Integritas Seorang Pemimpin

0
1027

Oleh: P. Adriyanto

 

“Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan** !mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kapada penabur dan roti kepada orang-orang yang mau makan, demikianlah firmanKu yang keluar dari mulutKu. Ia tidak akan kembali kepadaKu dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

*Yesaya 55:10~11*

 

Firman di atas membuktikan bahwa Tuhan tidak hanya berfirman, tapi Dia memenuhi janji-Nya. Dalam bahasa manusia, tetap memegang janji yang telah diucapkan adalah *”integritas”*

Sebenarnya apa integritas itu?

Ada beberapa pengertian:

• Integritas adalah melakukan suatu yang benar, walaupun tidak seorangpun melihatnya

(Doing the right thing, even when no one is watching)

 

• Kualitas seseorang untuk bertindak jujur dan memiliki prinsip moral yang kuat untuk kepentingan orang lain.

 

• Mengatakan kebenaran dan memegang kata-katanya.

 

• Yang lebih sederhana, integritas adalah satunya kata dan perbuatan. Apa yang dikatakan, itulah yang dilaksanakan.

Setiap orang terutama pemimpin harus mempunyai integritas yang tinggi yang dapat membangun kepercayaan orang-orang lain. Namun sayangnya, banyak orang yang tidak bisa mewujudkan komitmennya. Banyak pejabat yang bahkan disumpah untuk bertindak jujur dan mengutamakan kepentingan rakyat, tapi ternyata korupsi. Pejabat yang berkoar anti korupsi, ternyata dia adalah koruptor kakap.

 

Bagaimana dengan kita?

Sebagai pengikut Kristus kita selalu dan sering berjanji untuk tidak berbuat dosa. Tapi sebagian dari kita termasuk saya selalu melanggar perintah Tuhan. Terlalu mudah bagi saya untuk mengaku dosa di depan Tuhan, ketimbang di depan orang lain. Ini pengalaman pribadi saya ketika pada tahun 2008, saya mengikuti *Camp Pria Sejati* yang diselenggarakan oleh Gereja Abba Love. Di luar dugaan saya, setiap peserta harus mengaku segala perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah di depan pembina, waduh rasanya sangat berat dan stress mendadak karena rasanya lebih berat dari pengakuan dosa kepada pastor/romo di gereja.

Akibatnya, saya jadi orang munafik yang tidak punya integritas. Sudah berjanji kepada Tuhan, tapi tetap melakukan dosa yang sama/dosa lain.

Puji Tuhan, Allah mengetahui segala kelemahan kita, sehingga Dia melimpahkan *kasih karuniaNya* kepada kita. Belas kasihan yang sebenarnya tidak patut kita terima.

*”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah; itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada yang memegahkan diri.”*

*Efesus 2:8~9*

Kita jangan menyalah artikan kasih karunia/grace dari Allah, dengan bebas berbuat dosa, tetapi kita harus terus berjuang sebagai orang Kristen yang berintegritas tinggi.

 

Dulu pada saat saya menjabat sebagai Direktur Keuangan di sebuah BUMN dan sebagai Vice President di perusahaan swasta, saya selalu menjunjung tinggi integritas dengan memenuhi panggilan profesi dan bekerja maksimal untuk kemajuan perusahaan.

Namun sekarang timbul pertanyaan, bagaimana saya dapat menjadi orang Kristen yang berintegritas tinggi?

Sebagai domba-domba Allah, kita harus selalu mendengar suara Yesus Kristus dan datang kepadaNya.

*”Domba-dombaku mendengar suaraKu dan* *Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”*

*Yohanes 10: 27*

Bila kita selalu mendengar suara Tuhan, maka Dia akan menunjukkan dan membimbing kita pada jalan keselamatan. Sebagai konsekuensinya, kita harus secara konsisten mematuhi segala perintahNya, agar integritas kita akan meningkat dari hari ke hari.

Kita harus meminta agar Roh Kudus  membawa perbuatan-perbuatan yang menyenangkan hati Tuhan ke dalam kehidupan kita. Kita harus mengkonsumsi buah-buah Roh (Galatia 5: 22~23), agar kita memperoleh kebenaran, damai sejahtera dan sukacita yang merupakan imbalan sebagai pengikut Kristus yang sungguh-sungguh berintegritas.

Amin

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here