untuk) Kristus”, yang memberitakan “pengenalan dan perjumpaannya” dengan Kristus. “Pengetahuan dan imannya” terhadap Kristus. “Ketaatan dan kepatuhannya”, “mengikuti dan melakukan panggilan” dan “suruhan atau pengutusan” Kristus.

 

Menarik sekali, membaca kisah Paulus pada pasal 21, bahwa dia ditangkap oleh orang-orang Yahudi, saat ia di bait Allah, bahkan hampir dibunuh. Lalu oleh para pasukan (petugas keamanan) ia diikat dan diselamatkan dari kerumunan orang-orang Yahudi yang akan menghabisinya, kemudian diserahkan kepada penguasa (Kis. 21:27-36).

Ia kemudian mohon ijin agar diperbolehkan berbicara kepada orang Yahudi.

 

Dan pada pasal 22 ini, kita melihat bahwa kesempatan berbicara kepada orang-orang Yahudi, di satu pihak menjadi kesempatan baginya untuk “membela diri”, tetapi terutama adalah kesempatan untuk menjelaskan “siapa dirinya”, yaitu orang yabg sudah “ditangkap” oleh TUHAN untuk menjadi saksi-Nya.

 

Paulus mulai memperkenalkan diribya sebagai orang Yahudi, di mana dia lahir dan dibesarkan. Apa pendidikan yang telah diterimanya.

 

Pertobatannya, tidak terlepas dari peran seorang bernama Ananias, yaitu seorang  saleh yang menurut hukum Taurat, dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ (22:12).

Baca juga  ALLAH SUMBER HIKMAT DAN KUASA

 

Selanjutnya, mengikuti penjelasan dan kesaksian Paulus, kita ketahui bahwa:

 

1. Saat Paulus bertanya, Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Tuhan menjawab: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu (22:10).

 

2. Saat ia telah berjumpa dengan Ananias, kepadanya Ananias berkata: “Bahwa Allah telah menetapkan Paulus untuk hal sbb:

a. Untuk mengetahui kehendak-Nya.

b. Untuk melihat Yang Benar.

c. Untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya.

d. Untuk menjadi saksi terhadap semua orang tentang apa yang telah dilihat dan didengar okeh Paulus. (22:14-15).

 

Dan mengakhiri bagian kesaksian Paulus ini, adalah ayat renungan hari ini: Dan sekarang, MENGAPA ENGKAU MASIH RAGU-RAGU? BANGUNLAH, BERILAH DIRIMU DIBAPTIS DAN DOSA-DOSAMU DISUCIKAN SAMBIL BERSERU-SERU KEPADA NAMA TUHAN! (cat.: huruf besar dari penulis).

 

Atau, kalau kita lanjutkan nembaca, dalam ayat 21 kita temukan lagi penegasan kesaksian Paulus.

Ia berkata, “tetapi kata Tuhan kepadaku: Pergilah, sebab Aku akan mengutus engkau jauh dari sini kepada bangsa-bangsa lain.”(22:21).

 

Dari sini, sebenarnya Paulus tidak usah ragu lagi tentang pemilihan, panggilan dan pengutusan TUHAN terhadapnya.

 

Yang TUHAN inginkan kini adalah “penyerahan diri secara total” kepada TUHAN. Agar dia dibentuk kembali dan dibarui menjadi alat di tangan-Nya.

 

Juga bagi kita orang percaya yang hidup pada masa kini, ayat renungan hari ini mengajak kita untuk:

 

Pertama, meyakinkan diri, pasti, sungguh dan teguh. Tuhan yang memilih, memanggil dan mengutus.

 

Kedua, menyerahkan diri secara total, menyeluruh dan mohon pengampunan dosa; penyucian, pembersihan, pengkhususan. Menyadari anugerah TUHAN yang mengkhususkan dan yang akan memampukan. Bahkan, jika sekiranya masih ada menyadari kelemahan dan kekurangan, bersama TUHAN kita dapat melakukan hal-hal yang berarti bagi-Nya.

Baca juga  Saling Mengasihi

 

Ketiga, berseru kepada TUHAN, memanggil Nama-Nya. NAMA di atas segala nama. Nama Yang Ajaib, Yang Agung, Yang Sangat Berkuasa.

 

Mengapa?

 

Sebab dalam Nama Yesus, segala kuasa di bumi, di langit, di bawah bumi, akan bertekuk lutut. Dan segala lidah akan mengaku: YESUS KRISTUS ADALAH TUHAN, BAGI KEMULIAAN ALLAH BAPA. (bnd. Flp. 2:9-11).

 

Marilah, seperti Paulus  beranjak dari keraguan kepada kepastian. Dari ketidakyakinan kepada keyakinan yang teguh. Dari kurang beriman kepada iman dan penyerahan diri yang sungguh hanya kepada TUHAN.

 

Diutus menjadi saksi TUHAN kepada sesama kita. Orang-orang di sekitar kita, setiap hari.

 

Selamat beraktivitas di hari ini, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Pdt Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here