Ketekunan

0
560

Oleh:  Pdt. Stefanus Hadi Prayitno.

Shalom  Aleichem ……..

Selamat pagi saudaraku yang terkasih dalam Kristus,

Rhema hari ini :

“HUPOMONE”

_(Ketekunan)_

Bacaan :Ro ma 5:1-5

Menyerah karena sulitnya perkara yang kita hadapi dalam hidup ini adalah satu pilihan yang paling mudah kita ambil.

Apalagi setelah mengetahui kita telah berjuang berkali-kali banyaknya untuk terus mencoba dan tetap mencoba … tetapi, nihil.

Dengan menyerah, maka kita tidak akan bertemu lagi dengan kesulitan yang sejak dulu telah mengeluarkan seluruh daya pikir kita dan kekuatan kita untuk berjuang dan membawa kita kepada jalan sengsara.

Rasul Paulus menggunakan kata Yunani, “thlipis”, untuk menyebutkan kesengsaraan, yang artinya secara harafiah adalah “tekanan”. Dari dulu hingga sekarang, rupanya “tekanan atau kesengsaraan” memang dekat dengan orang percaya dalam memperjuangkan iman mereka.

Kini di Indonesia, kita pun seringkali ditekan hingga sengsara sangat untuk dapat menyatakan diri kita sebagai “pengikut Kristus”.

Dahulu, orang percaya di Roma pun kurang lebih mengalami hal yang sama, tekanan dari orang-orang di Roma, terlebih “Kekaisaran Romawi”, yang dahulu menganiaya orang percaya karena iman yang berbeda itu.

Tetapi yang aneh adalah karena Rasul Paulus menyatakan justru bahkan dengan situasi sesulit itu, kita sebagai orang percaya harus tetap bermegah – bersukacita (ayat 3)._

Sama seperti seorang murid yang tetap bersemangat, mengerjakan soal yang diberikan oleh gurunya untuk mencari jawaban, karena “Sang Guru” sudah menyatakan bahwa jawabannya ada.

Jawaban yang disediakan oleh Tuhan melalui Rasul Paulus kepada kita dalam menghadapi segala kesengsaraan kita terdapat pada satu alur yang sangat menarik untuk kita lihat bersama, ayat 3-5: _Kesengsaraan -> Ketekunan -> Tahan Uji -> Pengharapan -> Tidak Kecewa (karena Allah mengasihi kita).

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

Menurut Anda dari antara 5 hal itu, apa yang paling penting untuk kita lakukan hari ini?_

♻ Buat saya pribadi…

“K e t e k u n a n”.

Rasul Paulus kembali menggunakan kata yang baik sekali untuk menggambarkan hal itu, ketekunan:  Hupomone (Yunani) yang arti harafiahnya lebih dari sekedar bersabar._

“Hupomone ” berarti tetap memiliki semangat untuk melakukan sesuatu yang bisa kita perbuat untuk mengalahkan kesengsaraan hidup ini.

Ketika kita menghadapi satu kesengsaraan, maka tetap memiliki “Hupomone” (ketekunan) adalah pilihan yang realistis sekaligus “imani,” bahwa di depan sana, kita tidak akan kecewa.

Gembala Jemaat :

Pdt. Stefanus Hadi Prayitno.-

Selamat hari minggu, Selamat beribadah dan Selamat melayani Tuhan dengan kasih yang tulus iklas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here