Hidup Hanya Sekali

0
555

 

 

Oleh: DR.DR. STEFANUS WIJI SURATNO SE MM PHD DTH ( C ). 

 

Ibrani 9:27 (TB)  Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

 

Kita sebagai manusia ditetapkan oleh Allah untuk mati sekali dan setelah itu dihakimi. Artinya bahwa kesempatan hidup hanya sekali maka perlu menyiasati hidup itu dengan bijak. Hidup ibarat Es Batu. Dia akan terus meleleh dan akhirnya habis. Waktu terus berjalan maju dan tak akan kembali. Setiap langkah kita sehari hari akan cepat berlalu seperti bayangan. Ibarat kita bercermin sebentar kita bisa melihat wajah kita setelah itu lenyap. ( Pengkhotbah 6 : 12 ;  Yakobus 1 : 22-24 ). Hidup itu pendek seperti hembusan nafas saja ( Ayub 7 : 7 ). Manusia hidup tahu bahwa kelak akan mati ( Pengkhotbah 9 : 5 ) tapi tak satu orangpun yang tahu kapan dia akan mati ( Pengkhotbah 9 : 12 ). Apa yang kita miliki didunia ini semua tidak ada yang bisa dibawa karena kita lahir dengan telanjang dan matipun akan telanjang pula. ( Pengkhotbah 5 : 14 ). Jadi apa yang harus kita lakukan dalam selama hidup kita ini?

Pertama , kita percaya kepada Tuhan Yesus sebagai juru selamat hidup kita yang akan menyelàmatkan kita dan memberi tempat di sorga untuk kehidupan kita setelah kematian ( Yohanes 14 : 6;  1 : 4; 11 : 25 ; 6 : 35, 48, 51; 6 : 63 ).

Kedua, Taati perintah Tuhan dengan hidup tak bercela dan usahakan untuk terus memperbaiki diri ( Kejadian 17 : 1; I Raja 9 : 4; I Petrus 1 : 15; I Yohanes 2 : 6, 17; Efesus 5 : 25 ).

Ketiga , Layanilah Tuhan sehingga Allah berkenan kepadamu ( Roma 12 : 1; 14 : 7-8;  I Korintus 15 : 58; I Yohanes 2 : 17 ).

Baca juga  BERBUAT BAIK : CIRI UTAMA MANUSIA CIPTAAN ALLAH

Keempat, gunakan harta kita untuk memberikan persembahan kepada Allah, menolong orang yang berkekurangan dan membantu yang susah dan banyak berderma sehingga kelak apa yang kita taburkan ini dikenan oleh Tuhan. ( Amsal 3 : 9-10; Maleakhi 3 : 10; II Korintus 9 : 6-8 ; Ibrani 13 : 16; Roma 12 : 11-13 ).

Kelima , Tingkatkan penyempurnaan Rohani, tekun beribadah, rajin beribadah dan fokus pada Kristus niscaya hidup yang pendek dan hanya sekali kita jalani ini memiliki arti yang mulia dan memberikan sukacita kepada kita sekalipun kematian itu harus kita lewati. ( Roma 12 : 11; Ibrani 12 : 28-29 ; Filipi 1 : 21; 2  : 1-11 ).

Semoga firman yang singkat ini mengingatkan kita bahwa hidup itu singkat maka isilah hidup ini dengan taat pada perintah Tuhan sehingga kelak kita akan mendapat upah dan menjadi warga sorga. ( Filipi 3 : 20-21 ).

 

Kesimpulan dan Doa :

Ya Tuhan ajarkan kami untuk mengisi hidup ini untuk mengasihi Engkau dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi kami serta mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri.

 

Salam kasih

DR.DR. STEFANUS WIJI SURATNO SE MM PHD DTH ( C ).

DOSEN DOKTOR THEOLOGY DAN MINISTRY HARVEST INTERNATIONAL THEOLOGICAL SEMINARY.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here