OMK Academy Gelar Pelatihan Media Sosial bagi Orang Muda Katolik

0
114

 

OMK Academy Gelar Pelatihan Media Sosial bagi Orang Muda Katolik

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Pada tanggal 4-22 Agustus diadakan sebuah pelatihan OMK Academy. OMK Academy adalah program dari Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (Komkep KWI) sebagai sarana bagi orang muda Katolik untuk mengaktualisasikan diri terkait bidang kreatif dengan sarana omk.net dengan media sosial komunitas atau organisasi.

Mengapa perlu diadakan OMK Academy adalah karena orang muda perlu mengaktualisasikan diri dalam karya; orang muda perlu terus belajar dalam mengembangkan diri.

Pandemi “memaksa” semua orang muda harus berdaya. Creativity skill diperlukan orang muda dalam era terkini dan fokus pelatihan akan lebih kepada strategi memproduksi konten yang berdampak positif bagi lingkungan.

Keuntungan pelatihan di OMK Academy ialah mendapatkan pengalaman baru; mendapatkan skill baru untuk berkembang; dapat berkreasi di media sosial yang di kelola termasuk OMK NET dan mendapatkan sertifikat.

Pelatihan OMK Academy ini dilakukan melalui aplikasi virtual zoom selama 6 kali pertemuan setiap hari Selasa dan Sabtu. Peserta OMK Academy ada 127 peserta yang berasal dari OMK jalur umum dan utusan komisi kepemudaan keuskupan.

Fasilitator bertugas mendampingi 10-11 orang dalam satu kelompok yang terdiri dari OMK jalur umum dan perwakilan komisi kepemudaan keuskupan. Fasilitatornya yaitu tim dari Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (Komkep KWI) yang bernama Nadya, Christian, Romero,Lisa Esti, Dika, Bella, Nymus, Anne, Agatha dan Silvia.

Romo RD Antonius Haryanto sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (Komkep KWI) memberikan kata sambutan bahwa menurut Paus Fransiskus adalah “Internet ialah sesuatu yang baik dari Tuhan”.Menurut Santo Yohanes Paulus II mengharapkan agar media komunikasi modern di gunakan untuk mengkomunikasikan Yesus Kristus sebagai jalan kebenaran dan hidup.Betapa melimpahnya kisah-kisah virtual yang mempererat persaudaraan antar manusia; membangkitkan kepedulian terhadap kemanusiaan dan kesadaran akan pewartaan,lingkungan hidup dan solidaritas umat manusia.”Bukanlah alat komunikasi apa yang harus kita pakai melainkan cara komunikasi macam apakah yang perlu kita pakai agar pewartaan iman sungguh bermanfaat di zaman digital ini”.

Baca juga  Silaturahmi ke MUI, Dubes Saudi Luruskan Pemberitaan Soal Haji

Tujuan OMK Academy yaitu peserta mampu meningkatkan kapasitas diri dalam berpikir kritis untuk menjadi leader bukan sekedar follower dengan menciptakan konten berdasarkan analisis yang dilakukan; peserta mampu membentuk tim media sosial untuk komunitas,organisasi,komisi kepemudaan dan OMK net; peserta mampu membuat strategi komunikasi yang baik dalam media sosial;peserta mampu mengetahui dari mana mendapatkan konten yang tepat; peserta mampu menerjemahkan strategi tersebut menjadi konten visual yang konkrit;peserta mampu menerjemahkan strategi tersebut menjadi konten video yang konkrit dan peserta mampu mengoperasikan secara optimal saluran-saluran media sosial yang ada.

Pembicara pada sesi 1 yang bernama Lisa Puji Esti H sebagai Dosen Ilmu Komunikasi Unika Atmajaya Dari Pengurus Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (Komkep KWI) dengan tema “Berpikir Kritis Dan Analisis Situasi”.Pada tahun 2018 menurut PiSA adalah Indonesia menduduki ranking enam dari bawah negara yang memiliki literasi rendah dalam bidang membaca,matematika dan science.Pada tahun 2020 menurut Kominfo ialah dari Januari-Juni 2020 telah ada 869 isu hoaks beredar dan perhari sekitar 10 berita palsu beredar di internet Berpikir dua kali terhadap apa yang ada didepanmu dengan menganalisis fakta dan data.Apa yang menjadi sub tujuan media sosial OMK NET adalah followers meningkat 300K untuk semua platform dan konten mencakup 37 keuskupan,kegiatan Komisi Kepemudaan Konferensi Wali Gereja Indonesia (Komkep KWI)dan informasi dari gereja Katolik tingkat nasional dan internasional.

Pembicara pada sesi 2 yang bernama Friesca Vienna Saputra sebagai Co-Founder Krismapedia Dan Lets Inspire.Co dengan tema “Strategi Konten,Manajemen Dan Riset Data”.Menurut Paus Benediktus XVI adalah siapapun yang telah menemukan Kristus harus menuntun orang lain kepada Dia.Sebuah kebahagiaan besar tidak bisa disimpan sendirian.Kebahagiaan itu harus diteruskan.Strategi komunikasi konten harus ada segmenting, targeting dan positioning.

Pembicara pada sesi 3 yang bernama Lawrence Tjandra sebagai Director Dan Senior Consultant Inke Maris Associates Dan Stephen Pratama sebagai Co-Founder Katolikvidgram dengan tema “Digital Marketing Dan Public Relations”.Pada bulan Januari 2020 total untuk semua pengguna internet melalui handphone sebesar 171,0 million terbagi dalam beberapa kelompok untuk pengguna internet menggunakan handphone sebesar 98%,untuk yang menggunakan via smartphone sebesar 96%,untuk yang menggunakan via feature phone sebesar 5,3% dan yang menggunakan via mobile devices sebesar 4H 46M.Sebuah brand mempunyai marketing,logo, strategi,value,design,trust,identity dan advertising.Ada 3 prinsip brand mempunyai nilai vision, mission, personaliti dan uniqueness;target audiences mempunyai nilai age, social class, occupation, location dan sebagainya; engagement mempunyai nilai channel,marketing dan communication.Marketing digital platform ialah influencer (personal/associations/institutions),ads,promo atau giveaway,events, partnership atau collabs dan publications.

Baca juga  Susah Fokus Jelang Ujian Kenaikan Kelas? Teknik Ini Dapat Bantu Tingkatkan Konsentrasimu

Pembicara pada sesi 4 yang bernama Wis Limiadi sebagai Founder Jejak Kudus dengan tema “teknik copywriting di media sosial dan website”.Dalam teknik copywriting kalau menulis dengan copy dan paste harus mencantumkan sumber dan kontennya.Kalau dalam karya tulis harus mengandung unsur berita,katekese,curhatan,nyinyiran,gosip,hiburan dan lain-lain.Sedangkan kalau dalam konten media sosial harus ada relevan dengan pembaca dan sesuai dengan alasan mengapa dia mengikuti atau bergabung dalam sosial media anda.

Revolusi sosial media adalah kalau twitter memaksa orang menulis secara singkat;kalau Instagram dan Facebook persaingan untuk meraih engagement secara ketat sehingga orang tidak memiliki waktu yang cukup untuk membaca semuanya dan tantangannya kemampuan manusia modern untuk berkonsentrasi (attention span) yang semakin singkat.Tiga bagian penting dalam menulis suatu konten di media sosial ialah pembuka (penarik perhatian atau attention getter);isi pesan yang mau di sampaikan dan penutup (pengarah aksi)call to action.Dalam menulis konten media sosial awali dengan rangkuman bisa berupa pernyataan tertutup, bisa asal kontroversial dan memancing emosi dan pertanyaan terbuka menimbulkan rasa penasaran untuk membaca lebih lanjut.Apa yang ingin pembaca kamu lakukan setelah selesai membaca yaitu memberikan komentar dan membagikan konten ini; memesan produk yang di jual,menghubungi atau mendaftar dan membacq konten lain yang berkaitan. Singkat,sederhana,mudah dimengerti dan lebih baik.

Menurut seorang yang bernama Woody Guthrie “any fool can make something complicated.It takes a genius to make it simple.”Semua orang bisa menulis panjang lebar,namun hanya yang benar-benar mengerti bisa menulis dengan sederhana dan mudah di cerna.Penulis yang baik sama dengan editor yang baik.Cara mendapatkan ide yang banyak adalah gunakan teknik refreaming adalah dengan melihat satu topik dari berbagai sudut pandang.

Baca juga  Pangkoarmada I Ikuti Briefing Pelaku Latihan Armada Jaya 2021

. Pembicara pada sesi 5 yang bernama Kevin Fatli sebagai Co,-Founder Katolik Media dengan tema “membuat konten grafis”.Dalam desain ada beberapa hal yang harus diperhatikan adalah font,gambar,warna dan penekanan.Ada jenis font dalam desain ialah sans serif,serif dan decorative.Jika font judul 72,font paragraf bisa 36.Cari gambar design dengan kualitas HD.Design itu harus berkarakter,useful memilih aplikasi sesuai dengan kegunaan dan porsinya dan balance selalu utamakan keseimbangan antara isi konten dan estetika design.

Pembicara pada sesi 6 yang bernama Kevin Fatli sebagai Co-Founder Katolik Media dengan tema “membuat konten video”.Ada dua jenis video adalah film dan videografis.Tiga hal hal perlu dipersiapkan dalam membuat video ialah konsep,alat dan usaha.Konsep video mengandung unsur sumber daya manusia,durasi video,saluran video dan pesan video.Alat paling minimal untuk membuat video yaitu kamera (bisa smartphone atau kamera profesional);audio (bisa earphone atau sound recorder);lighting (bisa matahari atau artificial lighting) dan aplikasi editing (bisa di handphone atau komputer atau laptop).Lima prinsip video katolik adalah inovatif,nowadays,jujur,inspiratif dan lugas.Ada ide konten video katolik yang belum banyak dibuat ialah katekese orang muda,nyanyian mazmur (bukan mazmur tanggapan),bible commentary,film pendek dan slice of life.Selalu up to date dengan hal-hal yang hangat ditengah audiensmu.Ide konten video yang jujur lebih mudah diterima audiens.Buat video yang membuat orang berterima kasih.

Pesan buat orang muda Katolik adalah orang muda membawa kabar sukacita pada dunia lewat media sosial;orang muda menggerakkan orang muda lainnya dan umat manusia kebenaran dan kehidupan dan orang muda semakin dekat dengan kristus dan membawa pada kehidupan damai.

(Lie Susan Sandy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here