Prestasi Kehidupan yang Bernilai Kekal

0
476

 

 

Oleh: Pdt. Stefanus Hadi Prayitno

 

 

Syalom, Selamat pagi saudara-saudariku semua,

 

Nas  :  “Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. (Lukas 13:24-25)”

 

*”Kekristenan” itu “bukan jalan gratis ke sorga”,  sebab setiap orang yang ingin supaya bisa masuk atau bisa diterima di dalam Kerajaan Allah Bapa di sorga, maka ada “harga yang harus dibayar”. Itulah mengapa Tuhan Yesus mengingatkan kita lewat kebenaran firmanNya, bahwa kita harus berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, dan ini menunjukkan bahwa untuk bisa masuk dan tinggal di dalam Kerajaan sorga itu tidak gampang.

 

Persoalannya adalah, selama ini banyak orang percaya yang sudah *terlanjur menerima pengajaran yang salah,* dimana dari kebenaran yang disampaikan sudah dikesankan bahwa *asal sudah percaya kepada Tuhan Yesus itu artinya sudah selamat, sudah aman,* atau dengan kata lain hidupnya sudah jauh dari neraka.

 

Kita harus ingat, kebenaran firman Tuhan sudah mengingatkan kita bahwa tidak mudah seseorang bisa masuk ke dalam Kerajaan sorga, dan itu Tuhan Yesus sendiri yang mengatakannya, dimana untuk masuk sorga itu perlu perjuangan.

 

Prestasi hidup orang percaya itu harus sama seperti apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan selama Ia hidup di dunia ini yaitu hidup dalam ketaatan, bahkan taat sampai mati. Itulah yang firman Tuhan katakan di dalam Filipi 2:8

Baca juga  DUNIA TERANCAM RESESI

“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

 

Dari kebenaran ini kita bisa menangkap sebuah pesan yaitu, untuk mencapai sebuah prestasi hidup yang bernilai kekal, kita tidak perlu mendapat pengakuan dari manusia. Karena setiap kita sebagai orang percaya yang mau hidup dalam “ketaatan” sama seperti Kristus telah taat, maka kita akan hidup sama seperti Kristus telah hidup yaitu hidup merendahkan diri dan taat sampai mati.

 

Merendahkan diri artinya tidak hidup lagi untuk mencari “puji-pujian” dari manusia, tetapi bagaimana seluruh gerak hidup kita diarahkan supaya selaras dengan keinginan Allah, atau sesuai dengan selera Allah. Kita sering memakai istilah untuk hal yang satu ini yaitu, *tidak lagi hidup suka-suka sendiri, tetapi hidup menurut suka-sukanya Allah.*_

 

Ada jenjang kehidupan yang harus dicapai oleh kita sebagai orang percaya, supaya kita bisa mendapatkan pengakuan Allah sebagai anak-anakNya, sebagai orang-orang yang layak menerima warisan yang merupakan janji-janji Allah yaitu, kita harus hidup hanya untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Allah Bapa di sorga. Inilah gaya hidup yang sudah Tuhan Yesus lakukan, dan itu harus menjadi contoh bagi setiap kita. Firman Tuhan katakan didalam Yohanes 4:34:

“Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Dari kebenaran ini kita bisa melihat bahwa, tidak ada sedikitpun “keinginan hidup dari Tuhan Yesus” untuk menikmati dunia ini,  selain melakukan kehendak Bapa di sorga dan menyelesaikan pekerjaanNya.

 

Inilah yang harus kita lakukan dan harus kita capai, selama kita masih hidup di dunia ini, dan inilah *jenjang pendidikan yang sebenarnya bagi setiap kita sebagai orang percaya, dan bila kita gagal dalam jenjang pendidikan yang satu ini, maka dengan sendirinya kita akan gagal meraih prestasi hidup yang bernilai kekal seperti yang Allah Bapa di sorga kehendaki.

Baca juga  Intip Pasar Indonesia, Protech Tawarkan Produk Ramah Difabel

 

Gagal mencapai hal yang satu ini *berarti hidup kita akan menuju kebinasaan setelah berada dibalik kematian*.Itulah kenapa kita diingatkan *bahwa standar hidup orang percaya itu, yaitu hidup sama seperti Kristus telah hidup*, sebab kalau kurang dari itu maka kita akan menjadi orang yang gagal.

 

Orang percaya yang gagal hidup sama seperti Kristus telah hidup, maka ia akan gagal juga untuk masuk kedalam Kerajaan Allah Bapa di sorga. Sebab kalau kita tahu bahwa sebagai orang percaya kita memiliki *panggilan sorgawi,* maka panggilan sorgawi itu untuk hal yang satu ini, yaitu hidup melakukan kehendak Allah dan menyelesaikan pekerjaanNya.

 

Orang yang mau hidup melakukan apa yang menjadi kehendak Allah, sama dengan hidup melayani Tuhan, dan orang-orang yang hidup melayani Tuhan bukan saja akan tinggal bersama-sama dengan Kristus di dalam KerajaanNya, tetapi orang-orang seperti itu akan dihormati oleh Allah Bapa di sorga. ;Firman Tuhan katakan di dalam Yohanes 12:26:

“Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.”

Bila setiap orang percaya bisa mencapai jenjang pendidikan kehidupan yang satu ini, maka ia akan menjadi orang yang paling “berbahagia”, tetapi bila gagal maka hidupnya akan tersiksa selamanya di kekekalan.

 

Gembala Jemaat :

Pdt. Dr. Stefanus Hadi P.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here