HIDUP BERIMAN DAN BERHIKMAT

0
897

Oleh: Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak

HIDUP BERIMAN DAN BERHIKMAT

(Yakobus 2:2-12)

Yakobus ini bukanlah Yakobus saudara Yohanes (anak Zebedeus), karena ia sudah tewas dibunuh oleh Herodes (Kos.12:2). Lantas siapa Yakobus ini? Ia adalah saudara Tuhan Yesus (Mat 13:55), anak Yusuf dan Maria.

Coba perhatikan ay.1: Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. Kedua belas suku yang dimaksud adalah suku bangsa Israel yang telah berserak di perantauan, yaitu di luar daerah israel.

Mungkin kita bertanya kenapa ada Tuhan Yesus Kristus? Tentu itu ingin menekankan bahwa Yakobus ini adalah Yakobus saudara Yesus.

Lebih jelas tentang Yakobus ini bisa kita lihat di Yoh.7:5; 1 Kor.15:7; Hal.2:9; Kis.15:13). Yakobus ini adalah seorang yang bertobat setelah Yesus bangkit dari kematian dan sejak itu ia dikenal sebagai orang yang baik dan jujur.

Kesetiaannya kepada Yesus membuatnya harus mati dengan penganiayaan karena dilempar dari tempat yang tinggi dan kepalanya dipukul. Demikianlah Yakobus dikenal sebagai rasul yang banyak menghadapi penderitaan namun tetap memiliki semangat untuk melayani.

Dalam perjalanan hidup ini kita diperhadapkan kepada berbagai macam pencobaan dan itu tidak dapat kita hindari. Situasi itu membuat banyak orang percaya yang tidak tahan uji akan kalah, namun bila kita menang dalam menghadapi pencobaan maka kita hidup sesuai dengan kehendak Allah.

Tetapi bila kita kalah dalam menghadapi pencobaan tersebut berarti kita tidak akan sanggup memenuhi apa yang Tuhan inginkan bagi kita. Oleh karena itu saat ini kita akan diajari oleh Yakobus bagaimana menghadapi berbagai pencobaan itu.

Jika kita diperhadapkan dengan berbagai macam pencobaan maka jangan pernah berpikir apakah kita sanggup atau tidak sanggup menghadapinya. Jika demikian halnya maka kita akan terjebak kepada pemikiran besar kecilnya atau berat ringannya pencobaan tersebut.

Baca juga  Jokowi Umumkan Kabinet Kerja Jilid-2: "Tim Eksekusi Impian Indonesia"*

Yakobus disini meminta kepada kita untuk menganggap adalah sebuah kebahagiaan kalau kita menghadapi pencobaan. Mungkin kita akan berkata bagaimana mungkin kita bisa menganggap sebuah kebahagiaan pencobaan itu karena rasanya saja terkadang bisa menyakitkan dan bisa juga membuat sedih dan menangis.

Ayat 3: sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Yakobus mau mengatakan anggaplah pencobaan itu sebagai sebuah ujian yang membuat iman kita akan semakin kuat dan hebat. Kalau kita anggap itu sebagai ujian berarti tujuannya baik dan tentu amatlah tepat jika kita hadapi dengan kebahagiaan.

Tetapi kalau kita menganggap pencobaan itu sesuatu yang menakutkan dan membebani tentu sangat tidak mungkin kita menghadapinya dengan kebahagiaan. Kita harus mengetahui bahwa Allah menempatkan pencobaan di jalan kehidupan kita untuk menguji iman kita, jika kita berkata saya adalah orang beriman tentu Allah ingin iman itu tidak hanya dimulut.

Allah mau iman kita itu kemudian melahirkan tindakan-tindakan iman yang nyata. Allah mau iman kita terus meningkat lewat kemampuan kita menghadapi berbagai pencobaan.

Agar kita bisa lulus dalam ujian pencobaan itu maka hadapi dengan kebahagiaan supaya melahirkan ketekunan. Ketekunan itu akan membuat kita sabar, teguh, kuat menghadapi pencobaan dan akhirnya mampu dan lulus.

Yakobus ingin mengajari kita agar menjadi orang-orang percaya yang memiliki iman yang tangguh jika sanggup menghadapi berbagai pencobaan. Yakobus juga mengajari kita untuk menjadi orang-orang percaya yang berhikmat yaitu yang selalu yakin akan pertolongan Allah dan selalu memohon kasihNya agar memampukan kita untuk bangkit dari rasa takut, bangkit dari keterpurukan iman, bangkit dari rasa gelisah dan bangkit dari keragu-raguan.

Baca juga  Oposisi Dua Kaki

Orang yang beriman dan berhikmat akan selalu merasa dekat dengan Allah dan tidak pernah ragu akan kuasa dan pertolongan Allah, Amen.

Doa:
Ya Allah, aku mau menjauhkan rasa kuatir dan takutku untuk menghadapi pencobaan, jadikanlah aku orang yang beriman dan berhikmat, Amen.

SELAMAT HARI MINGGU
DAN
SELAMAT BERIBADAH

(Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak-Pdt HKBP Ressort Cipayung Cilangkap-Jaktim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here