Mengikuti PimpinanNya

0
690

Oleh Alyson Kieda

 

Santapan Rohani (Our Daily Bread)

 

 

 

Baca: 1 Raja-Raja 19:19-21

 

Sesudah itu bersiaplah Elisa, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya. —1 Raja-Raja 19:21

 

Saat masih anak-anak, saya selalu menantikan kebaktian hari Minggu sore di gereja kami. Ibadah Minggu sore terasa sangat menyenangkan, karena mimbar gereja kami sering diisi oleh para misionaris dan pembicara tamu lainnya. Isi khotbah mereka menggugah iman saya karena kerelaan mereka untuk meninggalkan keluarga dan sahabat—dan ada juga yang meninggalkan rumah, harta, dan karier—untuk pergi ke tempat-tempat yang asing dan terkadang berbahaya demi melayani Allah.

 

Seperti para misionaris tersebut, Elisa meninggalkan banyak hal demi mengikuti Allah (1Raj. 19:19-21). Sebelum Allah memanggil Elisa ke dalam pelayanan melalui Nabi Elia, tidak banyak yang kita ketahui tentang Elisa kecuali bahwa ia adalah seorang petani. Ketika menemui Elisa yang sedang membajak di ladang, Nabi Elia memakaikan jubahnya ke bahu Elisa (lambang dari peran Elia sebagai nabi) dan memanggil Elisa untuk mengikutnya. Setelah mengajukan satu permintaan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ayah dan ibunya, Elisa pun mengorbankan lembunya dan membakar bajaknya, pamit kepada orangtuanya, lalu mengikut Elia.

 

Meskipun tidak banyak dari kita yang dipanggil untuk meninggalkan keluarga dan sahabat untuk melayani Allah sebagai misionaris penuh waktu, Allah menghendaki kita semua untuk mengikut Dia dan “tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan bagi [kita] dan dalam keadaan seperti waktu [kita] dipanggil Allah” (1Kor. 7:17). Seperti yang sering saya alami, melayani Allah bisa terasa menyenangkan sekaligus menantang, di mana pun kita berada—sekalipun kita tidak pergi ke tempat-tempat yang jauh.

 

Ya Tuhan, perlengkapi kami untuk menjadi utusan-Mu di mana pun Engkau menempatkan kami—dekat ataupun jauh, di negeri kami atau di negara lain.

 

ALLAH AKAN MENUNJUKKAN KEPADA KITA CARA YANG TERBAIK UNTUK MELAYANI-NYA DI MANA PUN KITA BERADA.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here