Menaati Firman Tuhan

0
1009

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

 

Salam untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

 

Yosua 23:11, Maka demi nyawamu, bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu.

 

 

Selamat hari guru, kehadiran guru di dunia ini membantu kita untuk membaca, berhitung, dan memahami serta pengetahuan yang luas. Untuk itu kita pasti sangat berterima kasih kepada guru atas jasa-jasa mereka dan Budi pekerti mereka. Menjadi seorang guru tidaklah mudah, ada banyak yang dikorbankan seroang guru untuk mendidik muridnya, diantaranya: waktu, pikiran, perasaan, tenaga bahkan materinya agar mencapai hasil yang maksimal. Cita-cita guru adalah memproduksi murid yang berkualitas dan berintegritas lebih dari dirinya. Semua ini dilakukan agar kebodohan tidak menjajah kehidupan setiap pribadi murid-muridnya.

 

Dalam kehidupan bangsa Israel pun masih tetap di didik oleh para pemimpin. Salah satunya yang terus mendidik mereka setelah masa pembuangan menuju tanah Kanaan adalah Yosua. Yosua salah satu nabi yang dekat dengan Musa dan menggantikannya untuk memimpin bangsa itu. Di masa tuanya, dia lebih banyak memberikan nasihat dan  pengajaran kepada bangsa Israel. Salah satu nasihatnya adalah ketika dia akan pergi dan setelah dia pergi maka bangsa itu diajarkan untuk tetap setia menyembah dan mempercayai Allah saja tidak allah lain. Bahkan mengorbankan nyawa sekalipun dia tegaskan, maka demi nyawamu, bertekunlah mengasihi TUHAN, Allahmu. Hal ini merupakan ajaran dari Allah yang telah diterima oleh Yosua dan ingin diterapkan kepada bangsa Israel. Mengorbankan nyawa, maksudnya adalah tidak ada hal yang paling penting selain menaati Allah. Nyawa adalah hal yang penting bagi manusia menjadi tidak penting ketika kita menaati Allah di dalam kehidupan kita.

 

Menaati adalah aturan yang diikuti oleh seseorang terhadap yang diyakini dan dipercayainya di dalam hidup. Terutama menaati perintah Allah itulah yang dikehendaki dari kita, sama halnya seorang guru yang memiliki harapan untuk muridnya untuk berhasil dan dapat meraih cita-cita. Cita-cita kita akan tercapai apabila kita mau menaati  perintah Allah dan mengorbankan kepentingan tubuh, daging, pribadi, dan hawa nafsu kita. Saudaraku, pengalaman Yosua ini sudah dibagikan kepada bangsa Israel dan pada saat ini juga telah dibagikan kepada kita, sekarang apa sikap kita memberi respon atas pengalaman dan pengajaran ini? Jika mau menaati, maka mulailah dari hal yang kecil yaitu berdoa dan meminta tuntunanNya untuk bekerja

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here