Berbahagialah Orang yang Suci Hatinya karena Mereka akan Melihat Allah

0
885

 

Oleh: Stefanus Widananta

 

Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah

Matius 5;8

 

Melihat Allah merupakan tujuan terjauh, kepuasan tertinggi, sekaligus kebahagiaan terdalam yang didambakan orang, demikian ungkap alm.Pdt Eka Darmaputera.

Paulus mengatakan, “Sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka, dengan kata lain, sekarang hidup kita masih sarat dengan rahasia yang tak terungkap, dengan pertanyaan yang tak terjawab dan dengan kerinduan yang tak terpuaskan.

Ketidakpastian adalah sisi yang paling tidak menyenangkan dalam kehidupan manusia.

 

Melihat Allah adalah kepuasan tertinggi serta dasar kebahagiaan terdalam yang didambakan semua orang, sebab ketika itulah semua rahasia akan terungkap, semua selubung akan tersingkap dan semua pertanyaan akan terjawab, ada kepastian.

Tetapi Yesus mengatakan, orang yang suci hatinya yang akan melihat Allah.

Siapakah yang suci hatinya? Kalau yang suci tampangnya, banyak, yang suci lagaknya, tidak sedikit, begitu pula yang sok suci, segudang banyaknya, namun yang suci hatinya? Tidak banyak.

 

Namun, yang Yesus minta bukanlah melihat atau menilai orang lain, melainkan Yesus meminta kita untuk melihat diri kita sendiri, apakah kita hanya sok suci, penampilan, lagak kita atau bahkan kita sok suci?

Kata-kata Yesus mengajak kita untuk membedah diri serta bertanya, apakah yang mendorong kita melakukan sesuatu? Kemuliaan Kristus atau prestise diri sendiri?

Apakah hidupnya lebih dikuasai Roh Kudus atau kedagingannya?

 

Dalam kitab Amsal kita dapat menemukan seruan agar kita menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan.

 

Tuhan Yesus memberkati.

Baca juga  FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here