Allah dan Mamon

0
1115

 

 

Oleh: DR. DR. STEFANUS WIJI SURATNO, SE, MM, PHD, DTH ( C ).

 

Matius 6:19-24 (TB)  “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;

jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

 

Mamon berasal dari bahasa Kasdim yang berarti rumah harta benda atau kekayaan. Dalam kamus Browning kata Mamon disebut berasal dari Aram yang diterjemahkan dalam bahasa Yunani yang berarti merendahkan, mencari keuntungan secara tidak benar atau keserakahan yang menguasai hidup manusia. Tuhan Yesus menekankan hal ini dalam khotbahnya di bukit agar umat Tuhan jangan jatuh imannya karena masalah Mamon. Apa tujuan Tuhan Yesus melarang umatNya tidak boleh mengabdi kepada Mamon ?

1. Jangan menilai harta terlalu tinggi

2. Menjadikan harta sebagai sumber kebahagiaan

3. Menjadikan harta sebagai masa depan

4. Melebihi dari kebenaran Allah

5. Allah tidak menjadi yang utama.

Karena Allah adalah

1. Api yang menghanguskan ( Ibrani 12:29 )

2. Allah hadir dimana-mana ( Yeremia 23 : 23-24 )

3. Allah Maha Mulia ( Mazmur 145 : 5 )

4. Allah Maha Tahu ( Mazmur 139 : 1-6 )

5. Allah Pengasih ( Mazmur 116 : 5 )

6. Allah Pencemburu ( Yosua 24 : 19 ).

Allah ingin umatNya hanya menyembah kepada Dia, taat dan setia serta hormat dan takut akan Dia saja. Allah tahu sedang apa kita. Dilangit disana ada Allah bahkan di dalam kuburpun di sana juga Allah hadir. Allah ada di mana mana sehingga apa yang kita butuhkan Allah Maha Tahu. Kapan kita duduk dan kapan kita berdiri Allah selalu mengawasi. Allah kita pencemburu adanya sehingga jangan ada allah lain dihadapanNya ( Keluaran 20 : 3 ). Tuhan mau kita mengumpulkan harta di sorga karena di sorga tidak ada karat dan ngengat yang merusakkan harta kita. Apa yang ada dibumi hanya titipan atau sementara tidak bisa kita bawa mati. Maka pikirkanlah perkara yang di atas bukan yang di bawah bumi. Khotbah Tuhan Yesus ini sebagai brain washing agar pikiran kita berpikir dengan benar dan tidak salah mengikuti ajakan si Iblis. Sekalipun pagi, siang dan malam kita terus mencari harta bila Allah tidak menyertai maka sia sialah kita. Karena Allah memberkati orang yang dikasihiNya walaupun dia tidur ( Mazmur 127 : 1-2 ). Jangan kuatir tentang apapun juga baik yang akan engkau makan, minum atau pakai tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semua yang kita butuhkan akan Allah cukupi ( Matius 6 : 33-34 ).

Pengajaran :

1. Percaya kepada Tuhan maka kita tak akan kekurangan.

2. Kejarlah harta di sorga karena itulah kebahagiaan yang abadi.

3. Kekayaan bukan masa depan dan bukan sumber kebahagiaan. Sumber kebahagiaan adalah Allah karena Dia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup ( Yohanes 14 : 6 ).

4. Bila Tuhan memberikan karunia untuk menikmati itulah kebahagiàan di dunia ( Pengkhotbah 5 : 18 ).

5. Harta benda tidak bisa kita bawa mati tetapi iman kepercayaan kepada Allah adalah sumber sukacita yang abadi.

DOA :

YA Tuhan berikanlah kami pikiran yang benar, suci dan kudus sehingga kami dapat kasih karuniaMu untuk hidup di dunia yang singkat ini dengan tetap menomorsatukan Engkau diatas segalanya.

Dengan hidup merasa cukup maka hati kita akan dikuasai Roh dan tidak akan jatuh dalam berbagai pencobaan.

Salam kasih

DR. DR. STEFANUS WIJI SURATNO, SE, MM, PHD, DTH ( C ).

DOSEN PROGRAM DOKTOR ILMU MANAJEMEN DAN THEOLOGIA

Universitas Persada Indonesia YAI

Universitas Katolik Parahiyangan

Harvest International Theological Seminary

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here