Tuhan Tahu Siapa Kita

0
362

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

Ayub 13:9, Apakah baik, kalau Ia memeriksa kamu? Dapatkah kamu menipu Dia seperti menipu manusia?

 

 

Sampai saat ini masih ada diantara kita yang hidup dengan sikap kompromistis demi kelangsungan hidup di dunia ini. Ada yang menghalalkan cara untuk memperoleh nafkah, usaha, pekerjaan, dan kebahagiaan dengan usaha pikirannya, tenaga dan mengorbankan imannya, Ada juga yang mengorbankan jati dirinya, ada juga yang mengorbankan perasaannya dan pengorbanan lainnya. Hanya demi kesenangan pribadi, keluarga dan lingkungan kita masih menghidupi model hidup yang kompromi. Tetapi tidak semua yang kompromi itu baik dan disenangi oleh Allah. Sebenarnya Allah menginginkan hal yang konsisten dan komitmen dari kita orang percaya yang mengikut Dia. Pilihan ada dua: kita mengikut Allah atau kita hidup kompromi dengan dunia ini.  Ketika kita mengikuti Allah melalui menaati perintah- perintahNya, maka kapanpun kita diuji kita akan siap bahkan itulah yang menguji komitmen dan kekonsistenan kita.

 

Dalam kehidupan Ayub sudah terlihat komitmen dan kekonsistenan ia mengikuti Allah melalui cobaan yang menimpa hidupnya. Segala tantangan Ayub hadapi dengan merendahkan dirinya dihadapan Allah dan taat kepada Allah. Kepasrahan Ayub merupakan kemenangan imannya, dengan begitu sikap Ayub pun terlihat tegas dan jelas kepada orang-orang disekelilingnya mengenai keadilan dan kuasa Allah, Allah yang tidak dapat ditipu oleh siapapun dan Allah memberikan keadilan kepada setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Bahkan di dalam Nas ini, digambarkan Ayub sedang bicara dengan Allah dengan ketegasan dan keberanian untuk mengungkapkan sikap dan sifat manusia kepada Allah. Pemikiran yang dilihat oleh Ayub atas mereka adalah bahwa setiap tindakan dan perlakuan yang diperbuat mereka tidak dilihat Allah, sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung jawaban atas tindakan setiap manusia.

Baca juga  TUHAN YESUS TIDAK BERUBAH.

 

Pada dasarnya Allah tidak dapat ditipu oleh manusia, yang ada adalah manusia yang sesat atas perbuatannya didunia ini yang mereka anggap benar dengan kaca mata manusia itu sendiri. Setiap perbuatan akan ada pertanggung jawaban masing-masing yang telah kita lakukan. Pertanggung jawaban ini bukan persoalan kecil atau besarnya kesalahan yang kita perbuat di dalam hidup kita sehari- hari. Karena kita memandang kecil dan besarnya kesalahan itu maka kita mengarahkan hidup kita untuk kompromi dengan situasi dan keadaan kita. Hal itu merupakan kesalahan besar, sekali lagi Ayub dengan tegas mengatakan bahwa Allah tidak dapat ditipu seperti menipu manusia!

 

Untuk itu sauadaraku, marilah kita mulai hidup jujur dan yakin bahwa Allah melihat dan akan meminta pertanggung jawaban masing-masing perbuatan  kita baik kecil dan besar tindakan kita selama di dunia ini.  Mulailah Jujur dari hal-hal yang kecil di dalam hidupmu sebab Allah melihat hal itu. Amin

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here