Segala Sesuatu adalah Sia-sia diluar Tuhan

0
2101

OLEH:  DR.DR. STEFANUS WIJI SURATNO, SE, MM, PHD, DTH (C).

Pengkhotbah 1:1-2 (TB)  Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem.

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia.

http://www.bibleforandroid.com/v/4a73c9fb3dd2

Raja Salomo adalah anak dari Raja Daud yang diberi kesempatan dan berkat luar biasa oleh Tuhan. Diantara raja di bumi Salomo dinobatkan sebagai raja terkaya, raja yang sangat cerdas karena hikmat yang luar biasa dan mungkin ukuran dunia sangat puas karena memiliki isteri 700 dan 300 gundik (I Raja2 11: 1-2 ; 10 : 1-29 ). Untuk ukuran orang dunia itu merupakan suatu pencapaian kepuasan yang luar biasa. Namun di akhir hidupnya dia mengatakan segala sesuatu adalah sia-sia. Bahkan tulisan-tulisannya menasihatkan banyak kepada kita bahwa hidup itu harus tahu arah dan tujuannya dan bagaimana mengisi hidup ini supaya tidak sia-sia.

Ingat saat Salomo akan dilantik menjadi raja Allah menemui Salomo melalui mimpi dan mengatakan nasihat dan perintah yang harus ditaati oleh Salomo. ( I Raja2  3 : 11-15 ). Awal perjalanan hidupnya dilakukan dengan benar sehingga janji Tuhan diberikan kepada Salomo bahkan yang tidak diminta Salomopun diberikan Allah. Namun dipertengahan jalan hidup Salomo mulai tidak taat karena hatinya dicondongkan isteri-isterinya untuk meninggalkan Tuhan dan percaya pada berhala-berhala.

Inilah awal kejatuhan Salomo karena tidak taat pada perintah Allah. Dari hidup damai menjadi hidup penuh masalah. Musuh-musuhnya mulai muncul dan hadirat Tuhan makin jauh dari hidupnya. Sehingga sakit rohani mulai muncul di kehidupan Salomo. Sakit rohani ini jauh lebih berat dari sakit tubuh jasmani. Karena sumber damai sejahtera dari Allah telah undur dari hidupnya. Orang yang sakit rohani ini tidak memiliki damai sejahtera.

Maka kita harus ingat apa yang dirasakan Salomo bisa terjadi dalam hidup kita kalau kita melanggar FirmanNya. Beda dengan ayahnya Salomo yaitu Daud begitu tahu dia berdosa dia cepat-cepat bertobat dan mohon ampun pada Tuhan sehingga Tuhan mau mengampuninya. Salomo sampai akhir hidupnya dikuasai oleh isteri-isterinya.

Salah pilih isteri juga menjadi nasihat yang penting karena isteri itu tiang doa suami. Isteri adalah tulang rusuk suami sehingga isteri harus menjadi penopang hidup suami yang menutup kelemahan-kelemahan suami. Isteri jangan menjadi tulang busuk suami karena bisa menghancurkan hidup dan masa depan suaminya sendiri. Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang suami isteri saling menyayangi saling mencintai dan saling melindungi.

Wajar bila Salomo mengatakan segala sesuatu adalah sia-sia  karena semua yang dia peroleh tak ada gunanya. Orang hidup akhirnya harus menghadapi kematian. Saat di akhir ajal kita tak ada yang dapat dibawa mati. Maka tetaplah hidup didalam perintah Tuhan maka hidup itu akan memiliki arti karena hidup orang benar akan memiliki nilai yang dapat dicontoh orang lain ( Mazmur 112 : 1-9 ). Semoga ayat ini menjadi peringatan hidup kita bahwa hidup itu memiliki arti bila kita tetap didalam perintahNya dan menjadi sia-sia bila kita banyak pelanggaran akan FirmanNya.

Kesimpulan dan Doa :

Tuhan terima kasih untuk FirmanMu agar kami tetap didalam Pokok Anggur yaitu Tuhan Yesus karena diluar Engkau hidup kami akan kering dan jauh dari damai sejahtera.

Salam kasih,

DR.DR. STEFANUS WIJI SURATNO, SE, MM, PHD, DTH (C). DOSEN PROGRAM DOKTOR THEOLOGIA DAN MINISTRY HARVEST INTERNATIONAL THEOLOGICAL SEMINARY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here