Percaya kepada Tuhan: Ada Kemenangan

0
667

Renungan Harian Air Hidup,

 

Baca:  2 Tawarikh 14:2-15

 

“Ia memerintahkan orang Yehuda supaya mereka mencari TUHAN, Allah nenek moyang mereka, dan mematuhi hukum dan perintah.”  2 Tawarikh 14:4

 

Orang Kristen disebut sebagai orang percaya, tapi sesungguhnya tidak semua orang Kristen percaya kepada Tuhan dengan segenap hati.  Ketika dihadapkan pada masalah atau pergumulan hidup kita cenderung mengandalkan kekuatan sendiri atau mengandalkan akal pikiran daripada mengandalkan Tuhan;  kita memutuskan segala sesuatu menurut pertimbangan dan kehendak sendiri;  kita memiliki banyak rencana hidup tanpa mau melibatkan Tuhan karena beranggapan bahwa rencana sendiri adalah yang terbaik.  Alkitab memperingatkan:  “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;”  (Amsal 3:5-7).

 

Marilah kita belajar dari pengalaman hidup Asa, seorang raja yang pernah memerintah kerajaan Yehuda menggantikan ayahnya  (Abia).  Alkitab mencatat bahwa di awal pemerintahan  “Asa melakukan apa yang baik dan yang benar di mata TUHAN, Allahnya. Ia menjauhkan mezbah-mezbah asing dan bukit-bukit pengorbanan, memecahkan tugu-tugu berhala, dan menghancurkan tiang-tiang berhala.”  (2 Tawarikh 14:2-3).  Asa hidup mengandalkan Tuhan dan percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati dan memerintahkan seluruh rakyatnya untuk mencari Tuhan dan hidup taat melakukan firman-Nya.  Ketika raja Asa dan seluruh rakyatnya hidup mengandalkan Tuhan dan taat kepada-Nya Tuhan mengaruniakan keamanan atas seluruh negeri.

 

Ketika berperang melawan Zerah, orang Etiopia dengan kekuatan 1 juta orang tentara, tiga ratus kereta dan lengkap dengan peralatan tempur yang canggih, secara teori pasukan Yehuda mustahil bisa menang karena kekuatan mereka hanya 300.000 orang bersenjatakan perisai besar dan tombak, dan 280.000 orang sebagai pemanah.  Tetapi karena raja Asa mengandalkan Tuhan, mujizat terjadi:  musuh dipukul kalah.  Mereka tampil sebagai pemenang dan beroleh jarahan yang sangat besar!  (2 Tawarikh 14:12-13).

Baca juga  FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

 

KETIKA RAJA ASA PERCAYA KEPADA TUHAN DENGAN SEPENUH HATI DAN MENGANDALKAN DIA, KERAJAANNYA AMAN DAN BERKEMENANGAN!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here