Tugas Pekabaran Injil

0
4887

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

Kisah Para Rasul 2:37-40

(37) Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” (38) Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. (39) Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” (40) Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”

 

Tugas pekabaran Injil (memberitakan Injil) adalah tugas semua orang Kristen. Bagaimana kita dapat menjadi pekabar Injil yang baik? Kata kuncinya ada pada diri kita. Itu bergantung pada sikap kita. Kalau kita selalu bersikap sebagai pendengar Firman yang baik, maka dijamin, kita akan menjadi pekabar Injil yang baik. Pendengar yang baik maksudnya, bukan hanya serius menyimak setiap firman, tapi juga bersedia melakukannya. Sudahkah kita menjadi pendengar firman yang baik seperti ini?

Mari kita lihat, bagaimana kita bersikap, khususnya dalam mendengar khotbah. Khotbah adalah unsur penting dalam ibadah. Melalui khotbah, firman diberitakan. Firman disampaikan kepada pendengar (jemaat) agar kemudian mereka hidup dalam firman. Di sinilah kekuatan dasar dari pekabaran (persebaran) Injil. Kita tahu, bahwa pertumbuhan gereja mulai berlangsung setelah Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta. Perhatikan baik-baik: orang yang mendengar khotbahnya meresponnya dengan baik. Dikatakan dalam ayat 37: “Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Seandainya orang-orang itu tidak merespons khotbah Petrus, dan tidak ada yang tergerak, maka tidak akan terjadi apa-apa.

Adakah kita selalu bersikap merespon khotbah seperti para pendengar dalam ayat tadi? Kita lalu tergerak untuk melakukan sesuatu? Pengkhotbah dan khotbah yang hebat bagaimana pun kalau cuma direspon dengan kata “amin”oleh jemaat tidak akan berdampak apa-apa. Ya tidak akan terjadi apa-apa yang penting walau mata kita samapi melotot mendengar khotbah yang menarik, kita terbahak-bahak karena lucunya, atau menangis tersedu-sedu saking menyentuhnya, namun sesudah itu kita pulang tanpa berbuat apa-apa.

Untuk itu jadilah pendengar yang baik. Apa anda pikir menjadi pendengar yang baik itu gampang? Ternyata tidak. Dituntut beberapa sikap untuk menjadi pendengar yang baik. Mendengar firman itu membutuhkan:

 

Kerendahan hati

Keterbukaan hati

Kesediaan untuk belajar

Kesediaan untuk menghargai orang lain.

 

Untuk itu, kalau datang ke gereja atau persekutuan-persekutuan ibadah jangan apriori (berprasangka negatif) dulu. Datanglah dengan hati yang terfokus dan penuh kerinduan pada firman Tuhan, dan bukan pada yang lain. Jika firman terasa mengecam, terasa mengkritik dan ‘menohok’ perilaku kita yang jahat, jangan cepat-cepat marah atau tersinggung. Firman itu bak pedang bermata dua yang siap mengiris segi-segi buruk dari kepribadian kita. Dengarkanlah, firman itu sedang membangun kita.

Jika kita benar-benar siap mendengar firman dengan seluruh pesannya, maka kita dapat melangkah ke tahap yang kedua dan menentukan, yaitu menjadi pelaku firman Tuhan. Bagaimana kita dapat menjadi pelaku firman yang baik kalau untuk menjadi pendengarnya saja kita susah? Dengar dan simak dulu baru kemudian lakukan. Firman jangan Cuma didengar tapi harus dilakukan! (Baca Yakobus 1:22 dan Matius 7:21).

Sadarilah, Injil menjadi warta yang hidup ketika kita bersedia mendengarnya dan melakukannya. Ketika kita sendiri melakukan firman itu, maka kita telah menjadikan diri kita sebagai media pemberitaan Injil. Kita menjadi pekabar-pekabar Injil melalui kehidupan kita sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here