Hidup berpengharapan kepada Kasih Tuhan

0
3686

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

“Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dikabulkan sampai ke belakang tabir”.

*Ibrani 6:19*

 

 

Beberapa hari terakhir media TV ramai memberitakan jatuhnya banyak korban tewas di Jakarta Timur, Bekasi, Depok dan Cicalengka akibat menenggak miras oplosan. Mereka rata-rata berusia sekitar 20 – 40 tahun. Mereka pasti tahu bahaya meminum miras oplosan yang lebih berbahaya dari pada mengkonsumsi narkoba. Tapi mengapa mereka masih juga berani melakukannya?

Mereka adalah orang-orang yang putus asa, merasa hidup ini berujung pada jalan buntu, mereka pesimis, murung, pengangguran, dan dengan perkataan lain, mereka hidup tanpa berpengharapan. Hidup tanpa pengharapan adalah hidup yang tidak memiliki masa depan.

 

Dalam kesenangan maupun dalam menghadapi segala pergumulan hidup, kita sebagai orang yang beriman harus selalu berpengharapan kepada Tuhan yang selalu memelihara, melindungi dan menolong kita dengan kasih setia-Nya.

*”Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia yang menjanjikannya, setia.”*

*Ibrani 10:23*

 

Terutama dalam.menghadapi pencobaan dan kesesakan, kita jangan pernah merasa Tuhan telah meninggalkan kita, terlebih-lebih menyesalkan Tuhan, tapi kita harus berjuang untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan.

Kita berjerih payah dan berjuang karena kita menaruh pengharapan  kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

 

Orang yang berpengharapan selalu bersikap optimis, sanggup menghadapi segala tantangan hidup, berserah pada kehendak Tuhan dan dapat menanggung segala perkara di dalam Tuhan yang telah memberi kekuatan kepada kita.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here