Pray for Indonesia

0
645

 

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Allah-Ku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus_*

*Filipi 4:19*

 

Sejak beberapa abad yang lalu, Tuhan telah memberkati Indonesia dengan tanah yang subur, bumi yang kaya dengan berbagai hasil tambang, dan dikelilingi dengan lautan yang kaya dengan berbagai hasil laut. Namun demikian, setelah 73 tahun merdeka, kita belum juga menjadi bangsa yang sejahtera.

Mengapa demikian?

Kita batasi analisis kita  selama 5 tahun terakhir ini.

Cukup banyak bangsa kita yang tidak/kurang mensyukuri anugerah Tuhan. Terbukti dengan semakin banyaknya korupsi yang dilakukan oleh para pejabat dan wakil rakyat, saling berdebat untuk mendapatkan kekuasaan, kritik-kritik yang tidak obyektif karena tidak didasarkan pada data dan fakta dan ketidaksenangan (kritik terhadap utang luar negeri pemerintah, kesalahan kebijakan pembangunan ekonomi yang pada tahap pertama di arahkan pada pembangunan infrastruktur, kebijakan impor beras, perpajakan, dan lain-lain).

 

Mereka tidak pernah mensyukuri kinerja ekonomi kita yang bahkan diakui oleh Bank Dunia, IMF dan lain-lain.

Mereka menyangkal dan meragukan hasil survey yang dilakukan oleh MacKinsey dan Pricewaterhouse Coopers yang menyatakan bahwa pada tahun 2030 dan 2050, Indonesia menempati peringkat ke empat dari 10 negara yang perekonomiannya berada di puncak dunia. Mereka demi kepentingan politik jangka pendek malah lebih percaya kepada karya fiksi yang menyatakan bahwa Indonesia akan lenyap pada tahun 2030.

 

Belum lagi kita bicara tentang gawat narkoba yang beredar ratusan ton dan yang belum bisa diberantas tuntas, dibuntuti oleh tragedi miras oplosan yang ngetrend di seluruh Indonesis yang menurut Wakil Kapolri pagi tadi telah merenggut nyawa 81 jiwa di DKI, Jabar dan Kalimantan.

Baca juga  Jangan Takut. Allah Selalu Hadir bagi Kita

Masih banyak kejahatan-kejahatan lain seperti yang dilakukan oleh gang motor, anak-anak muda dan lain-lain.

 

Sebagai bagian dari bangsa ini, kita secara aktif harus mengusahakan masa depan dengan iman dan pengharapan.Tuhan menghendaki kita hidup sejahtera di dalam Yesus Kristus.

*”Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Yesus Kristus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”*

*Efesus 2:10*

 

Kepada orang buangan di Babel, nabi Yeremia menyampaikan firman Tuhan:

*”Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraannya.”*

*Yeremia 29:7*

 

Firman di atas tetap berlaku buat kita, bahwa kita harus berdoa kepada Tuhan untuk kesejahteraan negara dan bangsa kita, yang juga merupakan kesejahteraan kita.

Kita harus memperhatikan dan melaksanakan persembahan persepuluhan yang menyenangkan hati Allah seperti firman Tuhan yang ditulis dalam Maleakhi 3:10 berikut ini:

*”Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan inilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”*

Itulah sebabnya, dalam setiap kesempatan kita harus memperhatikan orang-orang yang menderita bencana alam (seperti yang saat ini banyak terjadi banjir, tanah longsor dan kebakaran ratusan rumah di beberapa daerah yang membuat mereka menderita).

Mari kita berdoa agar Tuhan mengampuni dosa bangsa kita serta mensyukuri segala berkat yang telah Tuhan berikan dan agar potensi negara dan bangsa kita menjadi kekuatan ekonomi global bisa menjadi kenyataan.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here