Jagalah Lidah (Mulut) Kita

0
471

 

 

Bacaan:

Yakobus 3: 5 – 12

 

Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan (Amsal 13: 3)

 

Kita sering mendengar ungkapan: “Mulutmu, harimau mu!”

Ungkapan ini benar-benar terjadi khususnya di era persaingan kekuasaan.

Salah ucap, mudah dipersoalkan/diperkarakan, tanpa ampun, sehingga perlu adanya kehati-hatian seseorang dalam berbicara.

Lidah yang tidak dikendalikan akan merusak dirinya sendiri.

 

Itulah sebabnya orang bijak dalam Amsal 13: 3,  mengatakan bahwa kita harus menjaga mulut kita.

Ketika kita melakukannya (menjaga mulut kita), kita menghentikan kejahatan yang diam-diam menggerogoti akar jiwa kita.

Apakah kita ingin mengakhiri kejahatan yang dengan mudahnya timbul dalam diri kita? Dengan bantuan Allah, kita harus belajar untuk mengendalikan lidah kita.

Lidah, bagaikan api.

Ditangan siapakah api itu akan bermakna, bisa berguna dan sebaliknya.

“…, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara yang besar.

Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

Lidahpun adalah api, ia suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat diantara anggota-anggota  tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka. (Yakobus 3: 5, 6).

Anda mungkin berkata, “Saya sudah berusaha, tetapi saya tidak mampu mengendalikannya.” Yakobus sependapat bahwa, “Tidak seorang pun yang berkuasa menjinakkan lidah” (Yakobus 3:8). Tetapi Yesus mampu. Mintalah kepada-Nya untuk mengawasi mulut kita (Mazmur 141:3), dan serahkan kendali lidah kita kepada-Nya.

Bagi orang percaya dan bagi Tuhan, tiada yang mustahil.

Biarlah melalui  mulut kita keluar nasehat, pengajaran, penghiburan, serta kata-kata yang memberikan rasa damai kepada semua orang yang ada disekitar kita, terlebih doa dan pujian yang memuliakan nama-Nya.

Baca juga  FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

Amin.

 

Shalom, selamat beraktifitas, Tuhan memberkati kita.

Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here