BEBERAPA PILAR YANG MEMPERKOKOH CORPORATE LEADERSHIP: BAGIAN KE-7 

0
567

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

*_π Test & Measure Mastery_*

 

Apa yang harus dites dan diukur?

 

✓ Market Test

Market test ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana responsh pasar/konsumen terhadap produk yang diluncurkan dipasarkan. Hasil dari tes ini dipergunakan sebagai dasar evaluasi dan penetapan strategi untuk menunjang suksesnya produk di pasar.

 

✓ Pengukuran terhadap keseimbangan antara

* Produksi

* Stock

* Marketing & Sales

* Keuangan/cash flow

* Kompetensi dan kecukupan SDM

Manajemen akan berhasil bila dapat menjaga keseimbangan antara kelima bidang di atas.

Dapat kita bayangkan masalah-masalah apa yang akan dihadapi perusahaan bila terjadi:

* over production atau sebaliknya terjadi shortage of production. Termasuk di dalamnya adalah quality assurance dari produk yang dihasilkan. Apakah alat-alat produksi seperti mesin dan lain-lain mencukupi jumlahnya, tidak terjadi downtime machines, tidak obsolete dan masih bisa berproduksi secara efektif dan efisien.

 

* Stock/persediaan yang meliputi kecukupan raw material, WIP dan produk jadi. Tingkat kehilangan dan kerusakan persediaan-persediaan di atas.

Manajemen harus selalu mewaspadai jangan sampai terjadinya investasi yang besar di persediaan ini.

 

* Marketing & sales juga memegang peranan yang sangat penting. Departemen ini bertanggungjawab menyiapkan *sales budget* yang menjadi dasar dalam penetapan production budget, financial budget/besarnya working capital yang diperukan dan financial planning.

Marketing & sales juga harus menyiapkan berbagai business strategies untuk memenangkan persaingan dan sales strategies. Termasuk merancang iklan dan promosi yang dilakukan oleh Marketing Communication (Marcom) Department.

Sayang banyak iklan yang tidak efektif dan merupakan pemborosan biaya air time di TV yang cukup mahal. Iklan-iklan yang demikian tidak mampu menciptakan kesadaran konsumen untuk membeli produk (production awareness).

Contoh iklan-iklan yang tidak bermutuv antara lain adalah:

^Silingo – produk apa yang di iklankan dan massage nya tidak jelas.

^ Drink Bengkel Bengkel – tidak*_BEBERAPA PILAR YANG MEMPERKOKOH CORPORATE LEADERSHIP (VII)_*

*_p. Adriyanto_*

*_π Test & Measure Mastery_*O

 

Apa yang harus dites dan diukur?

 

# *Market Test*

Market test ini bertujuan untuk mengengetahui bagaimana response pasar/konsumen terhadap produk yang diluncurkan dipasarkan. Hasil dari tes ini dipergunakan sebagai dasar evaluasi dan penetapan strategi untuk menunjang suksesnya produk di pasar.

 

# Pengukuran terhadap keseimbangan antara

* Produksi

* Stock

* Marketing & Sales

* Keuangan/cash flow

* Sumberdaya manusia,

akan berhasil bila dapat menjaga keseimbangan antara kelima bidang di atas.

Dapat kita bayangkan masalah-masalah apa yang akan dihadapi perusahaan bila terjadi:

✓ *Over production atau sebaliknya terjadi shortage of production*

Termasuk di dalamnya adalah quality assurance dari produk yang dihasilkan. Apakah alat-alat produksi seperti mesin dan lain-lain mencukupi jumlahnya, tidak terjadi downtime machines, tidak obsolete dan masih bisa berproduksi secara efektif dan efisien.

 

✓ *Stock/persediaan* yang meliputi kecukupan raw material, WIP dangdut produk jadi. Tingkat kehilangan dan kerusakan persediaan-persediaan di atas.

Manajemen harus selalu mewaspadai jangan sampai terjadinya investasi yang besar di persediaan ini.

 

✓ *Marketing & sales*

juga memegang peranan yang sangat penting. Departemen ini bertanggungjawab menyiapkan *sales budget* yang menjadi dasar dalam penetapan production budget, financial budget/besarnya working capital yang diperukan dan financial planning.

Marketing & sales juga harus menyiapkan berbagai business strategies untuk memenangkan persaingan dan sales strategies. Termasuk merancang iklan dan promosi yang dilakukan oleh Marketing Communication (Marcom) Department.

Sayang banyak iklan yang tidak efektif dan merupakan pemborosan biaya air time di TV yang cukup mahal. Iklan-iklan yang demikian tidak mampu menciptakan kesadaran konsumen untuk membeli produk (production awareness).

Contoh iklan-iklan yang tidak bermutu antara lain adalah:

^ Drink Beng Beng – banjir air mata yang bersumber dari kedua mata.

 

^ Silingo – produk yang dijual tidak jelas

 

^ Shopee – tidak realistik

 

^ Bukalapak – masa pakai background tentara Korea Utara?

 

^ Mie instant dimana pemeran iklannya menangis dan menjerit-jerit.

 

Manajemen juga harus melakukan *what if analysis* terhadap keputusan dan strategi-strategi marketing & sales, untuk lebih memantapkan strategi terkait dan menetapkan opsi strategi lain (plan B, C).

 

Di samping itu, banyak manajemen yang tidak pernah melakukan evaluasi atas dampak iklan dan promosi terhadap peningkatan penjualan.

 

Manajemen juga harus melakukan *what if analysis* terhadap keputusan dan strategi-strategi marketing & sales, untuk lebih memantapkan strategi terkait dan menetapkan opsi strategi lain (plan B, C).

 

✓ *Finance/cash flow*

Bisa dibayangkan apabila tidak ada koordinasi yang baik antara Marketing Department dan Finance Department. Bila Marketing membeli stock atau raw material yang banyak, melebihi kekuatan cash flow, maka perusahaan tidak dapat membayar supplier tepat waktu/sesuai tanggal jatuh tempo dan ada kemungkinan perusahaan harus membayar bunga atas tunggakan yang dilakukan.

 

Prinsip keuangan yang harus dipegang oleh manajemen keuangan adalah:

*menagih lebih cepat dan membayar lebih lambat*

Pada saat saya menjabat sebagai Vice President-bidang finance, saya membuat peraturan di mana pembayaran kepada para supplier hanya akan dilaksanakan pada setiap hari Jumat mulai pukul 14:00. Pengaturan ini akan menyebabkan pencairan giro (dengan total nilai yang cukup material) ke bank baru dapat dilakukan paling cepat pada hari Senin.

Akibatnya, perusahaan akan menerima *overnight interest* selama dua hari yang cukup lumayan.

 

✓ *Sumberdaya manusia*

Jumlah, kompetensi dan produktivitas SDM juga memegang peran penting

 

Apabila terjadi kekurangan tenaga kerja, maka akan menyebabkan tidak tercapainya berbagai target. Di samping itu, HRD Department harus melakukan program pemberdayaan/grooming program/

competency management yang efektif.

 

Uraian di atas merupakan garis besar dari *Operasional Excellence Management*

 

*Bersambung*

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here