Tiga Kelompok Manusia, Dua Destinasi Akhir (Bagian III)

0
514

Oleh: Yonghan

 

 

 

Menjadi murid Kristus berarti harus senantiasa menyangkal diri dan memikul salib. Yang dunia suka, kita harus belajar benci. Yang dunia benci, kita harus belajar suka. Ini adalah *jalan yang sempit dan sedikit yang menemukannya.* Tentu saja, ini bukan jalan yang nyaman dan enak untuk dijalani.

 

Diam-diam, kita mungkin sering merasa marah dan iri melihat hidup orang fasik. Kok sepertinya lebih enak jadi orang fasik daripada hidup sebagai murid Kristus di dunia ini? Kok hidup mereka tampak lebih lancar dan bahagia? Pemazmur memberi jawab di Mzm 37+73.

 

Seperti Petrus, kita juga mungkin sering tergoda untuk bertanya, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi *apakah yang akan kami peroleh?”* (Mat19:27)

 

Terhadap pertanyaan ini, Yesus menjanjikan kalau kita akan *duduk di atas 12 takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel;* akan *menerima kembali 100x lipat;* dan akan *memperoleh hidup yang kekal.* (Mat19:28-29).

 

Terhadap janji menjadi hakim atas kedua belas suku Israel, kebanyakan penafsir memandang janji ini hanya terbatas berlaku pada 12 rasul saja. Namun, bagian ini sepertinya ditujukan bagi setiap murid Kristus; yaitu bagi setiap orang yang sudah di-lahirbaru-kan.

 

Injil Matius membedakan dengan tajam 3 kelompok pendengar Yesus yaitu ”orang banyak”, ”murid-murid”, dan “12 murid”. Seperti misalnya dalam Mat. 20:17, Matius dengan jelas membedakan ”12 murid” dengan ”murid-murid” Yesus. Jika yang dimaksud terbatas hanya 12 murid, Matius akan mendeskripsikannya dengan jelas (10:1, 2, 5; 11:1; 20:17; 26:14, 20, 47).

 

Karena itu, janji ini sepertinya juga ditujukan bagi kita. Pernyataan Paulus di 1Kor 6:2-3 menguatkan penafsiran ini. Saya percaya kalau kelak kita bersama-sama Kristus akan ikut menghakimi dunia. Setiap dari kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here