Kebebasan Adalah Oksigen Jiwa

0
858

Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty

Jiwa yang terkungkung adalah derita yang tak pernah berkesudahan,
karena jiwa itu adalah produk Ilahi yang tercipta dalam kebebasan.
Disaat jiwa terkekang maka disanalah hidup manusia sudah berakhir,
sekalipun ia ada sebagai manusia secara fisik dan material yang fana.

Karena itu Kebebasan adalah oksigen jiwa yang membuat manusia ada,
dan keberadaan yang bebas itulah kehadiran manusia itu sesungguhnya.
Artinya manusia bukanlah manusia sesungguhnya bila jiwanya tersandera,
karena sebenarnya yang namanya manusia itu makhluk yang merdeka.

Hari ini kita memperingati 72 tahun usia kemerdekaan bangsa Indonesia,
dan itu artinya raga kita telah terbebas dan merdeka sebagai bangsa ini.
Tetapi apakah kebebasan adalah oksigen yang merasuk jiwa-jiwa kita,
ataukah jiwa kita masih terikat dengan sampah kebodohan dan kepicikan.

Apabila kita mengaku bahwa kemerdekaan ini adalah Rahmat dari Allah,
yang sudah diperjuangkan oleh para pejuang bangsa dengan darahnya.
Mengapa kita harus saling menyakiti, saling menista dan memfitnah,
atau kita adalah orang-orang yang suka beri diri dikuasai oleh hawa nafsu.

Wahai saudaraku dan sahabatku sebangsa dan setanah airku tercinta,
bebaskanlah jiwamu yang masih kembara dan terlepas dari sukmanya.
Negeri ini sudah merdeka 72 tahun yang lalu dan menanti karya-karyamu,
jangan biarkan jiwamu lepas dari ragamu sehingga pribadimu merana.

Selamat merayakan Ulang Tahun Kemerdekaan ke-72 RI. Gb. jm.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here