KEPATUHAN MENJADIKAN INDAHNYA KEBERSAMAAN

0
1004

 

 

Oleh:  Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak

(Kejadian 17:15-27)

 

 

Sejak Abraham keluar dari Ur Kasdim berumur 75 thn, Allah telah menjanjikan bahwa Abraham akan memiliki keturunan seperti bintang di langit dan pasir di laut yang akan memenuhi bumi. Namun hingga Abraham berusia 99 tahun ia tidak memiliki anak.

Tentu secara manusiawi amatlah wajar kalau Abraham menjadi sedikit kurang percaya akan janji itu, itulah sebabnya pada ayat 18 ia berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!  Kira-kira apa maksudnya? Apakah Abraham tidak percaya lagi kepada Allah? Saya yakin walau Abraham Abraham sudah memiliki anak (Ismail) dari Hagar, pastilah Abraham masih menginginkan memiliki keturunan dari istrinya Sara.

Bisa saja Abraham tidak lagi menuntut janji itu karena toh ia telah memiliki Isamail Anaknya, karena Ismail adalah anaknya yang sah dan hubungannya dengan Hagar juga atas restu istrinya si Sara. Tetapi Allah berkehendak lain dan tetap ingat akan janjiNya serta memenuhi semua yang Ia janjikan kepada Abraham.

Biar bagaimanapun Allah saat berjanji akan membuat keturunan Abrahan memenuhi bumi adalah bersama Sara dan bukan Hagar. Pasti Abraham dan Sara sebagai manusia biasa berpikir tidak mungkin lagi mereka punya anak, sehingga ungkapan Allah dianggap seperti sesuatu yang lucu dan patut ditertawakan oleh Abraham.

Yang pasti logika pikiran Abraham tidak akan dapat menghempang kehebatan dan Kuasa Allah. Jadi Allah tetap mengatakan, bahwa Abraham dan Sara akan segera mendapatkan berkat keturunan seperti yang sudah dijanjikan Allah kepada mereka berdua.

Lahirnya seorang anak (Ishak) dari Sara membuktikan bahwa janji Allah itu kekal dan bukan isapan jempol belaka. Ishak yang akan dilahirkan tidak hanya sekedar penggenapan janji belaka, namun lebih dari itu yaitu sebagai keturunan dimana Allah akan mengadakan perjanjian kekal untuk membuat keturunan Ishak memenuhi bumi.

Abraham memang sempat ragu dan menjadi sedikit “kurang percaya” mengenai ungkapan Allah tentang janji keturunan melalui Sara istrinya, namun kita harus mengetahui bahwa Abraham tidak pernah membuatnya menjadi tidak tunduk dan taat kepada Allah. Ketaatan Abraham kepada Allah diperlihatkan dengan tindakannya mau menyunatkan dirinya dan semua laki-laki yang lahir dirumahnya, serta semua orang yang dibelinya.

Sikapnya ini membuktikan bahwa ia ingin selalu hidup di dalam ikatan perjanjian dengan Allah. Ketaatan dan kesabaran Abraham justru tetap ia perlihatkan walaupun ia sempat “kurang percaya” akan janji Allah yang menurutnya tidak masuk itu, karena ia dan istrinya sudah sangat tua.

Nampaknya bagi Abraham kepatuhan terhadap Allah adalah sebuah kewajiban untuk dilaksanakan dan tidak dapat ditawar-tawar oleh siapapun. Ketaatan Abraham dan Sara kepada Allah telah membuat kebersamaan mereka di tengah keluarganya nampak indah walau tidak memiliki anak.

Bagaimana dengan saudara/kita? Apakah saudara/kita juga adalah orang yang taat dan patuh kepada Firman Allah? Sedikitpun tidak terlihat atau terpancar dari diri si Abraham  kekecewaan atau sungut-sunggut pada saat janji Allah tentang berkat keturunan dari Sara belum ada tanda-tanda digenapi.

Rasa hormat dan takutnya kepada Allah tidak berkurang sedikitpun, ia tetap dikenal sebagai orang yang tekun beribadah, taat memberi persembahan serta memiliki sikap yang peduli bagi orang lain. Kepatuhannya dan ketaatannya itulah yang membuat hidupnya dan kebersamaannya dengan Sara semakin nampak indah.

Pandangan Allah sangat berkenan atas kepatuhan dan ketaatan Abraham dan Sara, sehingga membuatnya semakin diberkati Allah tidak hanya menjadikan  indahnya kebersamaan mereka tanpa punya anak, melainkan  mememberkati hingga meraih  indahnya kebersamaan dengan memiliki anak. Kepatuhan Abraham telah merubah yang tidak mungkin menurut pikirannya menjadi mungkin bagi Allah.

Ingatlah bahwa Allah telah memberi Anugerah keselamatan bagi kita melalui pengorbanan AnakNya yaitu Yesus Kristus. Pengampunan dosa dan kehidupan yang kekal telah kita terima dari Yesus, untuk itu Mari kita tunjukkan mepatuhan kita mepadaNya dengan selalu percaya kepada Yesus serta hidup menurut perintahNya.

Jangan pernah bermimpi untuk merasakan indahnya kebersamaan di tengah keluarga, di tengah masyarakat dan di tengah Gereja, jika masing-masing kita tidak menunjukkan kepatuhan dan ketaatan kepada perintah Yesus.  Ayuk, tunjukkan di dalam hidupmu kapatuhanmu kepada Yesus, maka indahnya kebersamaan akan kita dapatkan dan rasakan, amen.

SELAMAT HARI MINGGU

DAN

SELAMAT BERIBADAH

(Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak-Jkt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here