Tetap Tunjukkan Imanmu Sampai KedatanganNya Kembali

0
488

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

Lukas 18:1-8

(1) Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (2) Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. (3) Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. (4) Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, (5) namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” (6) Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! (7) Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? (8) Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

 

“Tetap tunjukan imanmu sampai kedatangan-Nya kermbali.” Itulah tema renungan kita hari ini. Iman yang bagaimanakah yang harus tetap kita tunjukkan? Jelas, iman kepada Yesus! Iman itu diaplikasikan dalam perbuatan-perbuatan baik, karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak. 2:14 dst.). Selain itu, seperti yang kita baca dalam perikop ini, iman dimaksud disertai dengan doa yang selalu dipanjatkan tiada jemu. Doa adalah ‘sarana’ iman untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Di dalamnya kita menyampaikan kerinduan dan kebahagiaan kita. Juga, di dalamnya. Kita membicarakan keadaan, penderitaan dan pengharapan kita.

Iman dalam doa dan pengharapan menjadi penting ketika Tuhan menjelaskan hal ini dengan suatu perumpamaan. Perumpamaannya adalah: seorang janda yang selalu datang kepada hakim yang tak takut Allah. Bayangkan, hakim ini tak takut Allah sedikit pun. Ia tak takut hukuman-Nya, karena itu ia bebas saja berbuat jahat. Ia juga tak kenal perintah Allah, karena itu ia tak tahu berbelas kasih kepada orang lain. Tapi kepada hakim seperti inilah janda itu datang mohon pembelaannya. Janda ini tidak patah semangat, kalau permintaannya ditolak. Dan, akhirnya hakim itu mengabul-kan permintaan sang janda. Luar biasa, janda itu tak kenal menyerah!

Yesus menyuruh kita memiliki iman yang tak mengenal menyerah. Iman seperti ini harus kita tunjukkan terus-menerus sampai Tuhan datang kembali. Tapi ada masalah dalam kehidupan orang beriman, dan hal ini diketahui oleh Yesus sehingga ia harus memberikan perumpamaan di atas. Apakah masalah itu? Banyak orang Kristen cepat menyerah dalam hidupnya. Kalau permintaannya tidak dikabulkan, kalau harapan belum tercapai, ia cepat putus asa. Kita putus asa karena kita tidak sabar menunggu jawaban Tuhan. Malah ada yang berpikir bahwa Tuhan memang tidak mau menjawab doanya. Itulah sebabnya Tuhan memberikan perumpamaan ini (baca khususnya ay. 6-8), supaya kita memiliki iman seperti yang dimiliki janda itu. Benar, karena akhirnya (pada ayat 8 bagian akhir) Yesus mengajukan pertanyaan: “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Adakah Ia akan mendapati iman kita yang ulet kalau nanti Ia datang? Belajarlah pada keyakinan janda tadi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here