banner 728x250
Renungan  

Makna Seruan Yesus di atas Kayu Salib

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi     Markus 15:33-41 (33) Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. (34) Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”, yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (35) Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: […]

Renungan  

UBI CARITAS ET AMOR, DEUS IBI EST: DIMANA ADA KASIH DAN CINTA, DISITULAH ALLAH BERADA

Oleh: Pdt. Weinata Sairin     ‘Cinta’ dan ‘kasih’ adalah dua kata populer yang menjadi bagian integral dari kehidupan umat manusia. Dua kata itu diucapkan, diwujudkan, diperagakan dalam berbagai bentuk mewarnai pentas hidup umat manusia. Banyak produk seni dan budaya yang mencoba memberi tafsir dan mengelaborasi kedua kata itu dengan cantik dan elegan. Lukisan, film, […]

banner 400x130
Renungan  

SALIB YESUS: PEMULIHAN BAGI JIWA YANG LESU

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi   Lukas 23:26-32 (26) Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus. (27) Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia. (28) Yesus […]

Renungan  

I HAVE NOT FAILED. I HAVE JUST FOUND 10.000 WAYS THAT WILL NOT WORK (Thomas A. Edison)

Oleh: Pdt. Weinata Sairin   Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya, dalam bidang, bentuk dan bobot yang berbeda-beda. Bagaimana setiap orang memberi tafsir atau memaknai sebuah kegagalan, itu adalah seni tersendiri dan amat tergantung pada pribadi seseorang. Orang-orang besar dibidangnya masing-masing bukanlah orang yang terus menerus sukses dan tiada pernah mengalami kegagalan. Mereka […]

Renungan  

LAPSUS CALAMI. LAPSUS LINGUAE. LAPSUS MEMORIAE: SALAH TULIS. SALAH UCAP. KEHILAFAN INGATAN

Oleh: Pdt. Weinata Sairin   Manusia dalam konteks apa dan bagaimanapun, dalam kehebatan kuasa dan power yang sehebat apapun tetap saja seorang manusia. Manusia adalah sosok yang lemah, mudah terkecoh, gampang tergiur, tidak terlalu sulit untuk terpukau pada hal-hal baru yang berada diluar dirinya. Dalam awal sejarah penciptaan manusia oleh Khalik Maha Pencipta, digambarkan cukup […]

Renungan  

Penyesalan dan Pertobatan

Oleh: Pdt. Andreas Loanka     Bacaan Firman Tuhan: Matius 27: 1-10     Penyesalan bisa diikuti dengan pertobatan, tetapi penyesalan itu sendiri bukanlah pertobatan. Hati Yudas dipenuhi dengan penyesalan, tetapi ia tidak bertobat.   Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Yesus, melihat bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah dia.  Penyesalan itu tidak membawa Yudas […]

Renungan  

WE MAY NEVER BE STRONG ENOUGH TO BE ENTIRELY NON VIOLENT IN THOUGHT, WORD AND DEED. BUT WE MUST KEEP NONVIOLENCE AS OUR GOAL AND MAKE STRONG PROGRESS TOWARDS IT (Mahatma Gandhi)

Oleh: Pdt. Weinata Sairin   Pada awalnya kita  mengenal kata “keras” dengan banyak makna sebagaimana bisa dilihat dalam kalimat. Contoh : ‘Orang itu mendapat peringatan keras karena ia tak hadir dalam beberapa kali pertemuan’.  Atau ‘sikapnya keras, ia tidak mempan dibujuk untuk menyetujui usul pimpinan’. Kata _keras_selalu difahami sebagai kondisi yang kukuh, benda yang kuat, […]

Renungan  

Hidup Menurut Salib Kristus

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi     2 Korintus 4:1-15 (1) Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. (2) Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan […]

Renungan  

Relakah Kita Membasuh Kaki Orang Lain?

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi     Yohanes 13:1-17 (1) Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. (2) Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam […]

Renungan  

AKU, AKULAH TUHAN DAN TIDAK ADA JURUSELAMAT SELAIN DARI PADAKU. AKU, AKULAH DIA YANG MENGHAPUS DOSA PEMBERONTAKANMU OLEH KARENA AKU SENDIRI DAN AKU TIDAK MENGINGAT-INGAT DOSAMU (Yesaya 41:11; Yesaya 43:25)

Oleh: Pdt. Weinata Sairin   Gaya bahasa dengan menggunakan kata ganti orang pertama, memiliki makna yang amat kuat, signifikan dan definitif, untuk menyatakan secara pasti serta adequat bahwa sang Aku lah yang melakukan tindakan itu. Aku, Akulah yang melakukan _action_ bukan orang lain, pihak lain atau institusi lain.   Gaya bahasa seperti ini bisa kita […]

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.