Pergulatan dalam Keluarga Poligami

0
810

 

 

Oleh: Pdt. Andreas Loanka

 

 

BGA dari Kejadian 29:31-30:24

 

Memiliki lebih dari satu istri ternyata memberikan masalah tersendiri bagi Yakub, yaitu terjadi pergulatan di antara para istri untuk mendapatkan cintanya. Kedua istrinya, Lea dan Rahel, adalah kakak dan adik kandung. Namun hal itu tidak membuat mereka hidup rukun dan damai, sebaliknya kedua kakak beradik itu justru tidak akur dan saling bersaing satu dengan yang lain untuk mendapatkan cinta sang suami.

 

Apa masalahnya?  Masalah pertama adalah Yakub memiliki lebih dari satu istri.  Masalah kedua adalah ia tidak bisa berlaku adil kepada kedua istrinya, khususnya dalam hal cinta.  Masalah ketiga adalah istri-istrinya saling cemburu satu dengan yang lain.

 

Memiliki lebih dari satu istri ternyata membawa masalah tersendiri bagi Yakub dan keluarganya. Semula memang bukan keinginan Yakub untuk berpoligami, tetapi ia ditipu oleh Laban. Ia mencintai Rahel dan rela bekerja tujuh tahun pada Laban untuk mendapatkan Rahel. Tetapi setelah tiba waktunya Laban memakai cara yang licik memberikan Lea kepadanya dengan alasan karena adat dan kebiasaan setempat. Yakub disuruh bekerja tujuh tahun lagi pada sang mertua untuk mendapatkan pujaan hatinya.  Setelah memiliki dua istri, Lea dan Rahel, ternyata  Yakub harus menghadapi permasalahan yang pelik di dalam bahtera rumah tangganya.

 

Yakub tidak bisa berlaku adil terhadap kedua istrinya.  Ia mungkin bisa berusaha berbuat adil kepada kedua istrinya dalam hal memberi nafkah, makanan, pakaian, dan kebutuhan materi lainnya. Tetapi ia tidak mampu berlaku adil  kepada kedua istrinya tersebut dalam hal cinta. Alkitab menyatakan bahwa Yakub lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea (Kej. 29:30).

 

Istrinya saling cemburu satu dengan yang lain.  Lea cemburu karena Yakub lebih sayang kepada Rahel. Ia berusaha melahirkan anak untuk mendapatkan cinta kasih suaminya.  Setelah Lea mendapatkan anak-anak bagi Yakub, giliran Rahel yang menjadi cemburu.   Seharusnya Rahel bersyukur karena yang melahirkan anak-anak tersebut adalah kakak kandungnya,  dan yang mendapatkan anak adalah suaminya dan keluarganya. Namun realitanya tidak seperti itu!  Rahel menjadi cemburu dan mengelu kepada suaminya.

 

Kecemburuan itu membuat permasalahan dalam keluarga mereka menjadi lebih kompleks.  Rahel memberikan Bilha, budak perempuannya, untuk menjadi istri Yakub, agar dapat melahirkan anak-anak di pangkuannya. Setelah Bilha melahirkan dua anak bagi Yakub, Lea  tidak mau kalah, sehingga ia  pun memberikan Zilpa, budak perempuannya menjadi istri Yakub, agar dapat melahirkan anak-anak baginya. Kecemburuan sudah membuat Lea dan Rahel mengijinkan suami mereka untuk menambah istri lagi serta melibatkan kedua budak perempuan mereka untuk masuk ke dalam pergulatan keluarga mereka.

 

Sangat ironis sekali. Kakak beradik yang seharusnya saling mengasihi, justru berubah menjadi dua perempuan yang saling bergulat dengan sengit dengan melibatkan orang-orang yang ada di sekitarnya.  Hal ini dikarenakan kakak beradik itu sudah menjadi istri-istri dari satu suami yang sama dan di hati mereka masing-masing ada perasaan cemburu. Pergulatan mereka begitu hebat, sehingga di dalam pemberian nama terhadap anak-anak mereka pun proses pergulatan itu terlihat dengan jelas.

 

Kehidupan keluarga Yakub menjadi pelajaran yang berharga bagi umat Tuhan pada masa kini.  Poligami itu tidak membuat Yakub makin bahagia, sebaliknya ia terus-menerus harus berhadapan dengan banyak masalah rumah tangga yang memusingkan.   Begitu sulit baginya untuk bersikap adil kepada istri-istrinya, khususnya dalam hal cinta. Para istri pun saling cemburu dan terus bergulat untuk mendapatkan hati sang suami. Kalau sudah begitu siapa yang susah?

 

 

Salam dan doa dari

Pdt. Andreas Loanka

GKI Gading Serpong

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here